Sunday, 23-06-2024
Pendidikan

Dispernaker Badung Canangkan SMK Pandawa Bali Global Role Model SMK Siap Kerja

Ket foto dari kiri ke kanan: Kepala Cabang Bank BPD Bali Cabang Mangupura, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, MA, Kepala Dispernaker Kabupaten Badung Drs. I Putu Eka Merthawan, M.Si., Sekretaris Dinas PKO Provinsi Bali, dan Kepala SMK Pandawa Bali Global Abiansemal Hery Nugroho, S.Pd, M.Pd. (rsn)

Denpasar | barometerbali – SMK Pandawa Bali Global Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali mendapat kepercayaan dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Kabupaten Badung sebagai SMK Role Model Lulusan Siap Kerja. Pencanangan SMK Pandawa Bali Global sebagai SMK Role Model Lulusan Siap Kerja dilakukan oleh Kepala Dispernaker Kabupaten Badung Drs. I Putu Eka Mertawan, M.Si bertempat di SMK Pandawa Bali Global, Jl. Janger, Dauh Yeh Cani, Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (28/09/2022).

Kepala Dispernaker Eka Merthawan, mengatakan, acara hari ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Dispernaker Badung dengan jajaran STIKOM Bali Group dan setelah mendapat arahan dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pihaknya langsung merancang pencanangan SMK Pandawa Bali Global sebagai Role Model SMK Lulusan Siap Kerja guna mengurangi pengangguran terbuka di hulu.

“Karena Pak Bupati kita I Nyoman Giri Prasta sangat konsen mengenai masalah ketenagakerjaan di Badung pascapandemi Covid-19,” sebut Eka Merthawan.

Ia menguraikan, sebelum Covid-19, pengangguran di Badung hanya 0,97 persen, tetapi setelah Covid tahun 2020, angka pengangguran naik drastis menjadi 6,1 persen. Dan tahun 2021, menurut data Statistik Kabupaten Badung, angka pengangguran sebesar 6,93 persen.

“Yang dirumahkan kemarin sebanyak 42.000 orang dari 170.000 karyawan yang ada di Kabupaten Badung,” lanjutnya.

Kepala Dispernaker Kabupaten Badung Drs. I Putu Eka Mertawan, M.Si menekan tombol layar sentuh pertamda diresmikannya SMK Pandawa Bali Global sebagai sebagai SMK Role Model Lulusan Siap Kerja. (Ist)

Namun menurut Eka Merthawan, ada perkembangan yang luar biasa dalam hal penyerapan tenaga kerja. Kondisi saat ini berangsur-angsur naik, sekarang terserap hampir 85 persen.

“Indikator terukurnya, jika Kuta, Petitenget, Canggu, Seminyak dan Berawa macet berarti pendapatan Badung naik. Gitu cara hitungnya, gak terlalu ribet-ribet ukur dengan survey, gak. Begitu macet, saya yang paling bersyukur. Minimal tunjangan pegawainya bertambah,” ungkap Eka Merthawan sambil tertawa lepas.

Mengenai pemilihan SMK Pandawa Bali Global sebagai role model menurut Eka Merthawan karena Dispernaker Badung baru memiliki satu role model.

“SMK Yang lain tidak perlu khawatir, tentu karena role model kami baru satu, kalau rame-rame, koor, itu namanya paduan suara. Jadi bagi SMK lain yang ingin melihat apa keunggulan komparatif SMK Pandawa Bali Global Abiansemal, silahkan melakukan study banding di tempat ini. Jadi apa keunggulannya, silahkan, SMK Pandawa Bali Global Abiansemal tidak ‘demit’ (tidak boleh pelit berbagi, red). Konsep yang kami lakukan adalah Sahabat Pekerja dan IKM, konsepnya adalah Jayanti, kami menang tidak merugikan orang lain, kami berjaya tidak menginjak harga diri orang lain. Kita semua bukanlah kompetitor, kita semua adalah partnership,” beber Eka Merthawan.

Guna menguatkan komitmen Dispernaker Badung dalam hal menciptakan lulusan SMK siap kerja, pihaknya langsung menggandeng Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), HIPMI Kabupaten Badung, Bank BPD Bali, Lambaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Tahun ini, Dispernaker Kabupaten Badung menggratiskan 500 sertifikat untuk kerja. HIPMI Badung membuat ecommerce dengan sebutan mahaputra.id guna menampung IKM (Industri Kecil dan Menengah) Badung. Sedangkan LPK bertugas melatih tenaga kerja sesuai profesinya, kemudian akan diuji oleh LSP.

“Badung saat ini mengalami bencana tenaga kerja. Jika ingin ke luar negeri tanpa sertifikat tidak diterima. Makanya kita dikalahkan oleh Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja, karena kita sertifikasinya lemah. Nah undang-undang mewajibkan sertifikasi. Solusi kami tentu LSP. Siap kerja tanpa adanya sertifikasi no way,” tegas Eka Merthawan.

Foto bersama usai acara pencanangan (ist)

“Biaya sertifikasi profesi itu mahal, sekitar Rp600 ribu, jadi untuk 500 sertifikat tadi anggaran dari APBN langsung dikirim ke BNSP. Tahun ini, untuk SMK Pandawa Bali Global kami berikan kuota 60 orang sertifikasi gratis,” tandas Eka Merthawan disambut tepuk tangan hadirin.

Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, yang menaungi STIKOM Bali Group termasuk SMK Pandawa Bali Global Abiansemal, Prof. I Made Bandem, mengapresiasi sedalam-dalamnya langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Badung dan Kepala Dispernaker Badung ini.

“Umurnya (masa kerja) belum 100 hari, tapi langkahnya sangat tegas dan cepat dimulai dari SMK Pandawa Bali Global Abiansemal. Sampaikan salam kami kepada Bapak Bupati I Nyoman Giri Prasta atas usaha dan kerja samanya dengan ITB STIKOM Bali, dengan SMK Pandawa Bali Global Abiansemal yang kita miliki. Kerja yang dimulai kelihatannya kecil, tapi dampaknya pasti besar,” ucap Prof. Made Bandem.

Pada kesempatan itu Kepala SMK Pandawa Bali Global Abiansemal Hery Nugroho, S.Pd., M.Pd menyampaikan terima kasih kepada Dispernaker Badung yang telah memilih SMK Pandawa Bali Global Abiansemal sebagai role model. Menurutnya, kerja sama ini akan memberikan impact yang sangat positif bagi lulusan SMK Pandawa Bali Global Abiansemal yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja. Saat ini, SMK Pandawa Bali Global Abiansemal memiliki lima Kompetensi Keahlian yakni Akomodasi Perhotelan, Tata Boga, Akuntansi dan Keuangan, Multimedia, dan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. (BB/501/rls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button