Sunday, 21-07-2024
Pendidikan

ITB STIKOM Bali Lepas 581 Wisudawan

Foto: Acara pelepasan 581 wisudawan ITB STIKOM Bali di BICC) – The Westin, Nusa Dua, Sabtu (26/11/2022). (BB/itb/stikom)

Nusa Dua | barometerbali – ITB  STIKOM Bali menggelar Wisuda XXX melepas sebanyak 581 wisudawan terdiri dari tingkat Sarjana sejumlah 575 orang dan Diploma 3 sebanyak 6 orang. 12 orang di antaranya memperoleh dua gelar, yakni Sarjana Komputer (S.Kom) dari ITB STIKOM Bali dan Bachelor of Information Technology (BIT) dari HELP University Kuala Lumpur, Malaysia. Acara wisuda tersebut berlangsung di Bali International Convention Center (BICC) – The Westin, Nusa Dua, Sabtu (26/11/2022).

Hingga Wisuda XXX ini, alumni STIKOM Bali berjumlah 9.054 orang terdiri dari S1 sebanyak 8.333 orang dan D3 sebanyak 721 orang. Sedangkan alumni Sarjana Dua Gelar sebanyak 164 orang.

Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan melaporkan, pada tahun ini ITB STIKOM Bali masuk rangking 127 nasional dari 3.115 perguruan tinggi negeri dan swasta dan menjadi kampus terpopuler nomor 1 dari 160 PTS di Bali Nusra berdasarkan Webometrics Ranking of World Universities, yakni sebuah lembaga pemeringkatan perguruan tinggi di seluruh dunia yang berkedudukan di Spanyol.

“Jumlah mahasiswa aktif kami yang sedang belajar saat ini adalah 6.623 orang, dimana 83 persen merupakan putera/i kita di Bali, sedangkan sisanya berasal dari seluruh provinsi di Tanah Air bahkan dari luar negeri,” ujar Dadang.

Rata-rata masa tunggu lulusan ITB STIKOM Bali hanya memerlukan waktu 40 hari atau satu bulan lebih untuk masuk ke dunia kerja ataupun wirausaha. Hal ini antara lain disebabkan oleh tingginya permintaan dan kebutuhan dari berbagai usaha dan industri terhadap tenaga TIK. “Setiap hari kami menerima permintaan tenaga kerja bidang TIK (kadang-kadang juga non-TIK) rata-rata tiga perusahan baik melalui surat, email, telepon, dan tidak jarang pula yang langsung datang ke kampus bahkan sampai dengan melakukan perekrutan di kampus,” jelasnya.

Hal tersebut pula ditunjang adanya bagian yang khusus menangani bimbingan karir baik bagi alumni maupun mahasiswa tingkat akhir yang tugas utamanya memberikan informasi, konsultasi maupun menyalurkan para alumni maupun mahasiswa memasuki dunia kerja. Sedangkan bagi yang mau berwirausaha, para mahasiswa dikelola oleh Inkubator Bisnis ITB STIKOM Bali.

Pada 7 Mei 2019 lalu, STIKOM Bali telah bertransformasi dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer menjadi Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali atau disingkat ITB STIKOM Bali dengan penambahan satu program studi Teknologi Informasi program Sarjana dan pada 31 Januari 2020 ITB STIKOM Bali telah mendapatkan izin dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang pembukaan program studi Bisnis Digital program Sarjana dan tahun 2022 ini menjalin kerja sama dua gelar dengan STT Bandung.

“Kabar gembira lagi, dalam waktu dekat, dengan seizin Yayasan, kami sedang memproses perizinan pembukaan Prodi Sains Data, dan selanjutnya sedang dipersiapkan dan dikaji beberapa pembukaan Prodi Cyber Security atau Computer Forensic, Prodi Pariwisata berbasis digital, Prodi Arsitektur berbasis digital, Teknologi Pembelajaran, Magister Bisnis Digital dan S3 Sistem Informasi,” rinci Dadang.

Rektor ITB STIKOM Bali Dr Dadang Hermawan (kiri) dan Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof Made Bandem saat memberikan keterangan pers. (igp/literasipost)

ITB STIKOM Bali kini telah memiliki dua fakultas dan (segera dibentuk) 1 Direktorat Pascasarjana. Yakni Fakultas Informatika dan Komputer dengan tiga Program Studi S1 yaitu Prodi Sistem Informasi, Prodi Sistem Komputer, dan Prodi Teknologi Informasi. Fakultas Bisnis dan Vokasi dengan dua Program Studi (Prodi Bisnis Digital S1 dan Manajemen Informatika D3).

Selain itu, ada program dua gelar nasional dengan Binus University (Sarjana Komputer dan Sarjana Manajemen sebanyak 17 mahasiswa) dan STT Bandung (Sarjana Komputer dan Sarjana Desain sebanyak 16 mahasiswa) serta program dua gelar internasional yakni HELP University (Sarjana Komputer dari ITB STIKOM Bali dan Bachelor of IT sejumlah 119 mahasiswa dan jumlah alumninya kini mencapai 164 orang).

“Demi menjaga kualitas penjaminan mutu, sejak 15 tahun yang lalu, kami  telah melaksanakan Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang telah tersertifikasi secara internasional melalui sertifikasi ISO 9001-2000, 9001-2008 dan saat ini 9001-2015, sehingga kampus STIKOM Bali dapat sejajar dengan perguruan tinggi kelas dunia lainnya di berbagai negara,” lanjutnya.

Saat ini ada 100 dosen yang sudah bersertifikasi dosen, 17 dosen bergelar Doktor dan 19 dosen yang sedang studi lanjut S3 di dalam negeri maupun luar negeri dan ada 42 dosen telah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Hak Cipta dan Karyanya.

Para mahasiswa sebelum menempuh ujian skripsi atau tugas akhir wajib menempuh sertifikasi yang bersifat internasional yakni Microsoft untuk sertifikasi office, Cisco dan Mikrotik untuk sertifikasi jaringan komputer, Foresec untuk sertifikasi keamanan jaringan komputer, Project Management Institute (dari USA) untuk sertifikasi Project Management dan Supply Chain Management.

Penandatanganan MoU serangkaian Wisuda XXX ITB STIKOM Bali (hms/itb/stikom/bali)

Untuk para mahasiswa kelas Internasional juga dilengkapi dengan sertifikat Diploma Satu Bahasa Inggris dari NIIT India. Sertifikasi internasional ini dilaksanakan atas kerja sama dengan Bisma Informatika, sedangkan untuk peningkatan kemampuan berbahasa Inggris dan sertifikasi TOEFL, STIKOM Bali bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Bisnis Administrasi Indonesia (LPBAI).

Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti yang menaungi ITB STIKOM Bali, Prof. I Made Bandem menyampaikan bahwa setelah diluncurkannya Program Magister Komputer Prodi Sistem Informasi tepat sehari sebelum pelaksanaan Wisuda ini, pihak Yayasan telah mengadakan rapat dan memutuskan untuk membangun gedung dan ruang kelas untuk Program Pascasarjana tersebut serta menyiapkan lab yang lebih canggih.

“Kami terus berupaya melengkapi fasilitas, namun tetap menjaga keseimbangan kualitas S1 dan S2. Untuk saat ini, kita akan tambah ruang-ruang kelas di kampus Renon, tapi pada akhirnya kami akan membuat kampus tersendiri untuk Program Pascasarjana. Pembelajaran untuk Magister Komputer ini akan dimulai Maret 2023 dengan target mahasiswa sebanyak 90 orang,” pungkas Prof. Bandem. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button