Sunday, 21-07-2024
Peristiwa

Ular Sanca 3,5 Meter Masuk Rumah, Gegerkan Warga Jalan Gunung Agung

Denpasar | barometerbali – Seekor ular besar jenis sanca masuk rumah warga di kawasan Jl. Gunung Agung Denpasar. Kontan saja peristiwa itu membuat suasana di sekitar pemukiman menjadi geger. Atas laporan pemilik rumah, Tim Reptil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar Pos Induk, Pos Mahendradata dan Pos Cokro meluncur ke lokasi dan menangkap hewan melata sepanjang 3,5 meter yang masuk ke pekarangan rumah salah seorang warga bernama Arta tepatnya di Jl. Gunung Agung, Gang IV BD No.12 Denpasar, Sabtu (25/09/2021).


”Pemilik rumah ketakutan melihat ular sanca masuk ke halaman rumah subuh. Pemilik rumah langsung menelepon Pos Induk BPBD Kota Denpasar minta bantuan untuk menangkap ular tersebut. Kami langsung kerahkan petugas di tiga pos untuk menangkapnya,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa.

Ia mengungkapkan, musim pancaroba ini ular banyak bersarang di pinggir sungai dan semak-semak keluar mencari mangsa. Ular sanca masuk ke rumah warga ini tidak ada memangsa hewan peliharaan maupun menggigit pemilik rumah. Masyarakat diminta membersihkan pekarangan rumah, lingkungan dan selokan agar ular tidak masuk ke rumah mencari mangsa tikus dan ayam peliharaan. Mengingat lubang tempat bersarang ular di Kota Denpasar sudah terdesak akibat banyaknya pembangunan pemukiman dan perumahan sehingga tidak ada tempat bersarang dan berlindung.


Dia mengimbau masyarakat berhati-hati dan menjaga lingkungan agar tidak rimbun dan tetap bersih. Kalau ada ular berbisa masuk ke rumah warga dapat membahayakan warga atau binatang peliharaan. Kalau ular sudah masuk pekarangan rumah dipastikan mencari mangsa dan dapat membahayakan penghuni rumah maupun binatang peliharaan. ”Kami minta bila ada ular atau reptil lain membahayakan masuk pekarangan rumah dapat menghubungi pos induk BPBD Kota Denpasar atau tiga pos lain untuk segera memberi pertolongan atau penanganan lebih cepat,’’ pinta Joni Ariwibawa.

Musim pancaroba ini, kata Joni Ariwibawa, pihaknya tidak hanya menangkap ular masuk rumah warga, tapi membantu menangani kecelakaan lalu-lintas dengan mengerahkan ambulans yang ada di empat pos. Masyarakat diminta hati-hati dan waspada bepergian saat cuaca tidak menentu ini.

Kasus kebencanaan, kecelakaan yang ditangani dari Januari hingga 25 September 2021 sebanyak 3.089 kasus yakni Januari 573 kasus, Februari 426 kasus, Maret 325 kasus, April 304 kasus, Mei 323 kasus, Juni 297 kasus, Juli 468 kasus, Agustus 359 kasus dan September 14 kasus. ”Kami paling banyak menangani warga terindikasi kasus Covid-19, sebanyak 505 warga dievakuasi ke rumah sakit atau puskesmas,’’ sebutnya.


Joni Ariwibawa minta masyarakat tetap waspada menghadapi cuaca pancaroba ini dengan membersihkan saluran air dan merompes mandiri pohon yang ada di pekarangan rumah. “Jangan membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air atau drainase sehingga memicu banjir saat hujan. Selain tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air, masyarakat menginformasikan bila ada pohon rimbun atau tumbang sekitar rumah ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar agar dirompes,” imbaunya.

Pohon rindang yang ada di sekitar pemukiman maupun di jalan saat hujan deras dan angin kencang cukup membahayakan. Kalau pohon tumbang dapat membayakan pengendara motor atau mobil dan bisa merenggut korban jiwa jika tidak waspada. ”Kami menyiagakan pasukan lengkap dengan mobil damkar, ambulans 24 jam di empat pos yakni Pos Induk BPBD, Pos Mahendradata, Pos Cokro dan Pos Juanda Renon untuk menangani kebencanaan di Kota Denpasar,’’ paparnya. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button