Monday, 22-07-2024
Pendidikan

Generasi Milenial Didorong Bantu Petani Pasarkan Produk Pertanian

Denpasar | barometerbali – Generasi milenial didorong untuk mengambil peran dalam membantu petani memasarkan dan memanfaatkan produk hasil pertanian. Mengingat selama ini petani mengalami kendala dalam memasarkan hasil pertanian, bahkan sering terjadi ketika musim panen harga produk pertanian sangat murah.

“Pada era milenial ini, peran generasi muda sudah mulai berkurang dalam pengelolaan pangan. Semestinya mahasiswa mampu meningkatkan jiwa entrepreneurship (kewirausahaan, red) yang dapat menjadi bekal masa depan, sehingga akan mampu menghasilkan peluang kerja di bidang pangan” kata Ketua Matching Fund 2022, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (Unwar) Dr. Ni Made Ayu Suardani Singapurwa, S.TP., M.Si di sela-sela pameran dalam rangka Dies Natalis Universitas Warmadewa yang ke-38 tahun 2022 di Denpasar pada Selasa (13/9/2022).

Menurut wanita yang juga Kaprodi Ilmu Teknologi Pangan-Unwar ini, salah satu strategi pemasaran yang dapat dilakukan generasi muda adalah melalui pameran produk hasil pertanian.

“Melalui pameran mahasiswa tidak hanya mampu menghasilkan produk hasil pertanian, tetapi juga berinteraksi serta menjual langsung kepada konsumen,” jelas Made Ayu.

Sementrara dalam Pameran dalam rangka Dies Natalis Universitas Warmadewa yang ke 38, Tim Matching Fund 2022, Fakultas Pertanian-Unwar memamerkan memamerkan produk hasil pertanian terintegrasi.

Pangan merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Melalui mahasiswa serta generasi muda yang tergabung dalam Agro Learning Centre dari Yayasan Tamiang Bali memamerkan produk hasil pertanian terintegrasi yang sudah mereka terapkan.

Dengan kegiatan ini mahasiswa mampu meningkatkan jiwa entrepreneurship yang dapat menjadi bekal masa depan, sehingga akan mampu menghasilkan peluang kerja di bidang pangan.

Hasil pertanian terintegrasi yang dipamerkan diantaranya kegiatan perikanan dan hasil olahannya, dimana pakan ikan diperoleh dari limbah peternakan. Kegiatan peternakan ayam kampung, yang diberikan pakan fermentasi dari limbah sayur dari hasil pertanian, dan dari limbah olahan empon-emponan.

Terdapat juga hasil kegiatan pertanian berupa sayuran eksklusif, kangkung, sayur hijau, yang dipupuk dari limbah peternakan, perikanan, dan hasil olahan pangan. Selain produk hasil perikanan, perikanan, dan peternakan dijual dalam bentuk segar, mahasiswa juga mengolah dan menjual dalam bentuk olahan pangan seperti jahe instan, kunyit instan, minuman kunyit, olahan ayam kampung panggang dan betutu ayam. Dengan menjual hasil olahan akan dapat meningkatkan nilai ekonomi dari hasil panen. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button