Thursday, 25-07-2024
Pendidikan

Gandeng eduCLaaS, Mahasiswa STIKOM Bali Magang Bergaji 300 Dolar per Bulan

Denpasar | barometerbali – Mau magang dengan gaji dolar? Ternyata hal itu bukan isapan jempol belaka karena terbukti ITB STIKOM Bali bersama eduCLaaS selaku digital learning and talent platform
(Institusi pendidikan dan inkubator) membuka peluang menarik bagi para mahasiswa untuk mendapat ilmu dan keterampilan dalam program magang bergaji dolar.

Menurut Associate Director Talent Management eduClaaS, Parvin Kaur, dalam berpartner dengan industri, mahasiswa ITB STIKOM Bali diberikan gaji dimulai dari 300 dolar AS setiap bulannya. Parvin mengakui tantangan yang dihadapi para siswa ini biasanya hanya di komunikasi, karena umumnya para mahasiswa agak malu dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Sementara semua kelas diberikan dalam Bahasa Inggris, bootcamp juga dalam Bahasa Inggris.

“Ini yang kita biasanya rekomendasikan kepada para industri untuk memberi minimum 300 US dollar tiap bulan. Biasanya ini pekerjaan remote jadi tidak perlu biaya akomodasi. Mereka bisa tinggal di sini dan bekerja dengan banyak perusahaan di luar,” ungkap Mrs Parvin di sela-sela edukasi yang diikuti puluhan peserta yang berlangsung di kampus ITB STIKOM Bali, Kamis (15/9/2022).

eduCLaaS yang mengangkat tema “Future-Ready Digital Talent Hybrid Recruitment Drive” di mana angkatan atau batch pertama dibuka Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan digelar di aula Kampus ITB STIKOM Bali juga disambut antusias kalangan industri dan perusahaan untuk mendapatkan tenaga muda yang terampil di bidangnya.

Lebih lanjut Parvin Kaur mengatakan kolaborasi yang dijalankan antara eduClaaS dengan ITB STIKOM Bali bertujuan untuk menyediakan kesempatan bagi mahasiswa menjalani work study degree program (magang). Dalam magang ini mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti 12 bulan dimana mereka akan diberikan kemampuan untuk meningkatkan skill teknis dan pengetahuan sebelum mereka dipindahkan ke mode magang.

“Kami akan berikan mereka akses untuk terhubung dengan perusahaan-perusahaan di luar Indonesia di Asia. Kita berikan paparan untuk dapat merasakan pengalaman langsung dalam magang dengan banyak perusahaan di luar Indonesia,” terangnya.

Saat ini, lanjut Parvin mahasiswa diberikan kesempatan memilih 3 program bisnis digital. Di bisnis digital ini mahasiswa dapat belajar tentang digital marketing dan sales di banyak bidang serta smart system dan software engineer.

“Programnya 4 tahun. Mahasiswa belajar penuh di tahun pertama dan bekerja part time di 3 tahun selanjutnya. Saya tentu berharap ini terus tumbuh berkembang, siswa berhasil dalam bootcamp. Kita akan memperkenalkan para mahasiswa ini ke banyak perusahaan di Asia yang membutuhkan talent-talent ini,” jelas Parvin.

Di balik tantangan itu, Parvin mengakui sebenarnya potensi keuntungan yang didapatkan sangat tinggi. Sebab perusahaan-perusahaan di luar Indonesia banyak membutuhkan talent dan Indonesia banyak memiliki talent yang bisa menjadi prospek bagus ke depannya di era digital.

Melalui kemitraan dengan ITB Stikom Bali, eduCLaaS memberikan kerja-studi internasional di mana pelajar memperoleh pengalaman kerja hingga tiga tahun sebelum lulus. Program Pendidikan Tinggi eduCLaaS berkontribusi dan bertujuan untuk mengisi kekurangan keterampilan digital di Indonesia.

“Pandemi Covid-19 telah menggeser ‘sekolah’ dan ‘kantor’ fisik kita ke masa depan di mana Anda dapat belajar dan bekerja dari mana saja dengan koneksi internet. Kami percaya bahwa belajar dan bekerja akan terjalin untuk masa depan yang konvergen di mana belajar adalah bekerja dan bekerja adalah belajar,” terangnya.

Parvin menuturkan eduCLaaS adalah Platform Keterampilan Digital Pan-Asia yang bertujuan untuk memberikan bakat dan pertumbuhan perusahaan dengan CLaaS untuk transformasi ekonomi digital yang inklusif.

“Kami menghubungkan mahasiswa pendidikan tinggi, orang dewasa yang bekerja, perusahaan, pengusaha, dan institusi pasca sekolah menengah untuk peningkatan keterampilan digital, induksi karir digital, dan pengembangan tenaga kerja digital,” urai Parvin.

CLaaS menghadirkan Pembelajaran Kompetensi sebagai Layanan untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital dengan kurikulum berbasis kompetensi, pedagogi pembelajaran berbasis kerja, dan perjalanan kerja-belajar terpadu.

“Kursus CLaaS telah menerima akreditasi dari badan pengatur pendidikan dan lebih dari 100 universitas internasional. eduCLaaS dengan jaringan 100+ kampus, telah melayani lebih dari 50.000+ pelajar, dan 2000+ perusahaan di seluruh Asia dengan CLaaS,” tutup Parvin. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button