Thursday, 01-12-2022
Peristiwa

Delegasi G20 “Disandera”, Pasukan Elit Kodam IX/Udayana Lumpuhkan Teroris

Ket foto: Atraksi kesiapan pembebasan delegasi G20 yang disandera teroris yang melibatkan 1.500 prajurit tempur dari 4 satuan elit Kodam IX/Udayana di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (16/6/2022)

Denpasar | barometerbali – Para kawanan teroris berhasil menculik beberapa delegasi KTT G20 di Nusa Dua dengan cepat membawa kabur ke markas mereka dijadikan sandera dan meminta tebusan kepada Pemerintah RI.

Menyikapi kejadian tersebut, Pangdam IX/Udayana selaku Dansubsatgas Pengamanan wilayah dalam pelaksanaan pertemuan G20 di Bali, segera mengambil langkah-langkah cepat dan taktis dengan mengerahkan 4 satuan elitnya.

Pangdam segera memerintahkan Danyon Raider 900/Satya Bhakti Wirotama, Danyonif 741/Garuda Nusantara, Danyonzipur 18/Yudha Karya Raksaka dan Dandenkav 4/Shima Pasupati untuk melaksanakan pembebasan tawanan para delegasi yang diculik teroris serta segera mengembalikan dan memulihkan situasi keamanan.

Demikian sekilas sinopsis simulasi pembebasan delegasi G20 yang disandera teroris yang melibatkan 1.500 prajurit tempur dari 4 satuan elit Kodam IX/Udayana. Atraksi tempur kesiapan pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 digelar di Lapangan Niti Mandala, Renon Denpasar, Kamis (16/6/2022) pagi.

Atraksi tersebut meliputi Pembebasan Tawanan dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 900/Satya Bhakti Wirottama, dlanjutkan dengan pertunjukan Escape dari Yonif Mekanis 74/Garuda Nusantara, Denkav 4/Shima Pasupati serta Demolisi dari Yonzipur 18/Yudha Karya Raksaka.

Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat Kodam IX/Udayana secara serentak.

Serah terima jabatan pejabat Kodam IX/Udayana meliputi Danrem 162/Wira Bhakti dari Brigjen TNI Lalu Rudy Irham Srigede kepada Kolonel Inf Sudarwo Aris Nurcahyo, S. Sos., M.M.,

Aspers Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Yudi Ruskandar, S.I.P. kepada Kolonel Inf Riko Haryanto, S.I.P.,

LO AU Kodam IX/Udayana dari Kolonel Lek I Made Dwipayana A., S.E., kepada Letkol Lek I. G. Putu Widhiantara.

Kababinmnvedcaddam IX/Udayana dari Kolonel Kav Sudradjat Dirgahayu, S. Sos kepada Kolonel Caj Mohamad Radjab.

Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) Raider 900/Satya Bahkti Wirotama dari Letkol Inf Teguh Dwi Raharja, S. Sos. kepada Mayor Inf Deden Ika Drajat.

Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) Mekanis 741/Garuda Nusantara dari Letkol Inf Riza Taufiq Hasan, S.I.P. kepada Mayor Inf Andi Sasmito, S.I.P.

Komandan Detasemen Kaveleri (Dandenkav) 4/Shima Pasopati dari : Mayor Kav Yusriadi kepada Kapten Kav Ari Yulianto, S. Sos.

Serta penyerahan jabatan dari Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto, S.E., M.M., kepada Komandan Batalyon Alteleri Medan (Danyon Armed) 20/ Bhadika Yudha dan Komandan Batalyon Arteleri Pertahanan Udara (Danyon Arhanud) 9/Angkasa Widya Jayanta.

Berikut narasi demonstrasi pembebasan tawanan

Jajaran Kodam IX/Udayana yang terlibat yakni Yonif Raider 900/Satya Bhakti Wirotama, Yonif 741/Garuda Nusantara, Yonzipur 18/Yudha Karya Raksaka dan Denkav 4/sima Pasupati.

Seperti diketahui pelaksanaan G20 yang akan diselenggarakan di Provinsi Bali tersebut diikuti oleh para delegasi-delegasi dan para kepala negara di dunia.

Disimulasikan pada saat ini sedang dilaksanakan pertemuan rapat G20 yang dilaksanakan di salah satu gedung yang berada di Bali.

Pada saat acara rapat sedang berlangsung, tiba-tiba terjadi aksi penculikan yang dilakukan oleh teroris bersenjata yang ternyata pada saat itu sudah menyamar menjadi peserta rapat G20.

