Thursday, 23-05-2024
Vaksinasi

Binda Bali Tak Temukan Kasus KIPI selama Vaksinasi Anak

Kabinda Bali Brigjen Pol Hadi Purnomo ditemani Kadis Pendidikan Gianyar Made Suradnya meninjau vaksinasi di SD 1 Ubud, Gianyar, Kamis (13/1/2022)

Denpasar | barometerbali – Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Bali
Brigjen Pol. Hadi Purnomo, SH MH menyatakan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) sampai saat ini belum ditemukan dan tidak terjadi pada anak yang menerima vaksinasi di Bali.

Ia menyampaikan hal itu ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi di SD Negeri 1 Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (13/1/2022).

“Selama ini belum saya temukan kasus KIPI pada anak-anak di Bali pasca vaksinasi,” ungkap Hadi Purnomo.

KIPI merupakan bentuk respons tubuh terhadap vaksin yang disuntikkan. Efek samping vaksinasi memiliki reaksi yang berbeda-beda di setiap orang.

Umumnya, gejala KIPI ringan terjadi seperti demam, nyeri, pusing dan gejala itu bisa hilang dengan sendirinya. Lain halnya jika mengalami gejala KIPI parah yang harus segera mendapatkan pertolongan dengan tepat dan cepat.

BIN Daerah Bali senantiasa terus berupaya mendorong dan mengkampanyekan pelaksanaan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun di seluruh Bali.

Dalam kesempatan tersebut Kabinda Bali menyampaikan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 1500 dosis vaksin jenis Sinovac untuk anak usia 6-11 di Kabupaten Gianyar selama dua hari.

“Khusus di SD Negeri 1 Ubud dialokasikan vaksin jenis Sinovac untuk seluruh siswa berjumlah 562 orang,” imbuh mantan Kapolresta Denpasar ini.

Kegiatan vaksinasi yang digagas BIN Daerah Bali ini di hadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar Drs I Made Suradnya, MSi dan Ni Putu Suryani, SPd, Kepala SD Negeri 1 Ubud.

Seorang siswi SDN 1 Ubud menerima vaksin tahap 2 dari tenaga kesehatan (ist)

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar Drs. I Made Suradnya, menjelaskan vaksinasi tahap 1 untuk anak usia 6-11 tahun di Gianyar sudah mencapai 100 persen. Tinggal vaksinasi tahap 2 saja.

“Setiap hari kami keliling untuk memantau vaksinasi sekaligus PTM. Sejauh itu tak ada masalah,” ujarnya.

Dirinya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan BIN Daerah Bali dalam memberikan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun.

“Kami di Gianyar untuk vaksinasi anak tahap 1 sudah mencapai 100 persen. Hari ini (Kamis 13/1/2022) sudah mulai vaksin tahap 2”, sebut Made Suradnya.

Seperti kita ketahui, program vaksinasi untuk anak usia 6 – 11 tahun mulai dilaksanakan Pemerintah sejak awal Desember 2021 dengan target sasaran mencapai 26,5 juta anak di Indonesia dengan menggunakan vaksin jenis Sinovac.

Hal ini didasari terbitnya rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunizational/ ITAGI) perihal kajian vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun dan sudah adanya Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM untuk penggunaan vaksin Sinovac bagi anak usia 6-11 tahun. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button