Saturday, 22-06-2024
Peristiwa

Ray Sukarya Berhasil Perjuangkan Penyeberangan Limbah Medis ke Jawa

BERHASIL: Berkat perjuangan Ketua LSM Jarrak Bali Ray Sukarya (kanan) beserta rekannya berhasil menyeberangkan kembali limbah medis B3 dari Bali ke Jawa. Kolase: BB/istimewa

Jembrana | barometerbali – Setelah sekian lama terkatung-katung dan berbagai upaya untuk menyeberangkan limbah medis B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang menumpuk di Bali terus dilakukan, akhirnya perjuangan intensif dilakukan Ketua LSM Jarrak Bali Ray Sukarya beserta sejumlah rekannya rupanya tak sia-sia.

Upayanya diketahui membuahkan hasil setelah mendapat kepastian dari koleganya di Banyuwangi. Rai Sukarya, menegaskan semua persoalan terkait pengiriman limbah medis dari Bali ke Jawa melalui pelabuhan Gilimanuk – Ketapang telah menemui titik terang dan pengiriman bisa berjalan normal, mulai Selasa, 10 Januari 2023.

“Ya, mudah-mudahan saja informasi yang saya terima benar adanya dan limbah medis yang mulai menumpuk di Bali segera bisa diseberangkan hari ini,” ungkap Ray Sukarya.

Informasi tersebut didapatnya via pesan WhatsApp (WA) dari rekannya dari Banyuwangi yang mendapat informasi dari pihak BPTD (Badan Pengelola Transportasi Darat) Ketapang.

Adanya kabar menggembirakan itu, tentu saja disambut baik oleh elemen masyarakat Bali, karena pasca-dihentikannya pengiriman limbah medis ke Jawa melalui pelabuhan Gilimanuk – Ketapang, karena somasi salah satu pihak yang dilayangkan kepada pihak PT Lintas Sarana Nusantara (PT LSN) yang biasanya sebagai kapal pengangkut limbah medis, masyarakat Bali khawatir oleh ancaman pencemaran lingkungan, akibat limbah medis yang mulai menumpuk di parkiran Pelabuhan Gilimanuk.

“Karena pertimbangan untuk kepentingan Bali itulah, kami turun menemui pihak-pihak terkait untuk mengkoordinasikan masalah ini dan mencari jalan keluarnya. Astungkara sudah menemui hasil positif,” tandas Ray Sukarya.

Namun demikian, ia berharap, jika pengiriman limbah medis ke Jawa sudah berjalan normal, pihak-pihak terkait agar tidak lagi mengganggu lalu-lintas pengiriman limbah medis (B3), karena hal ini menyangkut keamanan masyarakat Bali secara keseluruhan.

Demikian halnya, jika pabrik pengolahan limbah medis di Jembrana telah mengantongi semua perizinan dan mulai beroperasi, kemungkinan pengiriman limbah medis dialihkan ke pabrik tersebut, yang tentunya diawali dengan kesepakatan yang baik.

“Persoalan limbah medis ini adalah persoalan krusial yang bisa menimbulkan masalah besar, jika penanganannya tidak cepat dan baik. Hendaknya semua pihak memahami ini dan mengutamakan pertimbangan keamanan masyarakat,” tutup Ray Sukarya. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button