Sunday, 21-07-2024
Peristiwa

Insiden Pelabuhan Toya Pakeh, Kemenhub Siapkan Sejumlah Antisipasi

Foto: Suasana kepanikan penumpang fast boat yang tercebur ke laut akibat jembatan ponton over kapasitas di Pelabuhan Br. Nyuh, Desa Toya Pakeh, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Kamis (15/12/2022) sore. (BB/istimewa)

Nusa Penida | barometerbali – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Nusa Penida mengonfirmasi insiden yang terjadi di dermaga penyeberangan Pelabuhan Br. Nyuh, Desa Toya Pakeh, Nusa Penida, Kamis (15/12/2022) kemarin sore.

Sebagian Movable Bridge (MB) di Dermaga Pelabuhan Ped, Nusa Penida dilaporkan patah diduga akibat jumlah penumpang yang banyak dalam waktu bersamaan menggunakan Movable Bridge menuju fast boat sehingga melebihi batas kekuatannya.

Kepala Kantor UPP Kelas II Nusa Penida, I Ketut Gede Sudarma menyebutkan insiden itu mengakibatkan sekitar 35 orang penumpang yang berada di atas Movable Bridge dimaksud tercebur ke laut. Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan Fast Boat Semabu Hills yang mengangkut puluhan penumpang tersebut tetap bisa diberangkatkan saat itu juga.

“Insiden itu terjadi di Pelabuhan Banjar Nyuh, Kecamatan Nusa Penida, Kamis (15/12) sekitar pukul 16.45 Wita. Fast Boat Semabu Hills yang mengangkut penumpang warga negara asing (WNA) bertolak dari Nusa Penida menuju Pelabuhan Sanur, Denpasar,” terang Sudarma.

Ke depan, sejumlah langkah sudah dipersiapkan UPP Kelas II Nusa Penida untuk mengantisipasi berulangnya kejadian serupa, di antaranya akan dilakukan penguatan Movable Bridge, dan dilakukan pembatasan jumlah debarkasi embarkasi penumpang yang melalui Movable Bridge.

“Selanjutnya, mengingat waktu keberangkatan fast boat yang bersamaan di setiap sore hari maka setiap fast boat harus memastikan jumlah penumpang sudah lengkap (siap untuk berangkat) agar fast boat dapat sandar di pelabuhan untuk menaikkan penumpang dan melapor ke Syahbandar,” paparnya.

Selain itu, diperlukan railing pada tengah-tengah jetty dan penambahan bolder demi keamanan penumpang juga fast boat saat debarkasi dan embarkasi.

UPP Kelas II Nusa Penida akan meningkatkan pengawasan terkait disiplin penggunaan boarding pass oleh operator kapal fast boat.

“Terakhir, UPP Kelas II Nusa Penida akan menata arus keluar masuk kendaraan yang dikoordinir oleh koperasi dan pacalang (aparat keamanan desa adat) agar para wisatawan menjadi lebih nyaman dalam melakukan perjalanan wisatanya,” tandas Sudarma.

Pada kesempatan ini, Kepala UPP Kelas II Nusa Penida menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi kemarin sore dan mengajak para operator kapal dan juga penumpang kapal untuk menaati peraturan keselamatan yang ada.

“Serta mengutamakan keselamatan yang bukan hanya tanggung jawab regulator dan operator kapal tetapi merupakan tanggung jawab bersama termasuk para penumpang kapal,” tutup Sudarma.

Di sisi lain Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa tersebut terjadi di Pelabuhan Banjar Nyuh, Desa Toya Pakeh. Pelabuhan itu berada di bawah pengelolaan Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (UPP) Nusa Penida.

“Itu Pelabuhan Banjar Nyuh, itu di bawah pengelola Pelabuhan UPP Nusa Penida. Jadi itu di bawah Kementerian Perhubungan. Jadi Pelabuhan itu baru saja selesai, dibangun dan sudah diuji coba. Dan lebih jelas bisa bertanya kepada Kepala UPP-nya tentang itu,” ucap Bupati Suwirta, Kamis (15/12) malam.

Ia juga mendapatkan informasi jembatan itu ambruk akibat over kapasitas, karena para penumpang terlalu banyak dan tidak bergerak saat berada di jembatan tersebut.

“Over kapasitas, saya tadi sudah sempat nelpon UPP Nusa Penida. Jadi disampaikan sudah diberikan mencoba (jembatan). Tapi penumpangnya 55 (orang) mereka tidak bergerak sehingga berat sekali, akhirnya roboh,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Suwirta meminta UPP Nusa Penida untuk meninjau dan mengevaluasi penyebab ambruknya jembatan pelabuhan Banjar Nyuh.

“Tentu saya sudah tugaskan UPP (Nusa Penida) untuk segera ditangani, apalagi itu dalam masa pemeliharaan tentunya nanti UPP bisa meninjau dan mengevaluasi lagi, terkait dengan apa ada salah kontruksi atau bagaimana,” lanjutnya.

Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja wisatawan yang didominasi WNA, tercebur ke laut.

“Tidak ada korban, cuma wisatawan nyemplung ke laut dan syukur lautnya dangkal, cuma ada handphone yang rusak karena nyemplung ke laut,” tutupnya. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button