Monday, 22-07-2024
Peristiwa

Peringatan 20 Tahun Bom Bali Momen Hindari Penggunaan Kekerasan

Ket foto: Pelepasan 100 ekor burung merpati, 60 ekor tukik, dan 6 ekor penyu warnai peringatan “20 Tahun Bom Bali”, di Pantai Marusaka, Nusa Dua, Rabu (12/10/2022). (ist)

Nusa Dua | barometerbali – Kepala Detasemen Khusus (Kadensus) 88 Anti-Teror Irjen Pol. Mathinus Hukom menghadiri peringatan “20 Tahun Bom Bali,” yang berlangsung di Pantai Marusaka Nusa Dua Bali, Rabu (12/10/2022).

Dalam acara mengenang kembali aksi pengeboman yang dilakukan kelompok teroris Imam Samudera tanggal 12 Oktober 2002 malam tersebut turut dihadiri Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Ketut Suardana, Pejabat Mabes Polri, Purnawirawan serta Zannuba Ariffah Chafsoh atau lebih dikenal dengan nama Yenny Wahid.

“Tepat dua puluh tahun yang lalu kami hadir di sini dengan semangat kebersamaan,” ucap Irjen Mathinus mengawali sambutannya.

Saat itu tuturnya, baik dari petugas keamanan, investigator luar dan dalam negeri, TNI, Polri dan seluruh lapisan masyarakat bersama-sama untuk menyelesaikan tugas memitigasi dan menginvestigasi tragedi kemanusiaan Bom Bali yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia.

“Investigasi serangan bom yang terjadi saat itu diperlukan waktu kurang lebih delapan belas tahun untuk mengejar dan menangkap seluruh DPO-nya. Hal itu ditandai dengan ditangkapnya DPO terakhir yaitu saudara Zulkarnaen pada tanggal 10 Desember 2020,” paparnya .

Mengakhiri sambutannya Kadensus 88 AT juga mengatakan pendekatan yang bersifat humanis, melakukan komunikasi aktif dengan semua elemen secara egaliter perlu dilakukan untuk mencari solusi dalam menyelesaikan problem keamanan.

“Terutama yang bersentuhan dengan ideologi-ideologi kekerasan, intoleransi dan radikalisme yang Bapak Kapolri saat ini kembangkan untuk menghindari penggunaan kekerasan,” pungkas Irjen Mathinus.

Acara yang dilakukan di pesisir pantai tersebut diwarnai dengan pelepasan 6 ekor penyu, 60 ekor tukik dan 100 ekor merpati merupakan bentuk penghormatan kepada para korban dalam Tragedi Bom Bali.

Sekilas Bom Bali I

Pengeboman Bali 2002 (disebut juga Bom Bali I) adalah rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali. Sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan.

Rangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul oleh pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada tahun 2005. Tercatat 203 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera, kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat wisata tersebut. Peristiwa ini dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button