Saturday, 03-12-2022
Breaking News

Presiden Keluarkan Keppres Pemberhentian Lili, Sidang Etik KPK Gugur

Jakarta | barometerbali – Dewan Pengawas (Dewas) KPK telah menerima Keputusan Presiden (Keppres) Joko Widodo tentang pengunduran diri secara resmi Lili Pintauli Siregar (LPS) sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertanggal hari ini. Atas pengunduran diri tersebut, Dewas menyatakan laporan dugaan pelanggaran etik Lili Pintauli gugur. Berdasarkan itu pula, Dewas menghentikan sidang etik dengan terlapor atau terperiksa atas nama Lili Pintauli.

“Keputusan Presiden nomor 71/P/2022 tentang pemberhentian yang bersangkutan. Jadi beliau (Lili Pintauli Siregar) mengajukan permohonan pengunduran diri kepada Presiden, dan Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden yang memberhentikan yang bersangkutan terhitung 11 Juli tahun 2022 yaitu hari ini. Menyatakan gugur sidang etik dugaan pelanggaran kode etik atas nama LPS dan menghentikan penyelenggaraan sidang etik,” tandas Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean seusai menggelar sidang etik di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/7/2022).

Lebih lanjut terkait alasan tak dilanjutkannya sidang etik dugaan penerimaan gratifikasi berupa tiket nonton ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika dengan terlapor Lili Pintauli Siregar, Tumpak menjelaskan karena saat ini Lili bukan lagi insan KPK. 

“Maka terperiksa (Lili) tidak lagi berstatus sebagai insan komisi,” cetus Tumpak.

Seperti diberitakan sebelumnya Dewas KPK menyebutkan Lili Pintauli Siregar sebenarnya telah mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua KPK sudah sejak 30 Juni lalu. Lili mundur sebagai pimpinan KPK berkaitan dengan dilanjutkannya laporan dugaan penerimaan gratifikasi berupa tiket nonton MotoGP oleh Dewas KPK ke sidang etik.

Selanjutnya laporan dugaan pelanggan etik Lili Pintauli dilanjutkan ke sidang etik setelah Dewas mengantongi keterangan dari para saksi. Salah satunya, keterangan dari Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Nicke Widyawati.

Dalam laporannya, Lili diduga menerima tiket nonton ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok dan fasilitas penginapan dari PT Pertamina. Tiket dan fasilitas penginapan tersebut merupakan bentuk gratifikasi yang dilarang diterima oleh penyelenggara negara ataupun pimpinan KPK.

Tentang Lili Pintauli Siregar

Dirangkum dari berbagai sumber, Lili Pintauli Siregar merupakan seorang advokat sebelum bergabung dengan KPK pada 2019. Karier Lili diawali sebagai Asisten Pembela Umum Lembaga Bantuan Hukum Medan pada tahun 1991–1992. 

Perempuan kelahiran Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini juga pernah bekerja sebagai asisten pengacara di kantor advokat Asamta Parangiunangis, SH & Associates pada 1992–1993. 

Lili kemudian aktif di Pusat Bantuan dan Penyadaran Hukum Indonesia (Pusbakumi) Medan hingga menjadi Direktur Eksekutif Pusbakumi pada 1999-2002.

Lulusan S1 dan S2 hukum di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan ini juga pernah menjadi Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) selama dua periode mulai dari 2008–2013 dan 2013–2018.

Kemudian Lili Pintauli Siregar beserta empat Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo, dan menjabat sebagai Wakil Ketua KPK periode 2019-2023. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button