Wednesday, 22-05-2024
Seremonial

Warga Binaan Ikuti Malam Perenungan Dosa di Lapas dan Rutan

Denpasar | barometerbali – Sabtu, 1 Januari 2022 bertepatan dengan awal tahun baru 2022, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas dan Rutan di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali melaksanakan kegiatan persembahyangan bersama dalam Perayaan Hari Raya Siwaratri.

Hari Raya Siwaratri merupakan hari suci yang dirayakan oleh semua Umat Hindu tidak terkecuali Umat Hindu yang berada di Lapas dan Rutan, Hari Raya Siwaratri umumnya dirayakan setiap 1 tahun sekali pada Purwaning Tilem Sasih Kapitu yang mempunyai makna malam perenungan dosa.

“Malam Siwaratri ini tepatnya adalah malam untuk merenungkan perbuatan yang pernah kita lakukan selama ini, Tentunya kita berharap kedepam perbuatan yang kurang baik agar tidak terulang lagi,” ucap Kakanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk.

Pada Lapas Singaraja, rangkaian hari Raya Siwaratri ini diikuti oleh ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan bersama Petugas Lapas yang beragama Hindu. Acara diawali dengan persembahyangan bersama yang kemudian dilanjutkan dengan Kegiatan Dharma Wacana (Siraman Rohani) oleh tim dari Kementerian Agama Kabupaten Buleleng.

Hal yang sama juga terlihat pula di Lapas Kerobokan yang juga memberikan Dharma Wacana kepada para WBP dengan mendatangkan Narasumber dari Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Di tempat yang terpisah, Lapas Perempuan Kerobokan juga berlangsung kegiatan yang serupa, bedanya kegiatan Dharmawacana dilaksanakan secara daring dengan narasumber dari Kementerian Agama Kota Denpasar.

Kegiatan persembahyangan bersama antara WBP dan Petugas Pemasyarakatan ini juga dilaksanakan di Lapas Tabanan, Lapas Karangasem, Rutan Gianyar, Rutan Bangli dan di Rutan Negara, di mana persembahyangan dilaksanakan hingga tengah malam pukul 00.00 Wita. “Perayaan Siwaratri kali ini, kami mengajak semua petugas untuk bersama-sama melakukan persembahyangan dan perenungan bersama dengan warga binaan pemasyarakatan,” kata Jamaruli Manihuruk.

Kegiatan persembahyangan bersama ini merupakan salah satu bentuk program pembinaan kepribadian WBP khususnya bidang kerohanian. Selama menjalani masa pidana di dalam Lapas/Rutan, seluruh WBP terus didorong untuk aktif dalam mengikuti setiap program lembinaan salah satunya adalah Pembinaan Kerohanian.

“Pembinaan Kerohanian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam melaksanakan ajaran-ajaran agama, meningkatkan pengetahuan agama serta memantapkan kembali kepercayaan diri mereka sehingga dapat bersikap dan berprilaku yang lebih baik di masa yang akan datang,” tutup Jamaruli Manihuruk. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button