Sunday, 21-07-2024
Peristiwa

Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Foto kolase: Sejumlah pohon tumbang menimpa kendaraan dan rumah warga di Bali akibat angin kencang, Senin, (2/1/2023).

Denpasar | barometerbali – Angin kencang terjadi di sebagian besar wilayah Bali yang menyebabkan pohon tumbang dan atap rumah beberapa warga beterbangan, Senin, (2/1/2023) pada pukul 15.23 Wita.

Stasiun Meteorologi Ngurah Rai mencatat kecepatan angin 44 knot (81 km/jam). Untuk sementara, beberapa pohon tumbang dilaporkan menimpa kendaraan, warung dan rumah, dan pura warga di wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar.

BMKG juga menyatakan Ex- Siklon Tropis Ellie masih terpantau berada di daratan Australia bagian Barat, tepatnya di sekitar 17.8°LS 127.1°BT, dengan kecepatan angin maksimum 25 knot dan tekanan terendah 998 mb. Citra satelit Himawari-8 kanal Enhanced-IR menunjukkan aktivitas konvektif yang cukup signifikan terutama di bagian barat dan utara sistem.

Dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan Ex-TC Ellie terhadap kondisi cuaca di Indonesia adalah hujan dengan intensitas sedang – lebat di wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Angin kencang di Laut Jawa, Samudera Hindia Selatan Jawa, Selat Makassar bagian Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Arafuru.

Sementara tinggi gelombang 1.25 – 2.5 meter di Laut Jawa bagian barat, Perairan Utara Jawa Tengah, perairan utara Bali hingga Lombok, Selat Lombok bagian utara, Selat Wetar, dan perairan selatan P. Flores. Tinggi gelombang 2.5 – 4.0 meter di perairan selatan Jawa, perairan utara Jawa Timur hingga Kep. Kangean, Laut Jawa bagian tengah hingga timur, perairan utara Pulau Sumbawa hingga Flores, Selat Bali – Lombok – Alas – Sape bagian selatan, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Sumba, Selat Ombai, Laut Sawu, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kep. Selayar – Sabalana, Laut Banda, perairan Kep. Sermata – Tanimbar, Laut Arafuru bagian Tengah dan Timur.

Tinggi gelombang 4.0 – 6.0 meter di perairan selatan Bali hingga P. Sumba, perairan Kupang – P. Rote, perairan P. Sabu, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga NTT, Laut Timor, dan Laut Arafuru Bagian Barat.

Terdapat wilayah pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang dari Jawa-Bali-NTB-NTT yang menyebabkan pertumbuhan awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan ringan-lebat dan angin kencang

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat/petir.

Selain itu BMKG mengimbau masyarakat umum, nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari mewaspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan utara dan selatan Bali. (BB/501/bmkg)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button