Sunday, 23-06-2024
Peristiwa

Diduga Epilepsi Kumat, Penyebab Putu Nova Meninggal di Selokan

Foto: Tim SAR membongkar beton selokan untuk mengangkat jenazah Putu Nova Apriana (28) dari dalam selokan di belakang SMA PGRI Seririt, Kabupaten Buleleng, Jumat (9/12/2022) siang. (BB/sar)

Buleleng | barometerbali – Jenazah yang ditemukan terjepit di selokan belakang SMA PGRI Seririt, Kabupaten Buleleng, Jumat (9/12/2022) siang akhirnya terkuak identitasnya. Korban bernama Putu Nova Apriana (28), warga Desa Petemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali.

Putu Nova ditemukan tewas usai dua hari tak pulang. Korban ditemukan tak bernyawa di gorong-gorong depan rumah kos milik warga Desa Lokapaksa, Jumat (9/12/2022) sekitar pukul 13.45 Wita.

Paman korban bernama Ketut Nesa mengaku kehilangan korban sejak dua hari lalu setelah keluar dari rumah sekitar pukul 07.00 Wita.

“Kami melakukan pencarian kemana-mana. Selain mengalami gangguan mental korban juga mengidap epilepsi,” jelasnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (9/12/2022)

Bahkan sebelum mayatnya ditemukan Ketut Nesa mengaku sempat melihat bungkusan kresek yang biasa dibawa korban disekitar TKP tempat mayat korban ditemukan dalam gorong-gorong. Ia sempat mengkhawatir penyakit epilepsinya kumat.

“Kalau dilihat ciri-cirinya sudah jelas menggunakan celana warna coklat. Dari dulu saya khawatir dia (korban) akan mengalami seperti ini karena sakitnya itu (epilepsi),” tandasnya.

Menurut Nesa, keponakannya memang sering beraktivitas di area itu. “Nggak pernah ke mana-mana, memang di sini saja biasanya beraktivitas,” tegasnya.

Penemuan jenazah Nova berawal dari warga sekitar mencium bau busuk di sekitar gorong-gorong. Warga pun melaporkan hal tersebut ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Seririt.

Basarnas kemudian membongkar beton selokan untuk mengangkat jenazah korban. Korban saat dievakuasi sudah dalam kondisi kaku dengan posisi telungkup.

“Kami dapat laporan dari Bhabinkamtibmas sekitar pukul 13.45 Wita, ada penemuan mayat, lalu kami membobol beton untuk mengevakuasi jenazah korban,” jelas Koordinator Pos SAR Buleleng Dudi Librana Ambarjaya.

Dalam keterangannya disebutkan bahwa proses evakuasi berlangsung kurang lebih 1 jam. Tim membobol beton membuat lubang agar bisa mengakses korban dan mengevakuasinya. Diperkirakan diameter saluran selokan tersebut sekitar setengah meter.

“Kami membobol beton gorong-gorong dengan menggunakan teknik Collapse Structure Search and Rescue (CSSR) memerlukan waktu cukup lama disebabkan beton penutup gorong-gorong cukup tebal,” sambung Dudi.

Pada pukul 14.15 wita korban diangkat dari lubang dan selanjutnya dibawa menuju RSUD Kabupaten Buleleng menggunakan ambulans PMI.

Saat dimintai keterangan, Dudi Librana mengatakan korban adalah laki-laki dengan kondisi wajah sudah tidak dikenali, kemungkinan sudah beberapa hari meninggal dunia. Sampai dengan saat ini belum diketahui identitas korban.

Selama proses evakuasi berlangsung turut melibatkan Basarnas Bali (Pos SAR Buleleng), Polsek Seririt, Babinkamtibmas Seririt, BPBD Buleleng, Bhuana Bali Rescue, Tim Medis Puskesmas Seririt, PMI Buleleng dan masyarakat setempat. (BB/501/sar/ay)


Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button