Monday, 22-07-2024
Peristiwa

Temuan 5000 Detonator Bom Ikan Bukan untuk Teror G20

Foto: Polisi menangkap 2 terduga pelaku pengiriman detonator bom ikan Ms dan AF dalam 2 (dua) kardus mie instan, di Perairan Situbondo, Jawa Timur, Rabu (9/11/2022). (tangkapan layar/sm)

Surabaya | barometerbali – Upaya pengiriman 5000 bahan detonator bom ikan di Pelabuhan Jangkar, Situbondo berhasil digagalkan Tim Opsnal Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur (Jatim), Rabu (9/11/2022) pukul 15.00 WIB. Namun demikian polisi akhirnya menegaskan penemuan itu tak ditujukan untuk sabotase atau teror kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Bali.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto membenarkan adanya penangkapan pelaku pengiriman bahan detonator yang ditegaskan merupakan detonator bom ikan.

“Sekali lagi itu bom ikan ya. Bukan bom. Jadi bahan detonator bom ikan. Jelasnya itu. Dan tidak ada kaitannya dengan G20. Rencananya detonator bom ikan itu akan dijual ke wilayah Sulawesi Selatan dan Kalimantan,” tandas Kombes Dirmanto.

Dalam peristiwa penangkapan di perairan Situbondo, Jawa Timur tersebut, polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku Ms dan AF yang terlibat dalam pengiriman bahan detonator bom ikan tersebut

“Pengungkapan ini merupakan keberhasilan Tim Ditpolairud Polda Jatim dalam rangka penegakan hukum di perairan,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (10/11/2022)

Penggunaan bom ikan itu menurutnya dapat merusak terumbu karang dan lingkungan perairan. Hal tersebut sangat dilarang dan harus dibasmi terkait tindak pidana perairan.

“Saat ini kasus ini masih dalam penanganan. Untuk identitas pelaku nanti akan dibuka ke publik. Mohon bersabar,” pungkas Kombes Dirmanto.

Diberitakan sebelumnya Tim Opsnal Ditpolairud Polda Jatim berhasil menggagalkan pengiriman 5000 detonator bom ikan di perairan Situbondo, Jawa Timur menuju Bali, Rabu (9/11/2022) pukul 15.00 WIB. Selain menggagalkan 5000 bahan peledak, polisi juga mengamankan dua orang pelaku masing – masing berinisial Ms dan AF. Ms sendiri disebutkan berstatus residivis.

Kronologinya disebutkan berawal dari informasi bahwa adanya pengiriman bahan peledak beserta pelaku yang ahli merakit bom sehingga tim melakukan penyelidikan. Tim bergerak cepat dari Banyuwangi di saat pengamanan intelijen KTT G20 di kawasan kring perairan Jawa Timur bergerak dengan tujuan penangkapan.

Selanjutnya rim bergerak dengan penyamaran tertutup untuk menunggu kepastian datangnya kapal yang memuat detonator dari kepulauan Ra’as, Kabupaten Sumenep, Madura pukul 16.00 WIB tim melihat kapal dan berhasil menangkap pelaku dengan membawa 2 (dua) buah dus mie instan.

“Tim langsung menangkap dan dilakukan pemeriksaan bahwa benar di dalam dus itu ada 5000 detonator,” ungkap seorang petugas kepada wartawan di lapangan.

Kedua pelaku beserta barang bukti dua buah dus, 5000 detonator (yang kemudian diketahui sebagai detonator bom ikan), 2 buah telepon seluler dan satu unit mobil jenis Chevrolet warna merah yang saat ini telah diamankan di Mapolda Jawa Timur untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Mengutip wikipedia, detonator sering disebut sebuah blasting cap atau tutup peledakan, adalah perangkat yang digunakan untuk memicu bahan peledak. Detonator dapat dimulai secara kimiawi, mekanis, atau elektrik, dua yang terakhir adalah yang paling umum. Detonator digunakan oleh militer, sipil, komersial, dan pertambangan. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button