Thursday, 25-07-2024
Peristiwa

Gempa Karangasem Rusak 8 Rumah, BNPB Pantau Kondisi Terkini

Foto: Kondisi kerusakan bangunan akibat gempabumi M5,2 di Karangasem, Bali pada Selasa (13/12), pukul 18.38 Wita. (BB/kolase/bnpb)

Jakarta | barometerbali – Gempabumi dengan parameter pertama magnitudo M5,2 mengguncang Kabupaten Karangasem, Bali, pada Selasa (13/12), pukul 18.38 Wita. BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD di wilayah terdampak. Hingga kini terdata 8 unit rumah dan 1 balai masyarakat mengalami kerusakan pascagempa.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D., dalam keterangan yang diterima barometerbali.com menyatakan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem menyebutkan warga di dua wilayah kecamatan merasakan guncangan gempa, yaitu Kecamatan Kubu dan Manggis. Intensitas sedang dirasakan warga setempat dengan durasi 1 sampai 3 detik. Guncangan membuat panik warga masyarakat hingga keluar rumah. Kepanikan juga terpantau warga yang berada di RSUD Karangasem dan RS Balimed.

“Di samping itu, laporan sementara yang diterima Pusat Pengendalian Operasi BNPB menginformasikan 8 unit rumah warga dan 1 balai masyarakat mengalami kerusakan. Tim Reaksi Cepat BPBD Karangasem telah berada di lokasi untuk melakukan kaji cepat pascagempa. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk membantu pengecekan di lokasi terdampak,” ungkap Abdul Muhari.

Mengantisipasi adanya evakuasi warga, BPBD dan instansi terkait lain mendirikan 3 unit tenda pengungsian di RSUD Karangasem.

“Sementara itu, BPBD Kabupaten Karangasem memberikan informasi adanya hoaks atau berita palsu yang menyebutkan kerusakan RS Balimed,” imbuhnya

Gempa yang berada di laut 23 km timur laut Karangasem dengan kedalaman 10 km dirasakan warga sejumlah wilayah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis intensitas kekuatan gempa dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) di wilayah Karangasem III – IV MMI, Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Barat III MMI, Tabanan, Kuta, Buleleng dan Lombok Timur II MMI.

“Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tandas Abdul Muhari.

Sebelum gempa M5,2 terjadi, beberapa gempa dengan magnitudo berbeda termonitor BMKG di sekitar Karangasem, yaitu M4,8 berada 20 km timur laut Karangasem dan 4,7 timur laut Karangasem. Kedua gempa ini berada di kedalaman 10 km.

“Menyikapi potensi bahaya gempa, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga. Warga yang wilayah terdampak gempa dapat melakukan pengecekan kondisi rumah sebelum memasukinya kembali. Di samping itu, warga diharapkan tidak terpancing berita hoaks dan dapat memonitor informasi dari sumber resmi, seperti BNPB, BMKG maupun BPBD setempat,” pungkas Abdul Muhari. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button