Friday, 12-04-2024
Hukum

Kuasa Hukum GoldCoin Ajukan Penundaan Pemeriksaan Rizki Adam

Denpasar | barometerbali – Owner PT Goldcoin Sevalon Internasional (GSI) Rizki Adam yang sebelumnya dilaporkan member-nya atas dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp77 miliar, melalui kuasa hukumnya, Indra Tarigan SH, Ricky Kinarta Barus SH, dan Daniel Liando Sihombing SH memohon penundaan jadwal pemeriksaan oleh Penyidik Unit V Sat Reskrim Polresta Denpasar.

“Hari ini pada Rabu, 4 Mei 2022 kami mendatangi Polresta Denpasar guna mewakili klien kami Rizki Adam terkait surat panggilan yang dilayangkan oleh Polresta Denpasar. Tetapi karena saat ini klien kami sedang di kampung halamannya (Padang, Sumatera Barat, red) dalam rangka merayakan Idul Fitri, maka kami mengajukan penundaan jadwal pemeriksaan,” ungkap Tarigan dari Kantor Hukum Royal Eckra Law Office di Denpasar, pada Rabu (4/5/2022).

Ia menambahkan surat pengajuan penundaan pemeriksaan kliennya yang bernama lengkap Rizki Rioneer Adam secara resmi sudah disampaikan pada tanggal 30 April 2022 yang lalu.

“Tetapi pada saat itu penyidik yang berwenang sedang tidak berdinas sehingga surat tersebut kami titipkan pada petugas yang piket. Hari ini kami kembali ke sini untuk menanyakan perihal tersebut,” imbuhnya.

Sebagai warga negara yang baik menurut Tarigan kliennya tentu tetap akan memenuhi kewajibannya terkait surat panggilan tersebut.

“Akan tetapi kita sama-sama mengetahui bahwa semua orang muslim pasti saat ini sedang merayakan hari kebesaran umat Islam. Kebetulan kami tim pengacara yang nonmuslim yang dapat datang ke sini untuk mengajukan permohonan penundaan jadwal pemeriksaan serta mencari informasi terkait laporan kepolisian atas nama klien kami,” jelasnya lagi.

Seperti pemberitaan beredar di media lokal Bali, Rizki Adam selaku Ketua Umum Koperasi Konsumen Keluarga Goldkoin Internasional dengan kantor pusat di Jl. Nangka Selatan Denpasar itu telah dilaporkan ke Polresta Denpasar atas dugaan tindakan pidana penipuan dan penggelapan.

“Kedatangan kami ke sini juga mencari informasi terkait materi pelaporan, apakah yang dilaporkan adalah klien kami ataupun pihak lain. Pihak siapa yang melaporkan serta materi laporan belum kami dapatkan keterangan yang pasti,” ujar Tarigan.

“Karena sejak kami ke sini kami belum dapat menemui penyidik yang berwenang. Klien kami taat hukum, tetapi klien kami juga berhak mendapatkan informasi yang benar terkait permasalahan yang sedang dihadapinya. Terus terang klien kami juga bingung apa yang menyebabkan dia dilaporkan atas dugaan tindakan pidana penipuan dan penggelapan, karena koperasi yang dipimpinnya adalah entitas yang sah dalam menjalankan kegiatan usahanya,” sambungnya.

Tuduhan kliennya terlibat investasi bodong menurutnya perlu ditelaah lagi kebenarannya serta perlu diluruskan karena hanya bersumber dari satu pihak.

“Berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor: 060/RELO/Pdt-Pdn/IV/2022 tanggal 25 April 2022, dengan ini, kami para Advokat pada Kantor Hukum Royal Eckra Law Office, hendak menyampaikan permohonan penundaan pemeriksaan saksi atas nama Rizki Adam,” tambah Ricky Kinarta Barus.

Owner PT Goldcoin Sevalon Internasional (GSI) Rizki Adam

Lebih lanjut, Ricky menyebutkan Rizki Adam telah menerima surat panggilan untuk dimintai keterangan selaku saksi dalam perkara tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP sesuai surat panggilan Nomor: Spgl/253/IV/ 2022/Satreskrim tertanggal 25 April 2022.

Di sisi lain, Ricky menegaskan bahwa Rizky Adam tidak kabur ke luar negeri seperti kabar yang selama ini tersiar. Bahkan menurut Ricky, bos PT Goldcoin Sevalon Internasional (GSI) hingga saat ini masih berada di Indonesia.

“Itu tidak benar sama sekali. Jadi klien kami Rizky Adam masih di Indonesia, tidak benar ada di luar negeri. Beliau sedang merayakan hari raya Lebaran bersama keluarganya di kampung halamannya di luar kota Bali. Itulah alasan kami me-reschedule jadwal pemeriksaan ini,” terangnya.

Ricky meminta pemeriksaan terhadap Rizki Adam diundur pada 18 Mei 2022 mendatang. Selain itu, Rizki Adam juga terbuka untuk menerima restorative justice (keadilan restoratif).

“Harapan kami kasus ini dapat diselesaikan dengan restorative justice,” harapnya.

Selanjutnya Ricky menegaskan sebelum adanya putusan hakim yang inkracht (berkekuatan hukum tetap, red) sebagai warga negara yang baik mesti menerapkan asas presumption of innocence atau praduga tidak bersalah.

“Jadi maksud kami, sebelum ada keputusan pengadilan yang inkracht, belum tentu Rizki Adam itu bersalah,” pungkasnya. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button