Para kawanan teroris yang berhasil menculik beberapa delegasi dengan cepat membawa lari para delegasi ke markas mereka (para teroris) untuk dijadikan tawanan yang bertujuan untuk meminta tebusan terhadap pemerintah RI.

Mengetahui kejadian tersebut, Pangdam IX/Udayana selaku Dansubsatgas Pengamanan wilayah dalam pelaksanaan pertemuan G20 di Bali, segera mengambil langkah-langkah dengan memerintahkan Danyon Raider 900/Satya Bhakti Wirotama, Danyonif 741/Garuda Nusantara, Danyonzipur 18/Yudha Karya Raksaka dan Dandenkav 4/Shima Pasupati untuk melaksanakan pembebasan tawanan para delegasi yang diculik teroris serta segera mengembalikan dan memulihkan situasi keamanan.

Dengan perintah singkat tersebut, Danyonif 741/Garuda Nusantara sebagai Dansubsubsatgas Ring 2, memerintahkan jajarannya untuk melaksanakan pengepungan dan penutupan di area markas kawanan teroris yang sebelumnya telah diketahui tempatnya.

Selanjutnya, para Prajurit Yonif 741/Garuda Nusantara segera mengatur strategi untuk menduduki tempat dan melakukan pengepungan markas teroris dengan menggunakan panser-panser anoa untuk menutup jalan keluar masuk para teroris.

Karena para teroris merasa tertekan dan terisolir oleh pengepungan dari Satuan Yonif 741/Garuda Nusantara, pemimpin kawanan teroris menghubungi Ketua Panitia Penyelenggara G20 dan mengancam keselamatan para sandera untuk mendapatkan tebusan sesuai dengan keinginan mereka.

Atas dasar pertimbangan taktis dan strategis, Pangdam IX/Udayana memerintahkan Danyonif 741/Garuda Nusantara untuk menyusupkan personilnya yang dilakukan pada saat penyerahan logistik, uang tunai dan minibus mobil box.

Pangdam IX/Udayana juga memberikan perintah kepada Danyonif Raider 900/Satya Bhakti Wirotama dan Danyonzipur 18/Yudha Karya Raksaka untuk melaksanakan operasi Raid pembebasan tawanan serta menyiapkan 1 unit sniper.

Para prajurit yang menyamar sebagai pengantar logistik dan bersembunyi di dalam mobil box adalah prajurit-prajurit pilihan yang handal dan mempunyai kemampuan beladiri militer dan sanggup melakukan perkelahian dengan tangan kosong.

Setelah sampai di markas teroris, para prajurit pilihan yang menyamar sebagai pengantar logistik, menggiring beberapa teroris untuk mencek ke belakang mobil box dan terjadilah perkelahian yang cukup sengit.

Dengan kemampuan bela diri yang mumpuni dan andal, para prajurit yang menyamar sebagai pengantar logistik dengan mudah menumbangkan beberapa teroris.

Pada saat bersamaan tim mounteneering melompat dengan cepat dari tower dengan teknik snepling yang gesit setelah sebelumnya melaksanakan infiltrasi fasttrooping dari helikopter.

Terlihat satu tim Raid dari pasukan Yonif Raider 900/Satya Bhakti Wirotama dan tim Escape dari Detasemen Kaveleri 4/Shima Pasopati, dengan kecepatan yang tinggi dari gerakan cepat, senyap tepat, melaksanakan serbuan ruangan untuk menyerang para teroris dan menyelamatkan para sandera.

Sandera berhasil diselamatkan, kemudian dibawa Tim Escape ke safe house yang telah ditetapkan.

Namun pada saat pembebasan tawanan di markas teroris ternyata ditemukan bom yang ditempelkan di tubuh salah satu pejabat yang ditawan.

Selanjutnya Tim Raid pun melaporkan ke Danyonif Raider 900/Satya Bhakti Wirotama, untuk meminta bantuan tim Jihandak Yonzipur 18/Yudha Karya Raksaka.

Tim Jihandak Yonzipur 18/Yudha Karya Raksaka dengan menggunakan Ransus unit EOD Ivander tiba di sasaran di tempat tawanan yang terancam bom.

Operasi Jihandak dengan menggunakan EOD Bomb Suit berjalan menuju obyek yang akan dijinakkan.

Body Armor yang berbobot 30 kg dan mampu menahan ledakan dari bahan peledak berbobot 600 gram pada jarak 60 cm.

Operator Jihandak sedang mempelajari rangkaian bom yang terpasang pada pada tubuh tawanan.

Dengan menggunakan EOD Toolkit, operator akhirnya berhasil memutuskan rangkaian arus bom dan bom berhasil dijinakkan.

