Monday, 05-12-2022
Seremonial

Ringankan Beban Masyarakat, Wali Kota “Pelaspas” Krematorium Setra Badung

Denpasar | barometerbali – Setelah rampungnya pembangunan tempat pengabenan atau Krematorium Santha Swarga (Setra Bugbug) di kawasan Setra Agung Badung, Denpasar dilanjutkan dengan upacara malaspas (peresmian secara agama, red) yang digelar pada Buda Kliwon Matal, Rabu, (19/1/2022).

Bandesa Adat Denpasar, AAN Rai Sudarma mengatakan pembangunan bertujuan untuk meringankan beban krama (warga adat, red) Desa Adat Kota Denpasar dalam pelaksanaan Pitra Yadnya.

“Kita lihat jumlah krama yang mencapai sekitar 18.000 orang dari 105 banjar. Di antara mereka sampai ada yang keluar desa mencari krematorium karena mereka minim dana. Jadi tujuan kita jangan sampai mereka melakukan ngaben (kremasi, red) ke luar. Inilah tujuan kita untuk meringankan beban masyarakat Desa Adat Denpasar,” tandasnya.

Rencana pembangunan tempat pengabenan ini sudah dirancang sejak tahun 2017 lalu, namun pembangunannya baru mulai tahun 2021 dan diakhir tahun 2021 pembangunannya rampung serta dilanjutkan dengan upacara pamelaspasan

“Setelah pembangunan rampung, hari ini dilaksanakan pamelaspasan dan mendem pedagingan serta prosesi mecaru,” kata Rai Sudarma. 

Ia mengatakan, situasi saat ini mengharuskan para generasi muda untuk berfikir lebih ke depan lagi.

Pembuatan tempat pengabenan ini bukan ingin menghilangkan adat budaya, melainkan menguatkan adat budaya. Bahkan, dengan adanya tempat pengabenan ini, krama adat akan sangat terbantu dari sisi biaya.

Video courtesy Yayasan Gana Mandala Bali

Upacara Pamelaspasan yang dihadiri langsung Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Panglingsir Puri Agung Denpasar, AA Oka Ratmadi, Panglingsir Puri Pemecutan, anggota DPRD Provinsi Bali, AAN Adi Ardhana, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Muliawan Arya, Anggota DPRD Kota Denpasar, serta undangan lainnya. 

Tempat pengabenan ini berada di atas lahan seluas 33 are di Setra Bugbug yang berada di kawasan Setra Agung Badung. Setra Agung Badung memiliki luas 9,3 hektar sementara Setra Bugbug memiliki luas 40 are. Lokasi tempat pengabenan ini berada di sisi barat daya setra (kuburan, red).

Pembangunan tempat pengabenan yang dibantu Pemkot Denpasar ini pengerjaannya dilakukan oleh CV Agnesa Bangun Persada dengan nilai pekerjaan sebesar Rp1,9 miliar lebih. Rai Sudarma menjelaskan, pembangunan ini tidak akan mengurangi makna pengabenan termasuk adat dan budaya yang ada di dalamnya.

Sementara Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengapresiasi telah rampungnya tempat pengabenan ini dan dilanjutkan dengan Upacara Pamelaspasan.

“Pembangunan tempat pengabenan ini tentu dilandasi dengan niat baik semua pihak untuk mempermudah krama dan masyarakat di dalam prosesi upacara Pitra Yadnya. Ke depan dengan adanya tempat pengabenan diharapkan tidak ada permasalahan sehingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Jaya Negara.

Dalam pantauan media ini di lokasi Krematorium Santha Swarga (Setra Bugbug) terdapat tempat pengaskaran dan layon (jenazah) terdiri dari 4 bale, bale ngereka galih disediakan untuk 4 galih, bale pesandekan dan bale gong luas dan nyaman, tempat kremasi jenazah luas, bale pawedan untuk munggah 4 sulinggih. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button