Thursday, 01-12-2022
Pendidikan

AA Gde Agung: Sekolah Swasta Punya Jasa Sejarah, Pemerintah Harus Subsidi

Mangupura | barometerbali – Sekolah swasta saat ini dalam kondisi merana dan terpuruk akibat minimnya jumlah siswa yang diterima setiap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Hal ini menjadi perhatian serius Anggota Komite III DPD RI Dapil Bali AA Gde Agung yang mengingatkan sekolah swasta memiliki jasa dan berperan besar dalam sejarah di awal merintis dan membangun dunia pendidikan di Indonesia.

Pangelingsir Puri Ageng Mengwi ini mendorong pemerintah agar lebih meningkatkan peran sekolah swasta di berbagai tingkatan untuk memajukan dunia pendidikan. Demikian disampaikannya saat diwawancarai awak media di Puri Ageng Mengwi, Kec. Mengwi, Badung, Jumat (27/8/2021).

“Kita jangan melupakan sejarah dimana sekolah swasta yang menjadi perintis sebelum lahirnya sekolah negeri,” ungkap AA Agung Gde Agung saat ditanya bagaimana kondisi sekolah swasta saat ini, Jumat (27/8).

Sebagai Anggota DPD RI yang antara lain membidangi pendidikan, agama, budaya dan kesehatan, mantan Bupati Badung dua periode ini mengaku prihatin dengan banyaknya sekolah swasta yang tidak dapat murid akibat bertambahnya dibangun sekolah negeri. “Persoalannya bukan kualitas. Saya kira kalau swasta diberi peran maka bisa berkontribusi lebih luas,” ujarnya.

Pejabat yang masih terlihat enerjik di usia 72 tahun ini mengaku prihatin melihat banyaknya sekolah swasta yang tidak dapat siswa bahkan ada yang tutup. Kondisi ini kurang bagus bila dibiarkan terus terjadi. Karena itu ia berharap agar penambahan rombel (rombongan belajar) atau sekolah negeri baru dipertimbangkan.

“Di tengah pandemi ini, lebih bijak memberdayakan sekolah (swasta) yang ada daripada harus mendirikan sekolah (negeri) baru semata untuk menampung calon siswa yang cenderung ke negeri,” jelasnya.

Dicontohkan dalam PPDB atau penerimaan peserta didik baru dari tahun ke tahun itu selalu muncul masalah. Meminimalisir hal itu, perlu ada satu kebijakan yang mindsetnya dikembalikan ke awal yaitu bagaimana memeranankan sekolah swasta dalam penerimaan peserta didik baru. Sehingga sekolah swasta tak lagi kekurangan murid.

Dikatakan, kalau peran swasta ditingkatkan, maka sekolah swasta itu tidak mahal. Misalnya dengan pemberian BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang sama antara negeri maupun swasta, gurunya juga sama-sama disubsidi. Dengan demikian akan menghilangkan mindset sekolah swasta sekolah mahal ataupun sekolah swasta sekolah tidak berkualitas.

Disamping memberikan peranan lebih kepada sekolah swasta, perlu juga diterapkan aturan secara konsisten. “Jangan sampai seperti kasus pembukaan PPDB, ada gelombang pertama, ada tuntutan untuk penerimaan siswa sekian. Karena sesuatu hal dibuka lagi gelombang kedua, bahkan sampai gelombang ketiga. Inilah yang menyebabkan sekolah swasta jadi tak dapat siswa,” tandasnya. (BB/502)

.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button