Wednesday, 07-12-2022
Kesehatan

JKN-KIS, Tabungan Investasi Kesehatan Saat ini dan Masa Depan

Denpasar | barometerbali – Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, banyak manfaat yang dirasakan, baik untuk saat ini ataupun masa mendatang. Program JKN-KIS, bisa dikatakan sudah menjadi tabungan investasi kesehatan bagi masyarakat.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali I Komang Nova Sewi Putra mendengar aspirasi masyarakat saat reses dan merangkum ada 3 (tiga) hal keluhan masyarakat. Adapun yang paling tampak dan dirasakan oleh peserta JKN diantaranya masalah dalam mengakses pelayanan, kesetaraan pelayanan dan kualitas pelayanan.

Menurut Komang Nova yang ditemui media di Denpasar, Senin (14/2/2022) mengatakan saat ini banyak peserta yang seharusnya terdaftar tapi tidak memakai layanan, bukan karena tidak membutuhkan layanan JKN, tetapi karena banyak masyarakat yang tidak mengerti cara penggunaannya.

Oleh sebab itu, kata dia, sosialisasi dan edukasi mengenai layanan sangatlah penting dilakukan agar masyarakat bisa lebih memanfaatkan layanan ini lagi.

Sementara itu, mengenai permasalahan akses ia menyebutkan masih banyak fasilitas infrastruktur di suatu daerah sangat minim.

“Dalam hal ini, saya kira ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kalau ingin memberikan pelayanan adil, setara dan bisa terealisasikan maka perlu saling bekerja sama agar jaminan sosial ini bisa terlaksana dengan baik ,” tuturnya.

“Dengan JKN-KIS, kita tidak perlu khawatir dengan biaya kesehatan. Selama sesuai prosedur, akses layanan kesehatan pasti lancar,” kata Komang Nova yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Bali ini.

Dia menjelaskan, JKN-KIS menurutnya adalah tabungan investasi jangka panjang. Saat sehat kita membantu saudara kita yang membutuhkan layanan kesehatan. Sedangkan, ketika kita sakit, kita tidak perlu lagi pusing memikirkan akses layanan kesehatan termasuk biaya yang nantinya dikeluarkan. Semua karena kita sudah mempunyai jaminan kesehatan.

“JKN-KIS mempunyai prinsip gotong royong. Ini sangat bagus. Dengan gotong royong itulah kita dapat membantu dan dibantu orang lain,” ujarnya.

Lebih penting lagi menurut Nova Sewi Putra, dengan menjadi peserta JKN-KIS tidak hanya untuk mendapat layanan kesehatan saat ini, namun juga sebagai antisipasi ke depan jika terjadi sakit yang tidak diinginkan.

“Untuk saat ini belum sampai yang periksa di rumah sakit, atau sakit yang parah, tetapi kan tidak ada yang tahu kedepan. Tidak pernah minta untuk sakit, tetapi kan perlu diantisipasi, dengan JKN-KIS ini, istilahnya menabung juga karena iuran juga tidak besar,” paparnya

Masa pandemi Covid-19 ini menurutnya juga tidak ada kendala berarti untuk mengakses layanan kesehatan. Ia sendiri cukup merasa puas dengan layanan yang ada di Aplikasi Mobile JKN. Adanya layanan berbasis digital itu menurutnya sangat membantu, mulai dari cek iuran hingga dapat mengetahui berbagai informasi tentang layanan BPJS Kesehatan dan informasi tentang kesehatan lainnya.

“Dari awal saya juga sudah memanfaatkan layanan digital ini, termasuk dengan kartu digital. Yang membuat lebih mudah, tidak mudah hilang karena ada di telepon genggam kita yang bisa dibawa ke mana pun. Kemudian saya juga jadi bisa mengakses berbagai informasi, yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu dengan membaca artikel yang ada di aplikasi,” tandasnya

Nova Sewi Putra berharap ke depan pelayanan BPJS Kesehatan dapat semakin baik. Menurutnya, peserta JKN-KIS mencakup seluruh segmen masyarakat, sehingga dibutuhkan inovasi perbaikan layanan yang memudahkan peserta secara menyeluruh, baik yang ada di kota atau di desa, baik anak muda sampai lansia.(BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button