Tuesday, 29-11-2022
Covid-19

Pimpin Rakor Covid-19, Bupati Tamba Minta Masifkan Testing dan Tracing

Jembrana | barometerbali – Bupati Jembrana I Nengah Tamba menggelar rapat koordinasi (rakor-red) penanganan Covid-19 bersama jajaran Forkopimda, pimpinan OPD dan para camat. Rakor tersebut sebagai evaluasi dan tindak lanjut untuk peningkatan penanganan Covid-19 di Jembrana berlangsung di Rumah Jabatan Bupati, Kamis (2/9/2021).

Dalam rakor tersebut Bupati Tamba secara khusus menyoroti beberapa hal. Diantaranya dalam peningkatan 3T (testing, tracing dan tracking). Ia ingin tracing dan testing dimasifkan guna menekan penyebaran dan segera mengobati yang sakit . Selain itu, Bupati asal Kaliakah ini juga menyinggung progress isolasi terpusat yang ada di tiap kecamatan.

“Kita bersama jajaran Forkopimda menggelar rakor ini adalah bagaimana untuk terus mengurangi penyebaran Covid-19 di Jembrana. Meski kita tahu saat ini penanganan Covid-19 di Jembrana sudah baik. Grafiknya menurun dengan angka BOR sudah dibawah 50%,” sambungnya.

Untuk itu ia mengajak semua pihak untuk terus berkontribusi. “Kita di sini terus berjuang agar hal positif ini terus terjadi bahkan lebih ditingkatkan lagi hingga kedepan tidak ada lagi Covid-19 di Jembrana,” ujar Tamba.

Ditambahkannya, soal isolasi terpusat (isoter) pihaknya menyampaikan saat ini pasien positif semua sudah menjalani isoter di tempat yang sudah disediakan pemerintah. Tidak ada lagi pasien positif yang jalani isoman (isolasi mandiri-red) melainkan sudah seluruhnya disediakan tempat karantina.

“Kita di Jembrana saat ini sudah sepenuhnya menerapkan isoter bagi pasien positif. Saat ini sudah tidak ada lagi yang menjalani isolasi mandiri. Sesuai arahan pusat, sebelumnya kita sudah melakukan penjemputan pasien yang masih menjalani isoman di rumah. Saat ini semuanya sudah diarahkan menjalani isoter,” terangnya.

Kemudian terkait data angka kasus Covid-19 sesuai aturan pusat yang menjadi sistem pelaporan input data saat ini yakni NAR dan Silacak. “Itu lagi kita terapkan di Jembrana. Untuk penginputan data sudah kita mulai. Kita sudah tambah tenaga dan lakukan training sehingga keakuratan data itu bisa segera terlaksana,” jelasnya.

Bupati Tamba juga menambahkan terkait vaksinasi untuk lebih digalakkan lagi, khususnya untuk vaksinasi dosis 2. Selain itu ia tekankan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan prokes karena pandemi belum berakhir. Termasuk kewajiban pemerintah terhadap insentif bagi para tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 juga disampaikannya sudah terealisasi.

Angka vaksinasi dosis 1 di Jembrana kini sebutnya sudah di atas 90 persen. Sedangkan untuk vaksinasi dosis 2 masih perlu digenjot lagi.
“Jadi sosialisasi ini terus kita genjot dan sampaikan ke masyarakat. Dibantu juga rekan rekan dari TNI-Polri,” imbuh Bupati Tamba.

Sementara Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa juga menyampaikan hal senada seperti peningkatan tracing, vaksinasi hingga antisipasi isoter. “Hal ini harus terus kita tingkatkan. Saat ini angka kasus di Jembrana terus mengalami penurunan. Jadi inilah peran kita semua untuk terus memaksimalkan kinerja kita bersama dalam penanganan Covid-19 ini,” ucapnya.

Polri juga terus membantu dalam percepatan vaksinasi sebutnya. Diantaranya dengan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat melalui razia serta pelayanan vaksinasi di klinik polres.

Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Hasrifudin Haruna juga mengapresiasi kinerja satgas hingga hari ini yang terus berusaha menekan angka kasus positif di Jembrana. “Jangan sampai tren positif yang terjadi saat ini berubah ke depannya. Kita harus pertahankan dan maksimalkan kinerja dalam penanganan Covid-19,” tandasnya. (BB/509)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button