Thursday, 25-07-2024
Pendidikan

Gunakan Teknik Mikroemulsi, Mira Kembangkan Body Mist dari Minyak Atsiri Kenanga

KENANGA: Body mist (wewangian yang menyegarkan) dari minyak atsiri kenanga yang dikembangkan mahasiswi FTP Unud Ni Kadek Mira Ardhaningswari. Foto: ftp/unud

Jimbaran | barometerbali – Ni Kadek Mira Ardhaningswari yang kerap disapa Mira sukses meraih gelar Sarjana Teknologi Pertanian (STP) pada 6 Desember 2022 di Program Studi Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana (FTP Unud).

Mira melakukan studi Pengaruh Rasio Campuran Surfaktan dan Rasio Campuran Surfaktan dengan Minyak Atsiri Kenanga (Cananga odorata) menjadi body mist (wewangian yang menyegarkan-red) di bawah bimbingan Dr. Ir. Lutfi Suhendra, M.P. dan Dr. Luh Putu Wrasiati, M.P.

Penelitian yang dilakukan adalah membuat formulasi campuran surfaktan Tween 20: Tween 80: Span 80 dan formulasi campuran surfaktan dengan minyak atsiri kenanga.

Ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh formulasi tersebut terhadap karakteristik mikroemulsi minyak atsiri kenanga sebagai body mist serta untuk mengetahui formulasi yang tepat terhadap karakteristik mikroemulsi minyak atsiri kenanga sebagai body mist agar menghasilkan body mist terbaik.

“Minyak atsiri kenanga digunakan pada penelitian ini karena bunga kenanga memiliki aroma yang khas dan lembut sehingga cocok digunakan sebagai aroma dalam pembuatan produk body mist dalam aktivitas sehari-hari,” terang Mira.

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Rekayasa Proses dan Pengendalian Mutu, Analisis Pangan dan Laboratorium Pengolahan Pangan, Fakuktas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana dari bulan Maret 2022 hingga Mei 2022.

Pembuatan mikroemulsi minyak atsiri kenanga dibuat dari tiga jenis surfaktan non-ionik yaitu Tween 80, Tween 20 dan Span 80 dengan menggunakan 5 perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan.

“Selanjutnya formulasi diaduk di atas hot plate menggunakan magnetic stirrer selama 4 menit dengan kecepatan 700 rpm, pada suhu 70oC ± 5oC. Proses pengadukan dilanjutkan dengan penambahan aquades tetes demi tetes sebanyak 10 ml agar larutan tidak menjendal. Selanjutnya dilakukan inkubasi selama 24 jam pada suhu ruang,” imbuhnya

Mira Ardhaningswari melaporkan, dalam penelitian yang dihasilkan yaitu rasio campuran surfaktan Tween 80: Tween 20: Span 80 pada perlakuan RS1 (2,75: 97: 0,25) merupakan perlakuan terbaik untuk membuat mikroemulsi minyak atsiri kenanga sebagai body mist dengan karakteristik mikroemulsi yang memiliki kenampakan transparan dan perlakuan tersebut memiliki nilai indeks turbiditas terkecil sebelum dilakukan sentrifugasi yaitu sebesar 0,218±0,015.

Sedangkan rasio campuran surfaktan dan minyak atsiri kenanga pada perlakuan (82,5: 17,5) adalah perlakuan terbaik untuk membuat mikroemulsi minyak atsiri kenanga sebagai body mist. Perlakuan ini memiliki ukuran partikel sebesar 17,3±6,3 nm, dan ukuran droplet terbanyak adalah 15,8 nm.

“Mikroemulsi minyak atsiri kenanga terhadap pengenceran menggunakan pH 4,5, pH 5,5, dan pH 6,5 dengan perbandingan 1:9 stabil selama penyimpanan,” tutup Mira. (BB/501)

Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas2454-Kreatif-Mira-Ardhaningswari-Kembangkan-Bodymist-dari-Minyak-Atsiri-Kenanga-Menggunakan-Teknik-Mikroemulsi.html

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button