Monday, 22-07-2024
Pendidikan

Usai Workshop, BIPAS Unud Ajak Mahasiswa Asing Belanja Pakaian Adat Bali di Pasar Sanglah

Ket foto: Workshop Pakaian Adat Bali bagi mahasiswa BIPAS yang berlangsung di Auditorium Prof Dr Ida Bagus Mantra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, Kamis (6/10/2022). (hms/unud)

Denpasar | barometerbali – Program Bali International Program on Asian Studies Universitas Udayana (BIPAS Unud) menyelenggarakan Workshop Pakaian Adat Bali bagi mahasiswa BIPAS, di Auditorium Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Kampus Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, Kamis (6/10/2022).

Hadir dalam workshop tersebut 110 orang mahasiswa BIPAS dari berbagai negara di Eropa ini turut didampingi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB Unud).

Acara dibuka Koordinator Program BIPAS Unud, Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi SS MHum MAppLing. Dalam sambutannya, ia memaparkan bahwa busana adat Bali memiliki keautentikannya sendiri yang akan menimbulkan kesan tersendiri bagi mahasiswa BIPAS.

“Kami ingin mengenalkan budaya Bali terutama busana adat Bali bagi mahasiswa BIPAS. Busana adat Bali memiliki keautentikannya sendiri sehingga akan sangat berkesan bagi para mahasiswa saat kembali ke negaranya masing-masing,” ucapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Dr. I Made Rajeg mengenai busana adat Bali. Pemaparan materi bertujuan untuk mengenalkan budaya Bali bagi mahasiswa asing terutama pakaian adat Bali. Usai pemaparan, acara berlanjut dengan mengajak seluruh mahasiswa BIPAS untuk turun langsung membeli pakaian adat Bali di Pasar Tradisional Sanglah di Denpasar.

Mahasiswa BIPAS didampingi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya membantu komunikasi dengan para pedagang di Pasar Sanglah. Para mahasiswa BIPAS diajarkan bagaimana cara tawar-menawar di pasar tradisional, khususnya pasar tradisional di Bali.

Setelah itu, mahasiswa BIPAS kembali ke Auditorium Prof Dr Ida Bagus Mantra Kampus Fakultas Ilmu Budaya untuk melihat demonstrasi cara mengenakan pakaian adat Bali dan langsung mempraktikkannya.

Dr. Rajeg saat diwawancara berharap program BIPAS ini dapat terus berlanjut dan menjadi ajang bertukar ilmu bagi seluruh mahasiswa bukan hanya mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya namun juga para mahasiswa asing BIPAS secara keseluruhan.

“Harapan kami program ini dapat menjadi ajang pertukaran ilmu antara mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal yang nantinya akan memberi dampak positif,” imbuhnya.

Dengan memerhatikan begitu banyak dampak positif dari program BIPAS Unud, maka diharapkan program ini dapat terus terjaga keberlangsungannya.

“Semoga dapat dilaksanakan secara lebih intensif,” harap Dr. Rajeg. (BB/501)

Sumber: http://unud.ac.id

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button