Thursday, 25-07-2024
Peristiwa

Di WMF 2022, Jacky Mussry Ungkap Entrepreneurial Marketing jadi Kunci Pemasaran Tahun Ini

Ket foto: Deputy Chairman MarkPlus, Corp serta President of Indonesia Council for Small Business Jacky Mussry (wmf/wlm)

Bali | barometerbali – Hari kedua World Marketing Forum 2022 kembali diadakan di Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar Jumat (7/10/2022).

Jacky Mussry selaku Deputy Chairman MarkPlus, Corp serta President of Indonesia Council for Small Business menekankan soal bagaimana Entrepreneurial Marketing saat ini menjadi genre pemasaran baru.

“Pada Maret 2023 kami akan meluncurkan buku Entrepreneurial Marketing yang akan saya tulis bersama Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Hooi Den Huan,” buka Jacky.

Bicara soal lanskap bisnis pasca pandemi, Jacky menambahkan lanskap bisnis yang terus berubah menuntut pemasar untuk melakukan pendekatan yang lebih holistik.

“Ketidakpastian dan kecepatan dunia bertransformasi, sukses membentuk pasar dengan cara yang tidak dapat lagi kami pahami dengan hanya berpegang teguh pada ide-ide pemasaran lama,” tandas Jacky.

Menanggapi urgensi tersebut, Jacky menyatakan perlunya penerapan ‘Omnihouse Model‘ sebagai paradigma baru teknik pemasaran untuk diterapkan sebagai solusi terkini menghadapi tantangan bisnis dalam jangka panjang.

Omnihouse Model sebelumnya dikenalkan oleh Hermawan Kartajaya selaku Founder & Chairman M Corp melalui dua konsep yaitu CIEL dan PIPM “Creativity, innovation,
entrepreneurship
, dan leadership yang disingkat CIEL, artinya dalam bahasa Perancis yaitu langit. Artinya, pemasar maupun dunia bisnis tidak hanya harus kreatif dan inovatif, namun.diperlukan kombinasi antara strategi yang tepat dengan jiwa pemasar yang entrepreneurship, untuk kemudian dipadukan dengan kepemimpinan yang baik.”, ujar Hermawan.

Sementara itu, PIPM adalah Productivity, Improvement, Professionalism, Management. Bicara soal Productivity, Jacky menyampaikan semakin progresif sebuah perusahaan menjalankan bisnisnya, maka semakin kompetitif dan mudah baginya untuk memperoleh keuntungan.

Jacky juga menekankan bagaimana disrupsi teknologi hingga saat ini masih terus bertransformasi, mendorong para pegiat bisnis untuk mengadaptasi AI (Artificial Intelligent), machine, atau robot
sebagai sarana pemasaran. Hal ini mendorong para pembicara yang hadir untuk membahas pentingnya keseimbangan antara teknologi dan manusia.

Terdiri dari tujuh sesi, acara ini masih banyak mengulas sustainability dan
entrepreneurial marketing. Roger Wang, Presiden Marketing Institute of Singapore membuka sesi pertama dengan bercerita mengenai kiprahnya sebagai pegiat pemasaran.

“Sebagai seorang pemasar kita selalu
melakukan lebih banyak untuk mencari keuntungan, tetapi konsep degrowth marketing yang Profesor Kotler jabarkan kemarin lebih menarik, dengan berusaha lebih sedikit kita akan mendapatkan lebih banyak,” ungkapnya.

Degrowth marketing merupakan salah satu dari empat tren pemasaran yaitu sustainable marketing, degrowth marketing, peace marketing and customer science yang dikenalkan oleh Philip Kotler, Father of Modern Marketing.

Sesi kedua World Marketing Forum adalah diskusi dengan para ahli dari industri cryptocurrency.

Salah satu panelis, Jinny Lee selaku Kepala Kemitraan Global Klaytn Foundation menjelaskan peran lembaga moneter yang saat ini sangat penting bagi industri pemasaran untuk membangun ekonomi yang lebih baik dan inklusif.

Sisa hari diisi dengan diskusi dengan panelis yang diundang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka tentang topik-topik seperti: Humanizing Business, Mindfulness, Human Entrepreneurship, Hubungan antara Inovasi dan Peningkatan, dan masih banyak lagi. (BB/501/rls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button