Thursday, 01-12-2022
Pendidikan

Perbekel Sangeh Apresiasi Luar Biasa KAT Universitas Ngurah Rai

Badung | barometerbali – Tuntas sudah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Ngurah Rai (UNR) dalam Kuliah Aplikatif Terpadu (KAT) di Desa Sangeh selama kurun waktu 1,5 bulan. Perbekel (Kepala Desa, red) Desa Sangeh beserta warga setempat menyampaikan apresiasi luar biasa kepada mahasiswa dan kampus tersebut atas beragam program kerja yang telah direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal itu dilontarkan Perbekel Desa Sangeh saat acara penutupan KAT Kelompok 16 di balai Banjar Pacung, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Sabtu (11/12/2021) malam.

Hadir dalam acara yang digelar dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat tersebut Perbekel Desa Sangeh Made Werdiana, SH, Sekretaris Desa (Sekdes) Sangeh Ketut Suarjaya, Kelian Dinas dan Kelian Adat Banjar Pacung, Ketua Sekeha Teruna Putera Cemara Sari Banjar Pacung dan krama Banjar Pacung dan Dosen Pembimbing II KAT Kelompok 16 Universitas Ngurah Rai, Octavianus Sumardana Pratama, SE MM, dan Ketua Kelompok 16, I Gusti Putu Eka Meiyana Putra.

Penampilan anak SD mementaskan tarian Bali hasil pelatihan mahasiswi KAT Kelompok 16 Universitas Ngurah Rai

Menanggapi telah rampungnya segenap pelaksanaan KAT UNR ini, Perbekel Desa Sangeh, Made Werdiana dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada mahasiswa dan pihak kampus karena masyarakatnya sangat termotivasi dan terbantu dalam pelatihan bagaimana kiat menghadapi situasi sulit di tengah pandemi ini. “Sepanjang pengamatan tyang (saya, red) adanya KAT Ngurah Rai ini sangat berimplikasi positif bagi masyarakat Banjar Pacung dan Desa Sangeh pada umumnya. Apa yang didapat di bangku kuliah, sekarang diimplementasikan secara nyata di masyarakat,” ujarnya.

Perbekel Desa Sangeh Made Werdiana (kiri) dan Sekdes Sangeh Ketut Suarjaya (kanan)

“Selain memberikan bermacam pelatihan di anak SD dan krama desa, kemarin kan mahasiswa Ngurah Rai juga memberikan pakan bagi monyet-monyet yang ada di Alas Pala Sangeh itu luar biasa sekali. Apalagi selama pandemi tak ada kunjungan wisatawan. Inilah penerjemahan kaum terpelajar di masyarakat,” sambung Perbekel Werdiana didampingi Sekdes Ketut Suarjaya.

Lebih lanjut Dosen Pembimbing II Octavianus Sumardana Pratama menyatakan KAT Universitas Ngurah Rai Tahun Akademik 2021/2022 kali ini mengambil tema, ‘Kita tingkatkan kinerja pengabdian kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam menangani dampak Covid-19’ mulai 13 November hingga 12 Desember 2021. Ia menyebutkan antusiasme krama (masyarakat, red) Desa Sangeh sangat baik dalam menyambut dan mengikuti setiap program kegiatan KAT dari kampus yang beralamat di Jl. Kampus Ngurah Rai-Padma-Penatih Denpasar Timur ini.
“Jadi kegiatan ini sudah berjalan kurang-lebih selama satu setengah bulan. Yang pertama saya ucapkan terima kasih kepada pengurus desa dan masyarakat desa karena sudah menerima kami dengan baik,” ujarnya.

Dosen Pembimbing II Octavianus Sumardana Pratama (kiri) bersama AA Satya Laksana (kanan)

Dosen Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Bisnis UNR ini menerangkan Kuliah Aplikatif Terpadu ini merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Program-program kerja kita dari mahasiswa dan dosen pembimbing juga sudah berjalan dengan lancar. Ini bagian dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” tandas Dosen Octav didampingi mahasiswa UNR AA Satya Laksana dan Dewi Anjani.

Terkait apa saja program kegiatan KAT UNR yang dilakukan di Desa Sangeh, Ketua Kelompok 16 I Gusti Putu Eka Meiyana Putra menjelaskan lebih banyak mengenai bagaimana agar masyarakat setempat mampu beraktivitas secara kreatif melalui pelatihan-pelatihan dan membangun kembali pariwisata terpuruk akibat pandemi. “Kami awali persembahyangan bersama di Pura Sada, lalu di obyek wisata Sangeh kita bersih-bersih dan lanjut memberikan pakan kepada monyet-monyet penghuni Hutan Pala,” kata Ngurah Eka panggilan akrabnya ditemani Wakil Ketua Kelompok Ni Made Handayani.

Ketua Kelompok 16 IGP Eka Meiyana Putra (kiri) dan wakilnya Ni Made Handayani (kanan)

Tak hanya itu sepanjang pelaksanaan KAT, pihaknya juga mengajarkan anak-anak di Banjar Pacung dan sekitarnya aktivitas pelestarian seni dan budaya Bali. “Anak-anak SD yang perempuan kita latih menari, sedangkan yang laki kita ajarkan cara membuat sarana upacara seperti kelatkat dan kelabang atau kelangsah. Pemasangan poster di sekolah terkait prokes dan penanggulangan Covid-19. Kita juga ke kelompok peternak sapi mengajarkan membuat pupuk dan memperbaiki papan nama, merehabilitasi tempat les, menyumbangkan 10 tong sampah dan membagikan hand sanitizer,” pungkas mahasiswa Fakultas Hukum ini.

Pembagian hand sanitizer kepada undangan dan krama Banjar Pacung

Pelaksanaan Kuliah Aplikatif Terpadu Kelompok 16 Universitas Ngurah Rai di Desa Sangeh ini diikuti oleh 22 mahasiswa/i dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Sains dan Teknologi serta Ilmu Sosial dan Humaniora. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button