Thursday, 01-12-2022
Pariwisata

Selama Pandemi, Tamu Domestik Ramai Kunjungi Tanah Lot

Tabanan | barometerbali – Asisten Manajer DTW Tanah Lot I Putu Toni Wirawan mengatakan selama masa pandemi khusus untuk tamu domestik kunjungan harian Senin hingga Jumat saat ini mulai meningkat.

“Ya rata-rata kisaran 1500 pengunjung sampai 2000 pengunjung perharinya dari Hari Senin sampai Jumat, hari weekend Sabtu-Minggu sampai lebih dari 2.500 pengunjung perharinya,” ujar Toni, kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (24/12/2021).

Eksotisme dan romantisme Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot selalu memukau dan penuh kenangan terlebih saat sunset (matahari terbenam) di ufuk barat dengan siluet Pura Tanah Lot yang fenomenal. Suasana dan sketsa alamnya sungguh memesona para wisatawan yang berkunjung ke DTW Tanah Lot, di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Tanah Lot merupakan destinasi wisata yang tidak terlupakan baik oleh tamu domestik maupun mancanegara karena keindahannya. Ketika situasi normal, 6000 hingga 7000 pengunjung berlibur ke obyek wisata ini. Namun diakui semenjak pandemi Covid-19, atau selama 2 tahun terakhir tamu mancanegara yang berkunjung tidak terlalu banyak akan tetapi tamu domestik sangatlah potensial dan ramai sepanjang hari, apalagi weekend (akhir pekan).

Tamu mancanegara sebut Toni, memang terbilang sedikit, sekitar 10 hingga 15 pengunjung perharinya saat weekend. Ini juga sejalan dengan pemikiran Gubernur Bali Wayan Koster agar sementara tidak dulu berfokus pada tamu asing, tetapi menggarap potensi lokal yang ada seperti tamu domestik.

Asisten Manajer DTW Tanah Lot Putu Toni Wirawan (gatradewata)

Ditanya terkait acara tutup tahun dan menyambut perayaan tahun baru manajemen DTW Tanah Lot yang seperti biasanya merayakan dengan open house. Kali ini agak berbeda tetapi tetap akan mengadakan silahturahmi terbatas dengan stakeholder yang ada, seperti para guide, biro perjalanan, pengunjung yang hadir, masyarakat umum yang berkenan hadir untuk bersama merayakan happy hours, pada tanggal 30 hingga 31 Desember 2021 dan 1 Januari 2022, tentu perayaan itu tetap menerapkan protokol kesehatan 5 M secara ketat.

“Dalam acara tersebut kita ingin di era kami ada masukan dan saran dari para staf maupun pengunjung yang hadir (75% dari kapasitas), untuk ikut memberikan masukan apa yang kurang dan harus kita benahi di DTW Tanah Lot kedepannya,” harapnya.

Kondisi itu mungkin tidak akan menyediakan kursi untuk pengunjung mengingat menghindari kerumunan, hanya meja untuk mengisi buku tamu. Menerima kritik dan saran yang membangun untuk DTW Tanah Lot serta souvenir buat yang hadir selama happy hours tersebut untuk dibawa pulang.

Untuk mengatasi kebersihan yang menjadi porsi utama di tempat kunjungan wisata seperti DTW Tanah Lot Toni Wirawan menekankan pada keperdulian bersama dalam mengatasi sampah.

“Kita konsen pada sampah plastik dan puntung rokok, siapapun staf yang melihat itu agar ikut menjaga kebersihan DTW Tanah Lot ini tanpa merasa dia bukan petugas kebersihan, semua harus ikut bertanggung jawab,” tandas Toni.

Kawasan pesisir Bali pada umumnya yang pada kondisi cuaca saat ini selalu mendapat sampah kiriman dari laut. Ia mengatakan bersyukur saat ini di pelaba (kawasan wilayah) puranya tidak ada sampah kiriman dalam jumlah besar.

“Memang ada sedikit 2 hari yang lalu, tapi itu kita sudah tangani secara cepat pada pagi harinya. Karena kita menganggap itu wilayah suci yang harus dijaga selalu,” katanya.

Mengenai tiket masuk DTW Tanah Lot menurut Toni tak ada rencana kenaikan atau belum ada penyesuaian. “Yang dewasa tetap Rp20.000, untuk anak-anak Rp15.000. Tak ada rencana kenaikan harga,” pungkas Asisten Manajer. (BB/504)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button