Sunday, 21-07-2024
Peristiwa

Jaringan Jurnalis Peduli Sampah Tinjau Eco Bali Recycling

Foto: Kunjungan Pengurus Jaringan Jurnalis Peduli Sampah ke Eco Bali Recycling Jl. Raya Padonan No. 312, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Selasa (15/11/2022). (db/j2ps)

Kuta Utara | barometerbali – Di tengah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, wartawan yang tergabung dalam Pengurus Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) melakukan kunjungan sekaligus mengorek lebih jauh persoalan pengelolaan sampah ke 3 (tiga) titik. Lokasi pertama yang disanggongi adalah Eco Bali Recycling (PT Bumi Lestari Bali) di Jl. Raya Padonan No. 312, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Selasa (15/11/2022).

Rombongan Pengurus J2PS yang diketuai Apollo Daton Agustinus bersama Sekretaris Muhammad Ridwan, Igo Kleden dan I Gusti Ngurah Dibia, dan Penasihat J2PS Umar Ibnu Alkhatab diterima langsung Direktur Eco Bali Ketut Mertaadi dan Site Operational Manager of Eco Bali Ni Made Dwi Septiantari di ruangan rapatnya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua J2PS Apollo Daton Agustinus menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka sekaligus ingin mengetahui lebih jauh tentang bagaimana pola dan sistem pengelolaan sampah di tempat ini.

“Kami ingin tahu lebih gamblang pemaparan tentang proses pengolahan sampah di Eco Bali dan bagaimana caranya menjadikan sampah ini sehingga memiliki nilai ekonomi,” tandas pria yang akrab disapa Polo ini.

Ketua Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) Apollo Daton Agustinus (kanan) menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan kepada Direktur Eco Bali Recycling (kiri-kaos putih) didampingi Site Operational Manager of Eco Bali Ni Made Dwi Septiantari. (db/j2ps)

Ketut Mertaadi dalam penjelasannya menuturkan Eco Bali Recycling merupakan perusahaan yang berdiri sejak 2006 dan berfokus pada pengolahan sampah anorganik yang cakupan area operasionalnya di 4 kabupaten/kota yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) terdiri dari 25 kecamatan dan 86 desa.

“Sampah anorganik memberikan beban pada alam karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Seiring berjalannya waktu, ini merupakan sebuah keharusan untuk berubah. Sejak 2006 hingga kini kami sudah mengelola total sampah anorganik sebanyak 6.677.631 kg. Sedangkan dari Januari hingga September 2022 sebanyak 821.070 kg dan sampah yang masuk setiap harinya 4,5 hingga 5 ton,” terangnya.

Pemaparan pengelolaan sampah anorganik di Eco Bali Recycling

Ia menjelaskan visi Eco Bali adalah untuk memungkinkan semua orang menuju gaya hidup tanpa limbah. Di tempat ini ia mempunyai Material Recovery Facility (MRF) dan bekerja sama dengan produsen untuk mencari solusi pengolahan sampah. Ini menurutnya sebagai jawaban atas urgensi masalah pengelolaan sampah di Pulau Bali.

Di samping jasa sampah, Eco Bali Recycling juga mendampingi 300 TPS3R, membeli produk dari 200 Bank Sampah, 56 sektor informal, 1.600 lebih pelanggan jasa sampah dan jasa edukasi pembuatan pupuk organik di rumah-rumah penduduk.

Ketut Mertaadi menunjukkan souvenir dari sampah daur ulang

“Misi kami adalah untuk mempromosikan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, menciptakan pengetahuan hijau dan produk ramah lingkungan untuk mencapai nol limbah. Kami membina bank sampah, membina TPS3R dan menjadi off taker (pengambil sampah-red),” tegas Mertaadi sembari menunjukkan contoh-contoh sampah anorganik yang dikumpulkan selanjutnya dikirim ke pabrik untuk dijadikan beragam barang-barang perabot rumah tangga.

Program lain yang ditangani Eco Bali Recycling antara lain jasa sampah yang terpilah di sumber, komposting unit rumah tangga dan bisnis, dan Rumah Pemulihan Sampah (RPM) Anorganik.

“Apa yang kami kerjakan ini sesuai implementasi Pergub Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan sampah berbasis sumber,” bebernya.

Proses packing sampah anorganik

Pihaknya fokus memaksimalkan daur ulang, mengurangi jumlah sampah ke TPA dan mempromosikan pengomposan.

“Kami menjamin pembuangan sisa residu hanya di fasilitas legal. Eco Bali adalah operasi terdaftar dan kami mematuhi undang-undang nasional saat ini tentang pengelolaan limbah di bawah Kementerian Lingkungan Hidup,” imbuhnya.

Jenis sampah yang dikelola Eco Bali Recycling

Terkait upaya dan prestasi yang sudah berhasil dicapai Eco Bali, Site Operational Manager of Eco Bali Ni Made Dwi Septiantari memaparkan terjadi pengurangan sampah hingga 70-80% melalui daur ulang dan pengomposan 5.000 lebih ton sampah dikumpulkan dan diproses.

“Mengurangi dampaknya terhadap lingkungan, 300 sesi pendidikan di sekolah untuk lebih dari 15.000 siswa dan 1.000 guru, 2.500 lebih sesi pelatihan ramah lingkungan untuk rumah tangga dan bisnis 350 lebih instalasi pengomposan di rumah tangga dan vila,” rinci Dwi.

Mesin pengepresan sampah anorganik

Usai sesi penjelasan, jajaran Pengurus J2PS diajak ke gudang melihat pekerja melakukan proses pemilahan dan pengepresen sampah anorganik yang terdiri dari botol-botol plastik, plastik multilayer merupakanĀ plastik dilapisi bahan aluminium foil maupun bahan lainnya dan kertas/karton. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button