Monday, 05-12-2022
Peristiwa

Luh Meriani, Bayi 3 Tahun Korban Gempa di Karangasem

Karangasem | barometerbali – Gempa dengan magnitudo 4,8 mengguncang Bali dan sekitarnya pada Sabtu pagi, (16/10/2021) pukul 04.18 Wita. Menurut data BMKG gempa tersebut berpusat di kedalaman 10 km pada posisi 8 km barat laut di Kabupaten Karangasem. Getaran dirasakan warga Bangli sekitar 5 detik lamanya. Hampir seluruh wilayah Bali merasakan getaran, dampak dari gempa tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Gede Darmada, SE, MAP mengatakan bahwa terdapat 3 korban jiwa dan korban luka yang terdapak dari gempa tersebut. “Dua orang merupakan warga Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yaitu, Sri Wahyuni perempuan 28 tahun dan Liona Adi Putra laki-laki 8 tahun. Terdapat juga 2 orang korban yang mengalami luka berat dan sudah dirawat di RSUD Bangli, sedangkan satu orang lagi merupakan warga Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, yaitu Ni Luh Meriani bayi berusia 3 tahun,” terangnya.

Korban luka telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas setempat dan RSUD Karangasem. Proses evakuasi korban yang dilakukan tim SAR gabungan melalui danau, karena jalur darat tertutup longsor dari Bukit Abang.

“Seluruh korban gempa tersebut sudah berhasil dievakuasi dan dampak kerusakan masih didata oleh BPBD Provinsi Bali,” lanjut Darmada.

Tim SAR Gabungan dari unsur TNI-Polri, Pemerintah Daerah Provinsi Bali serta relawan masih melakukan pemantauan di wilayah Trunyan, Kintamani, Bangli. Hingga saat ini belum ada lagi laporan korban jiwa akibat dampak dari gempa yang berpusat di Karangasem tersebut.
“Tim rescue dari Pos SAR Karangasem bergerak ke salah satu rumah warga yang terdampak gempa di Dusun Jatinuhu, Desa Ban, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, dan bersama unsur SAR lainnya memastikan kondisi aman dan tidak ada lagi korban jiwa,” tutup Darmada. (BB/501/SAR)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button