Sunday, 21-07-2024
Peristiwa

SMSI dan Unud Teken MoU untuk Keterbukaan Informasi Publik

Denpasar | barometerbali – Sejumlah kegiatan, baik internal maupun eksternal di lingkungan Universitas Udayana (Unud) beberapa bulan belakangan gencar diberitakan oleh beberapa media.

Hal ini tentu saja membuat universitas terbesar di Bali ini menjadi semakin dikenal oleh masyarakat luas bahkan tidak hanya di Bali.

Untuk mempertahankan trend positif ini, Jumat (17/12/2021) Unud mengambil langkah tepat menggandeng atau menjalani sinergitas dengan asosiasi media online atau siber melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama & Informasi, Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes., yang hadir mewakili Rektor Unud mengatakan, Unud saat ini sangat membutuhkan support dari berbagai pihak yang salah satunya adalah media.

“Sinergitas yang dibangun antara Unud dan media ini tentunya bertujuan untuk membangun bagaimana Unud dapat berperan serta dalam pembangunan di masyarakat,” katanya di hadapan puluhan wartawan di Gedung Pascasarjana Unud.

Dikatakan pula, sehubungan dengan hal tersebut, maka melalui kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia), Unud telah menentukan sikap untuk menjalani sinergi dengan awak media yang dituangkan dalam bentuk MoU.

“Melalui sinergi tersebut diharapkan nantinya implementasi penyelenggaraan keterbukaan informasi publik oleh Unud benar-benar dapat berjalan dengan baik,” harap Prof. Gede Adiatmika.

Di tempat yang sama, Ketua SMSI Bali, Emanuel Dewa Oja atau yang akrab disapa Edo mengatakan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Unud dengan menjalin kerja sama dengan asosiasi media khususnya SMSI.

“Saya sebagai ketua SMSI Bali sangat mengapresiasi Unud dengan adanya MoU ini,” ujar Edo. Dikatakan pula, dengan penandatanganan MoU bersama Unud ini, maka SMSI Bali yang jumlah anggotanya mencapai 52 media siber ini sudah menandatangani 4 MoU.

“Ini MoU yang keempat bagi SMSI Bali. Di mana sebelumnya kami juga telah menandatangani MoU dengan Pemkot Denpasar, LSPR, Polda dan Polres se-Bali dan saat ini dengan Unud,” ungkap pria yang pernah menjadi pemimpin redaksi harian umum Fajar Bali ini.

Pada kesempatan tersebut, Edo juga sedikit memberikan kritikan sekaligus pencerahan kepada wartawan yang mungkin saja belum menguasai atau belum paham dengan aturan atau Undang Undang yang mengatur tentang wartawan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama & Informasi, Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes (kiri) menerima piagam penghargaan dari Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja (kanan)

Edo menyebut, wartawan memiliki tiga kitab suci. Yang pertama adalah UU No 40 tahun 1999 tentang Pers, yang kedua Kode Etik Jurnalistik dan yang ketiga adalah kode etik prilaku.

“Saya contohkan misalnya ada teman-teman wartawan yang menulis kurang bagus, tidak berimbang, tidak cover both side mungkin yang menulis itu belum membaca kitab suci yang kedua,” tandas Edo sembari menyarankan agar wartawan membaca dan memahami ketiga “kitab suci” itu.

Yang terakhir, kata Edo dengan adanya MoU dengan Unud ini diharapkan hubungan antara Unud dengan SMSI semakin erat sehingga terjalin kerja sama yang baik antara Unud dan juga anggota SMSI Bali. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button