Friday, 19-07-2024
Pendidikan

Jelang Dies Natalis Ke-60, Rektor Unud Harap Capaian Profesor Muda Meningkat

GATHERING – Media gathering menyambut Dies Natalis Ke-60 di Hotel Trans Resort, Seminyak, Badung, Selasa, (16/8/2022) malam. Foto: BB/Unud

Badung | barometerbali – Universitas Udayana (Unud) pada 29 September 2022, genap berusia 60 tahun. Berbagai kegiatan akan dan telah dilaksanakan untuk menyambut Dies Natalis Unud tersebut. Mulai dari napak tilas Prabu Udayana, gelar donor darah, berbagai acara kekeluargaan, perlombaan menarik, mengukuhkan 9 guru besar, hingga puncaknya dalam rapat senat Rektor Unud Prof. Gde Antara akan mempertanggungjawabkan kerja Rektor selama setahun terakhir.

Demikian terungkap saat digelar kegiatan Media Gathering Universitas Udayana yang diprakarsai Tim Juru Bicara Universitas Udayana (Tim Jubir Unud) di Hotel Trans Resort, Seminyak, Badung, Selasa, (16/8/2022) malam.

Nampak hadir pada acara ini yakni Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU., para Wakil Rektor, DWP Unud, para Dekan, para Guru Besar yang akan dikukuhkan, Ketua Forum Guru Besar Unud, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD., para kepala Biro, para Ketua Unit, Tim Jubir Rektor, dan rekan-rekan media online, cetak maupun elektronik.

Saat menyampaikn sambutannya Rektor Unud Prof. Gde Antara mengatakan dalam rangka Dies Natalis Unud pada 29 September mendatang berbagai rangkaian kegiatan sudah dan akan diselenggarakan. Untuk itu, Rektor mengharapkan partisipasi civitas akademika Universitas Udayana untuk bersama-sama merayakan dies natalis ini dengan berbagai kegiatan sehingga berjalan semarak. Baik acara kekeluargaan maupun lomba-lomba.

‘’Bertepatan Dies Natalis ke-60, Unud juga akan mengukuhkan 9 guru besar yang akan dilantik pada 3 September mendatang,’’ ujar Rektor Prof. Antara.

Dengan menambah 9 guru besar lagi, kata Rektor, Unud akan memiliki 186 guru besar atau 13 persen dari jumlah dosen yang ada dan ini akan terus naik dan patut disyukuri. Namun Rektor menegaskan sekarang bukan sekedar jumlah yang diharapkan tetapi capaian profesor itu bagaimana bisa diraih dalam usia yang lebih muda.

‘’Itu tantangannya, bagaimana bisa mengukuhkan profesor di bawah umur 30 atau 40 tahun, jangan menjadi profesor sudah umur 64 tahun,’’ ujar Rektor seraya menyebut Unud sudah berinvestasi agar profesor itu lebih cepat.

Dalam setahun kepemimpinan Rektor Prof. Gde Antara, Unud telah menorehkan beberapa capaian. Di antaranya di bidang akademik Unud sudah terakreditasi unggul. Sebelumnya sudah diakreditasi internasional sebanyak 9 prodi, tahun 2022 ini menambah 14 prodi dan tahun depan menambah 12 prodi lagi sehingga tahun 2023 Unud akan memiliki 35 prodi akreditasi internasional. Dengan demikian, dari 118 prodi yang ada di Unud, hampir 70 persen sangat baik, A atau Unggul. Hanya 25 persen terakreditasi B.

“Ini patut kita syukuri, makanya kita dorong supaya yang B menjadi Unggul dan yang Unggul menjadi internasional,’’ ucap Rektor dan akan menarget prodi baru yang dibutuhkan masyarakat.

Unud juga akan membuat program internasional yaitu Dewan Akademik Internasional yang akan berisikan 13-15 profesor terkenal di seluruh dunia. Mereka akan menjadi dewan akademik untuk menuntun guru besar Unud menjadi berkelas dunia. Dari 43 profesor yang masuk sudah diseleksi menjadi 11, dan 7 profesor berkelas dunia sudah menyatakan siap dan ditargetkan akan dihadirkan di Dies Natalis secara offline

Prof. Antara juga menyampaikan pada tahun 2021 Unud telah menyelesaikan 9 proyek, dan tahun ini akan selesai lagi 27 proyek.

‘’Yang menggembirakan, semua gedung dan infrastruktur itu tidak ada masalah setelah sudah ada kejelasan dari pihak berwenang. Sedangkan tahun depan Unud akan membangun 17 infrastruktur di mana tahun ini selesai 39 ruang kuliah baru dan tahun depan ada tambahan 226 ruang kuliah. Sedangkan yang lain-lain memerlukan perhatian untuk bisa dengan cepat kuliah bersama,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Dies Natalis Ke-60 Dr. Ir. Gede Suarta, M.Si memaparkan dalm rangka Dies Natalis Unud beberapa kegiatan dilaksanakan, di antaranya sudah dilaksanakan napak tilas Prabu Udayana yang dihadiri banyak peserta, juga ada kegiatan kekeluargaan seminar dan pengabdian masyarakat.

“Kami juga akan membikin gebrakan donor darah. Semacam pemecah rekor,  supaya mendapatkan 500 kantong darah di satu titik. Untuk itu kami ingin dukungan bapak ibu untuk menggerakkan mahasiswanya,’’ terang Suarta di depan para pimpinan Unud.

Untuk diketahui RS Sanglah per bulan menghabiskan 2.800 kantong darah sedangkan Kabupaten Gianyar per hari  bisa menghabiskan 50-100 kantong. Untuk itu Dr. Suarta berharap civitas akademika lebih aktif untuk berdonor darah.

“Dalam rangka mendukung PTN-BH, kita harus membuka UPT Donor Darah di RS Udayana,’’ ujarnya.

Sedangkan Ketua Forum Guru Besar Unud, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD. mengatakan untuk menghadapi dunia disrupsi kita harus berubah. Kadang-kadang kita ‘diperkosa’ oleh keadaan seperti Covid-19. Kalau dulu tidak mau online daripada offline, namun sekarang malah memilih online.

Suastika menyatakan keberadaan FGB Unud salah satunya memberikan sumbng saran kepada Rektor dan para pembantunya. Oleh karena itu, pihaknya mencoba mengajak para guru besar Unud di divisinya masing-masing untuk menyampaikan sumbang saran dan beberapa pemikiran di masing-masing divisi akan disampaikan pada saat Dies Natalis Unud ke-60 ini.

Pada kesempatan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Gusti Bagus Wiksuana melaporkan mahasiswa yang diterima tahun akademik 2022-2023 sebanyak 7.362 mahasiswa, terdiri dari S1 dan diploma 6.106, Pascasarjana, Profesi, dan Spesialis menerima 1.226. Sebanyak 6.506 mahasiswa mengikuti PKKMB termasuk mahasiswa sebelumnya yang belum mengikuti sedangkan yang lulus 6.157 mahasiswa. (BB/501)

Sumber: http://unud.ac.id 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button