Friday, 19-07-2024
Pendidikan

KKN PPM XXV Unud 2022 Berikan Penyuluhan PMK di Getasan

Badung | barometerbali – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud) melaksanakan program pokok kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) yakni Penyuluhan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Getasan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Jumat, (5/8/2022).

Kegiatan ini dipimpin Koordinator Desa Getasan I Gede Bagas Upaditha Adresya K., yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan dibantu juga oleh Kepala Bidang Peningkatan Produksi yakni Daniel David Kristiadhi, serta anggota KKN Desa Getasan lainnya di Kantor Perbekel Desa Getasan, Petang, Badung.

“Pelaksanaan program kerja tersebut turut mengundang perwakilan dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Kabupaten Badung sebagai narasumber yakni drh. I Ketut Gunata, M.P. selaku Sub Koordinator Pengamatan dan Penyidikan Penyakit Hewan atau Medik Veteriner,” ujar Gede Bagas

Rangkaian acara penyuluhan PMK tersebut juga turut mengundang Bandesa Adat Getasan, Ketua LPM Desa Getasan, Ketua TP PKK Desa Getasan, kelian banjar adat se-desa Getasan, anggota Satgas Penanganan PMK, serta yang paling utama Kelompok Ternak se-Desa Getasan.

Acara penyuluhan PMK tersebut dibuka secara resmi oleh Perbekel Desa Getasan I Wayan Suandi, S.Pt. Seluruh rangkaian acara disambut antusias peserta penyuluhan, terbukti dengan kehadiran peserta mencapai lebih dari 30 orang.

Antusiasme masyarakat dalam mengajukan pertanyaan juga menjadi salah satu parameter tersendiri suksesnya acara penyuluhan PMK tersebut. Namun, diperlukan juga adanya sosialisasi secara langsung dengan turun ke lapangan (door to door) agar dapat sekaligus melihat kondisi ternak.

“Tindak lanjut penyuluhan PMK dilakukan dengan pendataan jumlah serta kondisi kesehatan hewan ternak masyarakat di Desa Getasan yang telah dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu pada 8-9 Agustus 2022. Pendataan jumlah dan kondisi ternak ini termasuk dalam program bantu mahasiwa KKN PPM dengan Perbekel Desa Getasan. Data ternak yang dicatat meliputi hewan ternak berkuku belah yaitu babi, kambing, dan sapi. Untuk pendataan jumlah dan kondisi hewan ternak dilaksanakan di 4 banjar yaitu Banjar Kauh, Banjar Ubud, Banjar Tengah, dan Banjar Buangga,” lanjut Gede Bagas

Setelah pendataan tersebut rencana selanjutnya yakni pelaksanaan desinfektan pada kandang hewan ternak serta program vaksinasi sebagai bentuk tindak lanjut pencegahan penyebaran PMK.

“Kegiatan pendataan ternak, penyemprotan desinfektan, dan vaksinasi yang dilakukan nantinya akan bermanfaat untuk mencegah penularan PMK pada hewan ternak. Selain itu edukasi tentang gejala dan bahaya PMK juga diberikan kepada warga Desa Getasan yang memiliki hewan ternak sapi, babi, maupun kambing. Sehingga masyarakat dan para peternak ke depan diharapkan akan lebih siaga dan siap dalam menghadapi wabah PMK nantinya,” tutup Gede Bagas. (BB/501)

Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1616-KKN-PPM-XXV-Universitas-Udayana-2022-Memberikan-Penyuluhan-PMK-Penyakit-Mulut-dan-Kuku-di-Desa-Getasan-Kabupaten-Badung.html

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button