Saturday, 22-06-2024
Peristiwa

Jelang Pemilu, Bima Arya Wanti Wanti Perusahaan Rokok Dekati Kandidat

Foto: Walikota Bogor Bima Arya (batik biru) bersama Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, perwakilan Gubernur Bali, dalam pertemuan APCAT (The Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) di Prime Plaza Hotel Sanur Bali dari tanggal 1-3 Desember 2022. (BB/db)

Sanur | barometerbali – Terkait perhelatan politik yang kian menghangat menjelang Pemilu 2024, Walikota Bogor Bima Arya mewanti-wanti akan ada intervensi dari industri tembakau biasanya mendekati kandidat.

“Saya sarankan untuk hati-hati,” pesan Bima Arya mengingatkan di sela-sela pertemuan APCAT (The Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) di Prime Plaza Hotel Sanur Bali dari tanggal 1-3 Desember 2022.

Ia menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam mencegah dampak negatif dari industri tembakau demi menciptakan generasi bebas tembakau.

“Ada 360 kota dan kabupaten telah mengadaptasi Perda pengontrolan tembakau hingga bulan November 2022 ini. Kami semakin menjadi mitra yang strategis bagi Kemenkes,” ungkap Bima Arya pada even dunia kolaborasi The Union, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dan Central Udayana itu.

Para delegasi bupati dan walikota se-Asia Pasifik dalam APCAT 2022 di Sanur, Bali (BB/db)

APCAT ingin menciptakan kegiatan menarik untuk mencegah efek negatif penggunaan tembakau pada pertemuan bupati dan walikota se-Asia Pasifik ini.

Asia Pacific Cities Alliance for Tobacco Control and NCDs Prevention/APCAT atau Konferensi Aliansi Kota se-Asia Pasifik untuk pengendalian tembakau dan pencegahan penyakit tidak menular ini dihadiri ratusan delegasi berbagai negara dan kabupaten kota se-ndonesia.

Lebih lanjut Bima Arya memaparkan, APCAT bertujuan membawa komitmen, untuk memperkuat kolaborasi, mengakselerasi kemajuan, mencegah beban Penyakit Tidak Menular PTM, manghapuskan Tuberculososis TBC dan meningkatkan sinergi.

“Saya melihat taktik terbaik, para pemimpin daerah di negara Asia Pasifik dari isu pengendalian tembakau, dan untuk konteks lokal, menciptakan kota bebas asap rokok, melarang iklan rokok, advokasi meningkatkan cukai,” urai Bima Arya yang juga Co-Chair APCAT (The Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development ini.

Beberapa poin penting lainnya, ditekankan APCAT ingin menciptakan generasi bebas tembakau, menciptakan kegiatan menarik untuk mencegah efek negatif penggunaan tembakau.

Bima Arya menegaskan prioritas APCAT benar-benar menekankan pentingnya kepemimpinan dan menguatkan komitmen untuk pengendalian atau kontrol tembakau.

“Mendorong akuntabilitas pemerintah subnasional, seperti vaksinasi dan mencegah pengaruh industri komoditas tembakau,” sambungnya.

Selain itu penting juga untuk keberlanjutan, upaya pemerintah memperkuat kemampuan layanan kesehatan di daerah. Di Indonesia, Aliansi Wali Kota semakin diperkuat, dibangun sejak 2011.

“Saya dengan bangga mengatakan aliansi ini akan mencegah dampak negatif dari industri tembakau,” tegasnya dalam acara yang juga dihadiri Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Wali Kota Denpasar I Gusti Jaya Negara.

Walikota Bogor Bima Arya saat diwawancara awak media (BB/ist)

“Kami membangun akuntabilitas untuk intervensi kesehatan masyarakat daerah,” tandasnya.

Tercatat pada tahun 2016, hanya ada 12 kota di kawasan Asia Paaifik namun sekarang sudah ada 82 wali kota di 12 negara yang memberi dukungan dalam pengendalian tembakau.

“Peran sosial media peran komunitas kus memperkuat kolaborasi, tidak hanya Program G to G (Government to Government), B2B atau Business to Business namun juga kalangan muda dan media yang harus fokus pada pentingnya kesehatan,” pungkas Bima Arya. (BB/501/wrt)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button