Sunday, 23-06-2024
Peristiwa

KPK Tetapkan 10 Tersangka Pengurusan Perkara di MA

Ket foto: Ketua KPK Firli Bahuri menggelar konferensi pers penetapan tersangka terkait perkara dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022). (tangkapan layar/metro tv)

Jakarta | barometerbali – Usai melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati bersama 9 orang lainnya sebagai tersangka pengurusan perkara Koperasi Simpan Pinjam Intidana di Mahkamah Agung (MA). Hal itu terungkap dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022).

10 tersangka tersebut adalah, sebagai penerima, Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Hakim Yustisial/Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu, PNS pada Kepaniteraan Desy Yustria dan Muhajir Habibie, PNS MA Redi dan Albasri. Sebagai pemberi, pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno, pihak swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana) Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (Sumber: Research Center MGN).

Dalam perkara ini, KPK mengamankan uang dengan total nilai Rp2,2 miliar dalam operasi tangkap tangan yang digelar pada Rabu, (21/9/2022) lalu.

Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan kasus ini bermula Koperasi Intidana menghadapi gugatan di Pengadilan Negeri Semarang. Koperasi tersebut menghadapi gugatan pailit dari 10 anggotanya.

“Diawali dengan adanya laporan pidana dan gugatan perdata terkait dengan aktivitas dari koperasi simpan pinjam Intidana di Pengadilan Negeri Semarang,” ungkap Firli seperti dikutip dari tempo.co, Jumat (23/9/2022).

Dua diantara 10 penggugat itu adalah Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto. Mereka menggandeng Yosep Parera dan Eko Suparno sebagai kuasa hukum.

Pada tingkat pertama dan kedua, gugatan Heryanto dan Ivan ditolak. Keduanya lantas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung beberapa waktu lalu.

Dalam pengurusan kasasi itu, Yosep dan Eko diduga melakukan pertemuan dan komunikasi dengan beberapa pegawai di Kepaniteraan Mahkamah Agung. Para pegawai tersebut merupakan penghubung dengan Majelis Hakim agar putusan sesuai dengan keinginan pihak penggugat.

Pegawai yang bersedia dan bersepakat dengan Yosep dan Eko adalah, yaitu Desy Yustria. Dia menyanggupi untuk menjadi penghubung bagi para penggugat dengan Hakim Agung Sudrajad Dimyati.

Desy, menurut Firly, turut mengajak dua rekannya, Muhajir Habibie dan Elly Tri Pangestu untuk ikut menjadi penghubung penyerahan uang ke Majelis Hakim. Mereka diduga sebagai representasi dari Dimyati dan beberapa pihak di Mahkamah Agung Agung untuk menerima uang dari pihak-pihak yang mengurus perkara di Mahkamah Agung.

Firli menyatakan KPK menyita uang dalam pecahan dolar Singapura berjumlah 202 ribu atau setara Rp2,2 Miliar. Uang itu diduga diserahkan Yosep dan Eko kepada Desy dan rekan-rekannya. Soal asal usul uang, disebut berasal dari Heryanto dan Ivan.

“Yang kemudian oleh DY (Desy) dibagi lagi dengan pembagian DY menerima sekitar sejumlah Rp 250 juta, MH (Muhajir) menerima sekitar sejumlah Rp 850 juta, ETP (Elly) menerima sekitar sejumlah Rp 100 juta dan SD (Dimyati) menerima sekitar sejumlah Rp 800 juta yang penerimaannya melalui ETP,” ujarnya.

“Dengan penyerahan uang tersebut, putusan yang di harapkan YP dan ES pastinya dikabulkan dengan menguatkan putusan kasasi sebelumnya yang menyatakan KSP ID pailit,” kata Firli.

Pada 1 Agustus 2022 lalu, Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Kota Semarang menyatakan telah menerima salinan putusan kasasi Mahkamah Agung dalam kasus dugaan kepailitan Koperasi Simpan Pinjam Intidana. Dalam putusan tersebut, MA menyatakan Intidana pailit.

Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK juga menangkap delapan orang. Enam orang diantaranya telah menjalani penahanan sementara empat lainnya, termasuk Sudrajad Dimyati, belum ditahan. Firli meminta Hakim Agung dan rekan-rekannya tersebut kooperatif. Dia menyatakan penyidik akan segera melayangkan panggilan pemeriksaan terhadap mereka. (BB/501/tempo.co)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button