Tuesday, 29-11-2022
Ekbis

Akselerasi Kemampuan SDM Perbankan, BPR Kanti Gelar Micro Business Game

Gianyar | barometerbali – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kanti melaksanakan workshop Micro Business Game, (MBG), untuk memberikan pengalaman melatih dan berdiskusi mengenai tantangan dan best practice yang dihadapi serta langkah-langkah yang dapat ditempuh bagi keberhasilan pelaksanaan pelatihan MBG kepada SDM BPR se-Bali. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama DPD Perbarindo Bali dengan Sparkassenstiftung Jerman dan BPR Kanti di Aula SMKN 1 Sukawati, Desa Batuan, Kabupaten Gianyar, Rabu (15/09/2021).

“Kami harap dengan kegiatan ini akan membagikan pengalaman praktik di lapangan, serta menyusun langkah bersama. Dan dalam kesempatan ini, kami juga akan menyampaikan materi pendukung tambahan yang akan bermanfaat bagi peningkatan kapasitas peserta pelatihan,” jelas Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba.

Kegiatan Pelatihan Micro Business Game (MBG) Pelatihan ini dihadiri oleh 112 peserta dari 112 BPR. Dengan acara MBG, memudahkan peserta pelatihan membuat maupun melakukan analisis keuangan. 

“Dengan kondisi sekarang ini tentu kita tidak bisa terlalu memikirkan atau berandai-andai banyak yang narik deposito, melainkan harus bergerak dan yakin BPR akan tumbuh dan berkembang. Pasti masih ada nasabah potensial. Daripada diam dan mati, kenapa tidak kita bergerak karena BPR sudah siap menyambung keadaan new normal,” urai Amitaba. 

Lebih lanjut ia menambahkan, krisis pandemi Covid-19 tidak sama dengan krisis moneter 1997/1998 silam. Akhir dari pandemi Covid-19 tidak jelas sehingga BPR tidak bisa hanya diam berpangkutangan menanti wabah usai. Micro Business Game (MBG) Sparkassenstiftung Jerman, akan dikemas dalam bentuk permainan sehingga tidak akan membosankan. 

Ke depan, Amitaba optimis BPR Kanti bisa melaksanakan fungsi Apec Bank BPR. BPR Kanti jelasnya bukan sebagai Apec Bank, namuan akan melaksanakan fungsi-fungsi Apec Bank di antaranya memberikan modal kerja. Dalam rangka menjalankan fungsi Apec Bank ini, BPR Kanti dikawal tenaga profesional. 

“Salah satunya bagaimana memberikan modal kerja bagi BPR. Pada minggu lalu, kami sudah virtual meeting dengan Bank Mayapada yang menyiapkan dana Rp 5 triliun rupiah bagi 28 BPR se-Indonesia, salah satunya BPR Kanti. Untuk Rp 5 triliun ini mari kita bersama-sama menggunakan dana besar ini,” sebut Amitaba.

Ki-ka: Made Suarja (kiri), Jimmy Hendrik Simarmata (tengah) dan Made Arya Amitaba (kanan)

Merespons peluang yang terbuka lebar, Amitaba mengajak BPR se-Bali berkolaborasi dengan BPR Kanti. Lebih jauh, Amitaba menilai sudah saatnya BPR se-Bali memiliki produk bersama demi keuntungan bersama. “Bagaimana kalau BPR-BPR kita gabungkan sehingga pelaksanaannya jadi lebih mudah,” cetusnya.

Di sisi lain, Deputi Direktur Pengawasan Bank, IKNB, Pasar Modal dan Perijinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali Jimmy Hendrik Simarmata menambahkan kinerja dari 134 BPR hingga Juni 2021 masih terdampak Covid -19. Sampai saat ini jumlah kredit BPR sebesar Rp6,56 T (56,52 persen), dimana sebesar Rp4,92 T (74,87 persen),  telah dilalukan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19.

“Total aset BPR di Bali sebesar Rp17,66 T (5,02 persen yoy). Peningkatan tersebut masih dibawah pertumbuhan total aset nasional yang mencapai sebesar 8,35 persen (yoy),” imbuh Jimmy.

Pertumbuhan ekonomi mengalami hambatan yang serius, OJK memutuskan memperpanjang masa relaksasi restrukturisasi kredit perbankan selama satu tahun dari 31 Maret 2022 menjadi 31 Maret 2023.

Sedangkan Sekretaris Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat (Perbarindo) Bali Made Suarja MH menyambut baik program restrukturisasi pemerintah. Upaya itu dalam memberikan keringanan bagi nasabah untuk membayar tiap bulannya. Mengingat, ekonomi Bali belum pulih akibat pandemi dan kebijakan PPKM.

“Jangan sampai ada BPR gagal bayar. Oleh karena itu kita membuat satgas gotong royong yang sudah dilaporkan ke OJK. Kita membantu kekurangan likuiditas sahabat BPR kita. Bank khususnya dihadapkan pada debitur yang terdampak langsung dan tidak langsung sehingga gagal bayar. Beruntung negara hadir dengan relaksasi. Bali masih sangat membutuhkan agar jangan sampai menggerogoti permodalan BPR,” paparnya.

Relaksasi menurutnya memberikan sedikit obat penahan rasa sakit di tengah situasi ekonomi yang merosot akibat pandemi. Tapi jika relaksasi dicabut tentu akan menjadi beban bagi BPR.

“Saya harap para peserta dapat belajar baik dan sungguh-sungguh sehingga mendapatkan manfaat untuk membangun BPR dari pelatihan ini,” tutup Suarja. (BB/503)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button