Thursday, 25-07-2024
Peristiwa

Gempabumi 6.2 SR Guncang Jember dan sebagian Bali

Grafis: Informasi dan shakemap modelling BMKG terkait gempabumi tektonik 6.2 SR tak berpotensi tsunami, Selasa (6/12/2022) pukul 13.07.48 WIB (BB/bmkg/kolase)

Denpasar | barometerbali – Gempabumi tektonik dengan kekuatan 6.2 SR mengguncang wilayah Bali dan Jawa Timur pada Selasa (6/12/2022) pukul 13.07.48 WIB, namun pihak BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Informasi singkat yang disampaikan petugas BMKG di WhatsApp Group (WAG) BMKG Selasa (6/12/2022) juga menyebutkan titik koordinat gempa pada Lintang 10.75 LS, Bujur: 113.42 BT, dengan kedalaman 10 km, dan berlokasi di selatan Pulau Jawa.

Tepatnya 284 km Barat Daya Jember Jawa Timur, 291 km Tenggara Lumajang Jawa Timur, 295 km Barat Daya Kuta Selatan Bali, 305 km Barat Daya Denpasar Bali dan 892 km Tenggara Jakarta.

Selanjutnya dijelaskan gempabumi ini dirasakan di Jember, Banyuwangi, Gumukmas, Mataram, Karangkates, Kepanjen, dan Sumberpucung III MMI, Kuta Selatan II-III MMI, Kuta, Ponorogo, Madiun, Klaten, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Sawahan II MMI.

Lebih lanjut update dari Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryojo, S.Si., M.Si memaparkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi/patahan batuan di zona outerise.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” jelasnya.
 
Gempabumi ini sebut Daryono berdampak dan dirasakan di daerah Jember, Gubukmas, Mataram, Kepanjen, dan Sumberpucung dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Kuta dan Kuta Selatan dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), daerah Madiun, Ponorogo, Bantul,  Yogyakarta, Sawahan, Klaten, Banyuwangi, dan Karangasem dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono dalam rilis BMKG yang diterima media ini.
 
Gempabumi Susulan


Hingga pukul 13.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 (dua) aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan kekuatan terbesar M4,6.
 
Ia merekomendasikan kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya.


Daryono mengingatkan pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.
(BB/501/bmkg)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button