Bom ini selanjutnya dievakuasi ke tempat yang telah di siapkan untuk dilaksanakan pendisposalan.

Kawanan teroris yang berhasil kabur dengan menggunakan kendaraan bus yang di dalamnya masih ada sandera, dan dilakukan pengejaran oleh tim Raid dan satuan Yonif Raider 900/Satya Bhakti Wirotama dengan menggunakan 2 kendaraan PJD, 4 kendaraan trail, dan ikut juga satu tim Escape dari Denkav 4/Shima Pasopati dengan kecepatan yang tinggi dan kemampuan yang sigap.

Dengan sigap Tim Raid akhirnya berhasil menghadang laju kendaraan bus dengan segera melumpuhkan kawanan teroris dan menyelamatkan sandera yang selanjutnya akan dibawa ke safe house oleh Denkav 4/Shima Pasopati.

Selanjutnya dengan kemampuan Demolisi Yonif 18/Yudha Karya Raksaka, tim Demolisi melaksanakan penghancuran rumah markas teroris, di mana tempat tersebut diduga menjadi tempat penyimpanan bahan peledak yang akan digunakan kelompok teroris untuk menggagalkan kegiatan G20.

Dilakukan peledakan yang dilakukan oleh tim Demolisi dari Yonzipur 18/Yudha karya Raksaka.

Usai atraksi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI, Sonny Aprianto menyampaikan atraksi kesiapan prajuritnya ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para delegasi dan kepala negara yang menghadiri perhelatan KTT G20 yang dilaksanakan bulan November mendatang di Nusa Dua, Bali.

“Ada beberapa pejabat skepnya tidak jauh waktu, sehingga sertijabnya dilaksanakan serentak hari ini. Dan untuk atraksi ini sebagai kesiapan Kodam bersama Polda dan Binda Bali Nusra memberikan antisipasi ancaman-ancaman yang bisa ditimbulkan bagi para delegasi G20,” terang Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI, Sonny Aprianto kepada awak media.

Antisipasi yang dilakukan salah satunya seperti digambarkan yakni penyanderaan delegasi pimpinan negara peserta G20 oleh sekelompok teroris.

“Total ada 6.000 personel Satgas Pamwil dan 2.000 satgas evakuasi bencana, untuk antisipasi apabila bencana alam G20 dibentuk satgas evakuasi. Hal tersebut telah dipetakan unsur TNI dan Polri serta BIN untuk mengeliminir ancaman-ancaman dari musuh,” sambungnya

Mabes TNI dan Mabes Polri juga menerjunkan perkuatan pasukan pengamaman yang bergabung dengan pasukan Satuan Tugas Pengamanan Wilayah dan Satgas Evakuasi Bencana di Bali.

“Simulasi ini menunjukkan kepada masyarakat, bahwa kami siap melaksanakan pengamanan dalam rangka presidensi G20. Kami harus memberikan jamin keamanan karena perhelatan ini pertaruhan harga diri bangsa di mata internasional,” tegas Pangdam IX/Udayana.

Untuk mengingatkan, sejak resmi menjadi presidensi G20 sejak 1 Desember 2021 Indonesia mulai menggelar berbagai pertemuan awal G20. Meski masih dalam situasi, gelaran G20 di Indonesia dilaksanakan secara tatap muka di berbagai kota di Indonesia, sebelum nantinya akan ditutup di Bali pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Hal ini berbeda dengan presidensi G20 italia pada tahun 2021 yang mayoritas pelaksanaannya dilakukan secara daring.

Rangkaian pertemuan G20 Indonesia diperkirakan akan melibatkan 20.988 delegasi yang akan hadir. Delegasi ini berasal dari 19 negara anggota, Uni Eropa, dan tamu undangan.

Negara-negara anggota tersebut antara lain tuan rumah Indonesia, Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris (Britania Raya), Amerika Serikat, dan Uni Eropa. 

Ada berapa Delegasi yang hadir pada G20?

429 Delegasi KTT G20, yang mana pertemuan ini akan menghadirkan kepala negara atau kepala pemerintahan. Selain 19 negara dan uni eropa sebagai anggota, KTT G20 juga mengundang: Spanyol (tamu tetap), Uni Emirat Arab, Ketua ASEAN (Kamboja), Ketua NEPAD (Rwanda), dan Ketua African Union (Senegal).

  • 4.581 delegasi pada Ministerial Meetings
  • 1212 delegasi pada Deputies/Sherpa Meetings
  • 8.330 delegasi pada Working Group Meetings
  • 6.436 delegasi pada Engagement Groups Meetings. (BB/501).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button