Friday, 12-04-2024
Agama

Bangun Sekolah Hindu, Transmigran Bali di Desa Lalosingi Mohon Bantuan

Konawe Selatan | barometerbali – Pendidikan berbasis ke-Hinduan menjadi sangat penting diperoleh sejak dini. Dalam hal ini tidak hanya mendapatkan teori pendidikan secara formal namun yang paling terpenting adalah membentuk karakter peserta didik dengan nilai-nilai ke-Hinduan yang kita miliki. Memberikan pemahaman sejak dini akan menguatkan sradha (iman) dan bhakti (takwa) peserta didik untuk meyakini ajaran agama yang ia miliki.

Selain itu, memiliki pemahaman ke-Hinduan akan memberikan nilai tambah pada peserta sehingga lebih mampu memilah hal-hal yang baik dan tidak baik dilakukan.

Kondisi keumatan, khususnya Hindu saat ini harus mendapatkan perhatian besar agar tidak tergerus dengan segala kemajuan dan teknologi yg berkembang begitu cepat. Begitu banyak permasalahan keagamaan muncul akibat kurangnya penanaman ajaran ke-Hinduan sejak usia dini, sehingga lebih banyak umat Hindu yang beragama hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh orangtua dan leluhurnya tanpa memahami hakikat mendalam dari sebuah agama.

Melihat perkembangan ini, umat Hindu yang berada di Desa Lalosingi, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dipelopori oleh Putu Arya Dharma, SPd H, alumni IHDN Denpasar bersama-sama membangun TK berbasis ke-Hinduan (Pratama Widya Pasraman) dengan semangat gotong-royong.

“Pembangunan TK ini merupakan titik awal pembangunan pusat pendidikan Hindu di Sulawesi Tenggara, pembangunan TK ini telah mendapat bantuan dari Bimas Hindu Provinsi Sulawesi Tenggara dan sejumlah pihak,” ungkap Putu Arya yang sekaligus merupakan Ketua Yayasan.

Transmigran di Lalosingi nampak melanjutkan proyek pembangunan sekolah Hindu

Namun demikian menurutnya masih perlu adanya uluran tangan donatur untuk menyelesaikan pembangunan gedung agar lebih layak dan nyaman digunakan.

“Bagi Bapak/Ibu yang ingin membantu dalam membangun SDM Hindu dapat menyalurkan bantuan melalu rekening BRI Paud Bhuana Sastra 7393-01-017428-53-0,” harap Putu Arya dalam keterangan tertulisnya yang dikirim ke redaksi, Rabu (4/5/2022)

Dikatakan membangun sekolah Hindu membutuhkan tenaga ekstra, tidak mudah diwujudkan. Umat Hindu yang sebagian besar merupakan transmigrasi dari Bali yang berada di Desa Lalosingi dengan penuh semangat gotong-royong meluangkan waktu secara bergantian membatu pembangunan sekolah ini.

“Pembangunan sekolah ini diharapkan mendapatkan dukungan dari seluruh pihak agar umat Hindu yang berada di luar Bali ke depan juga mendapatkan pengetahuan keagamaan yang mapan dan akan berguna selama masa hidupnya,” pungkasnya (BB/501/ist)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button