Monday, 22-07-2024
Ekbis

Hotel Kapsul Kini Tersedia di Bandara Ngurah Rai

Ket foto: Prosesi peresmian hotel kapsul PassGO-Digital Airport Hotel oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, Jumat (21/10/2022). (hms/ap1)

Mangupura | barometerbali – Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali meluncurkan fasilitas PassGO-Digital Airport Hotel yang merupakan hotel kapsul pertama yang terletak di dalam kawasan bandara melalui peresmian yang dilaksanakan pada Rabu (19/10/2022) siang. Fasilitas baru yang ditujukan untuk semakin meningkatkan nilai tambah dan kenyamanan, serta untuk menambah pilihan tempat beristirahat bagi para pengguna jasa bandara di Bali.

Acara peresmian hotel kapsul PassGO-Digital Airport Hotel dilaksanakan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, Direktur PassGO-Digital Airport Hotel Richard Josano, serta Direktur Operasi PT Angkasa Pura Hotel Imron Qodari. Turut hadir pula Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devy Suradji, serta General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan.

Hotel kapsul tersebut dikelola oleh salah satu anak usaha Angkasa Pura I, yaitu PT Angkasa Pura Hotel (APH) yang bekerja sama dengan PT Krisna Graha Primatama (KGP) yang merupakan salah satu operator hotel kapsul pertama di Indonesia.

“Peresmian PassGO ini menjadi salah satu upaya kami dalam pemulihan pariwisata yang mengalami kesulitan selama 2,5 tahun pada pandemi Covid-19. Sekarang ini semua stakeholder yang terkait dengan pariwisata berusaha untuk bangkit. Untuk bisa bangkit, kita tidak bisa berjalan sendiri, kita semua harus berkolaborasi dan bekerja sama dengan seluruh pihak, termasuk dengan PT Krisna Graha Primatama dan anak usaha Angkasa Pura I, yaitu Angkasa Pura Hotel, dalam membangun hotel kapsul ini,” beber Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Ia menambahkan ini menjadi salah satu keunggulan baru yang ada di Bandara I Gusti Ngurah Rai, dengan memberikan warna dan pilihan yang berbeda untuk seluruh pengguna jasa baik domestik maupun internasional.

“Harapan kami, hotel kapsul akan lebih memperkuat layanan yang diberikan Angkasa Pura I di bandara ini,” lanjut Faik Fahmi.

Hotel kapsul yang terletak di lantai 2 Terminal Kedatangan Internasional tersebut menawarkan sebanyak 132 kapsul atau pod modern berlapis kayu dengan tipe Superior dan Premier. Di dalam setiap kapsul dilengkapi sejumlah fasilitas dan fitur menarik, di antaranya adalah kartu akses, perlengkapan tidur berupa kasur, bantal, dan selimut berkualitas tinggi, TV kabel, tempat penyimpanan tas, sistem ventilasi udara, layanan internet nirkabel (Wi-Fi) berkecepatan tinggi, 2 port USB charging, lampu yang dapat berubah warnanya sesuai dengan suasana, cermin, lampu baca, serta headphone.

“Kami berharap dengan adanya fasilitas baru hotel kapsul di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ini, dapat semakin memberikan rasa nyaman bagi para traveller dan pengguna jasa bandara, yang pada akhirnya akan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan pariwisata di Bali,” harap Faik Fahmi.

Para tamu hotel kapsul tersebut juga dimanjakan dengan fasilitas loker pribadi dan kamar mandi terpisah untuk laki-laki dan perempuan yang dilengkapi dengan air panas dan air dingin.

Hotel kapsul ini juga dilengkapi dengan fasilitas umum berupa co-working space berkapasitas 20 orang, lengkap dengan fasilitas layanan internet nirkabel (Wi-Fi) berkecepatan tinggi, lobby, ruang tamu, serta kamera CCTV untuk memastikan keamanan dan kenyamanan tamu.

Direktur PassGO-Digital Airport Hotel Richard Josano menyatakan hotel kapsul di Bandara I Gusti Ngurah Rai merupakan pilihan yang menarik bagi para pelancong di Bali.

“PassGo Bali akan menjadi pilihan yang tepat bagi para pelancong untuk menunggu penerbangan berikutnya. PassGO Bali menyediakan pilihan tarif transit, mulai dari 6 jam, 9 jam, dan untuk menginap 1 malam, sehingga lebih fleksibel bagi tamu,” terang Richard Josano.

Richard juga menyatakan bahwa hotel kapsul di bandara akan sangat memanjakan para traveler yang menjalani pola kerja Work from Anywhere (WFA).

“Kemajuan teknologi digital memungkinkan generasi muda untuk bekerja dari mana saja. Mereka melakukan perjalanan lebih sering daripada sebelumnya untuk mencari pengalaman di tempat baru,” pungkasnya. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button