Thursday, 25-07-2024
Peristiwa

Bertema Desaku Bersih Sampah Plastik, Tim Desa KBS Mas Gelar Lomba Mewarnai

Foto: Penyerahan hadiah 10 besar Lomba Mewarnai Tingkat TK yang digelar Tim Desa Kerti Bali Sejahtera (KBS) Desa Mas di Kedai Umah Jingga – Eatery & Coffee di Jalan Subak Kacangbubuan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar tanggal 10 – 11 Desember 2022. (BB/db)

Gianyar | barometerbali – Dalam rangka memperingati Hari Ibu Tahun 2022 dan mendukung pelaksanaan Program Pemerintah Provinsi Bali dalam bidang lingkungan khususnya masalah sampah, Tim Desa Kerti Bali Sejahtera (KBS) Desa Mas menyelenggarakan Lomba Mewarnai Tingkat TK dan SD, berlangsung di Kedai Umah Jingga – Eatery & Coffee di Jalan Subak Kacangbubuan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar dari tanggal 10 – 11 Desember 2022.

Kegiatan lomba yang dihadiri Camat Ubud I Wayan Suwija, Perbekel Desa Mas Wayan Gede Darmayuda, didampingi Bandesa Adat Mas Wayan Gede Arsania dan Koordinator KBS Desa Mas Ketut Ariantana ini mengambil tema “Desaku bersih tanpa mengotori desa lain”, untuk tingkat TK dan “Desaku lestari tanpa sampah plastik” untuk tingkat SD Kelas 1 dan 2. Terhitung sebanyak 47 siswa-siswi SD dan 49 siswa-siswi TK terlihat antusias mengikuti lomba ini.

Para peserta lomba mewarnai tingkat TK (BB/db)

Ketut Ariantana ditemui di sela-sela acara mengatakan latar belakang kegiatan ini karena Pemprov Bali memiliki program penanganan sampah plastik sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 sehingga temanya terkait dengan hal itu.

“Makanya temanya sesuai dengan visi misi gubernur itu kan desaku lestari tanpa sampah plastik untuk tema SD. Untuk tema TK, desaku bersih tanpa mengotori desa lain. Ini juga dikaitkan dengan peringatan Tumpek Wariga yang lebih kepada pelestarian lingkungan hidup. Kebetulan kemarin kan Tumpek Wariga atau lebih dikenal dengan Tumpek Bubuh,” jelas Ariantana, Minggu (11/12/2022).

Terkait keterlibatan Tim Desa KBS menjadi inisiator kegiatan ini, Ariantana menjelaskan bertujuan untuk memantau pelaksanaan program-program prioritas dari pemerintah Provinsi Bali yang ada di Desa Mas khususnya sekaligus menyampaikan edukasi terkait persoalan menjaga kebersihan lingkungan dari sampah.

“Kegiatan ini simpel dan bertujuan memberikan edukasi sedini mungkin kepada anak-anak terkait seni mewarnai dan menjaga kebersihan desa dari sampah plastik khususnya. Paling mudah kan melalui menggambar, mewarnai itu. Yang kedua sih ingin memperkenalkan tempat ini,” ungkapnya.

Kordinator Tim Desa Kerti Bali Sejahtera (KBS) Desa Mas Ketut Ariantana (BB/db)

Ia menambahkan, lebih jauh dalam hal penanganan sampah ujung tombaknya berada di desa adat dalam hal pengelolaannya.

“Kembali ke desa adat yang lebih berperan untuk menyelesaikan program ini. Salah satunya Desa Mas kini sudah ada TPS3R di Abian Seka,” singgungnya.

Di tempat yang sama Bandesa Adat Mas Wayan Gede Arsania memberikan apresiasi positif atas kegiatan ini kerena dapat mengalihkan perhatian anak-anak yang saat ini banyak menghabiskan waktunya bermain gadget (gawai-red).

Tyang (saya-red) di desa sangat menyambut baik kegiatan-kegiatan seperti ini karena mampu meningkatkan perhatian kita pada kebudayaan kita. Kedua, membangun kreativitas anak mulai dari usia dini, selanjutnya memberikan kesibukan pada anak selain menggunakan gadget agar mereka tidak selalu bergantungan dengan gadget. Saya harap hal ini bukan sekali ini saja, tapi bisa berlanjut. Sekolah-sekolah lain bisa melakukan ini,” harapnya.

Bandesa Adat Mas Wayan Gede Arsania (BB/db)

“Saya ingatkan Program 69, di mana pada pukul 6 hingga 9 malam anak-anak dan orangtua jangan lagi memegang gadget,” pesannya.

Ia juga menyebutkan di wilayah Gianyar juga sudah ada APSAI (Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia) yang kebetulan dirinya selaku ketua. Sebagai orangtua dan pengusaha hak anak seperti pendidikan, kesehatan dan makanannya harus diperhatikan karena anak-anak adalah masa depan kita semua.

“Kita juga melakukan hal yang sama. Di desa nanti kita kembangkan lagi selain lomba menggambar, tapi yang terkait dengan budaya seperti lomba membuat porosan (bagian sesajen-red) sekaligus pengenalan sejak usia dini tentang kebudayaan kita,” tandas Arsania.

Ketua Dewan Juri Lomba Mewarnai Made Teresna (BB/db)

Di akhir acara Ketua Dewan Juri Lomba Mewarnai dan Menggambar Made Teresna mengumumkan para pemenang lomba tingkat SD dan TK. Ia memaparkan 4 kriteria untuk dasar penilaian dalam penentuan juara.

“Yang pertama kreativitas, karena mewarnai ada penambahan, yang kedua harmonisasi warna yaitu pemasangan warna, kemudian dia bisa membedakan antara background dengan objek, bahasa Bali-nya tidak gapul-lah. Ketiga itu kerapian, jadi di gambar itu sudah ada batas-batasnya, sudah ada garisnya. Jadi kerapian itu tidak melewati garis, tidak kotor dalam pengerjaannya. Yang keempat teknik. Teknik itu misalkan dalam mewarnai ada gradasi, menoreh, apalagi ada teknik perpaduan menggunakan krayon dengan cat air. Itu menjadi penilaian lebih dari Dewan Juri,” beber Teresna yang berlatar belakang desain grafis dan pelukis ini.

Adapun para pemenang lomba mewarnai tingkat SD juara pertama diraih oleh I Gusti Ayu Ari Dewi Keswari dari SDN 2 Ubud, juara kedua Putu Galuh Larasati Wijaya dari Tunjung Sari School, dan juara ketiga I Putu Narendra Galang Prawangsa dari Tunjung Sari School.

Para Juara dan 10 Besar Lomba Mewarnai Tingkat SD (Ist/al)

Sedangkan untuk lomba mewarnai tingkat TK juara pertama diraih oleh Adinda Dwi Putri Mauludia dari TK Sarin Rare, juara kedua Komang Biyandra Ganggana Kumari Suharta dari TK Sarin Rare, dan juara ketiga Chandani Putri Wijaya dari Tunjung Sari School. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button