Tuesday, 29-11-2022
Ekbis

Diapresiasi Stakeholder Pariwisata, Kerja Keras dan Kebijakan Gubernur Bali

Denpasar | barometerbali – Stakeholder pariwisata memberikan apresiasi atas kerja keras dan kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam hal uji penerbangan international tanpa karantina dan Visa on Arrival (VoA) sejak 7 Maret 2022.

Kelompok Ahli Pembangunan Provinsi Bali Bidang Pariwisata, Sugeng Pramono menyampaikan hal itu saat ditemui awak media, Jumat (11/3/2022) di Denpasar.

Ia menegaskan persetujuan tersebut diberlakukan tetapi dengan sejumlah persyaratan.

“Persyaratan tersebut di antaranya, pelaku perjalanan luar negeri atau PPLN yang datang harus menunjukkan paid reservasi hotel yang sudah dibayar minimal 3 night 4 hari atau menunjukkan bukti domisili di Bali bagi Warga Negara Indonesia (WNI),” terang Sugeng.

Selain itu, bagi PPLN yang masuk harus sudah vaksinasi lengkap atau booster.

“Prosedurnya bagi PPLN adalah melakukan entry PCR-test dan menunggu di kamar hotel hingga hasil test negatif keluar. Setelah negatif bisa bebas beraktivitas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” imbuhnya.

PPLN kembali melakukan PCR-test di hari ke-3 di hotel masing-masing. Kemudian PPLN tetap harus memiliki asuransi kesehatan yang menjamin Covid-19 sesuai ketentuan.

“Gubernur Koster mengatakan pintu internasional Bali dibuka untuk PPLN sekaligus berharap ekonomi Bali terbantu,” ujarnya.

Stakeholder pariwisata menurut Sugeng menyambut baik atas dibukanya pelayanan penerbangan internasional ke Bali tanpa karantina dan Visa on Arrival.

“Saya berharap hal tersebut dapat membangkitkan kembali perekonomian Bali pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” harapnya.

Sudah lebih dari dua tahun Bali mengalami kontraksi yang sangat signifikan. Mengingat pariwisata menjadi tulang punggung perekonomian Bali. Oleh karena itu, dengan kebijakan upaya , usaha Keras Gubernur Bali yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu, melalui dibukanya penerbangan internasional ke Bali tanpa karantina dan Visa on Arrival yang kemarin.

Hal itu ditandai dengan mendaratnya pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Narita ke Bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali dilanjutkan dengan Singapore Airline – Denpasar. Charge flight jet start dari Timor Leste, Scoot Tiger Airways dari Singapore dan Garuda Sydney – Denpasar, Air Asia Dili – Denpasar.


Dari dibukanya penerbangan langsung ke Bali sudah 30 pesawat yang mendarat di Bandara Ngurah Rai dengan membawa 702 penumpang warga negara indonesia dan 2544 warga negara asing, total jumlah penumpang yang tiba 3246 per tanggal 7 Maret 2022.

“Penerapan Visa on Arrival dilakukan untuk 23 negara. Negara tersebut di antaranya Asean, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Qatar, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Italia, Selandia Baru, Turki, Uni Emirates Arab (UEA),” pungkas Sugeng. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button