Sunday, 21-07-2024
Pariwisata

Hari Imlek, Wisman Tiongkok Kembali ke Bali

Penyambutan wisatawan yang mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali beberapa waktu lalu. Foto: dok/kemlu/ist

Jakarta | barometerbali – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama stakeholder pariwisata di Bali akan menyambut kedatangan kembali wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok pada Minggu (22/1/2023) besok.

Informasi dalam situs resmi Kemenparekraf yang cukup menggembirakan ini diterima setelah keputusan pemerintah negara Tirai Bambu itu mencabut pembatasan perjalanan ketat internasional pada tanggal 8 Januari 2023 lalu.

Penerbangan langsung Wisman Tiongkok ke Bali pada Hari Raya Imlek ini direncanakan menggunakan maskapai Lion Air dari Shenzhen dengan membawa penumpang lenih dari 200 orang. Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kedatangan kembali Wisman Tiongkok menandakan Indonesia khususnya Bali masih menjadi destinasi utama untuk dikunjungi.

“Berdasarkan data Online Travel Ageng (OTA) di Tiongkok, terjadi peningkatan volume pencarian destinasi wisata di luar negeri sebesar 430 persen. Indonesia masuk dalam top 5 pencarian dan volume pencarian Bali meningkat 250 persen,” ungkap Menparekraf Sandiaga, di Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Kunjungan perdana ini diharapkan dapat mendukung target kunjungan Wisman 3,5 juta-7,4 juta di tahun 2023.

Wisatawan Tiongkok merupakan salah satu pasar terbesar untuk pariwisata di Indonesia. Menparekraf Sandiaga menekankan pihaknya bersama pihak-pihak terkait akan berkolaborasi memastikan pelaksanaan kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya terhadap wisatawan asal Tiongkok, dijalankan dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. 

Menparekraf Sandiaga menekankan pihaknya bersama pihak-pihak terkait akan berkolaborasi memastikan pelaksanaan kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya terhadap wisatawan asal Tiongkok, dijalankan dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. 

“Indonesia memiliki pengalaman yang baik dalam manajemen krisis selama pandemi Covid-19, yang diiringi dengan peningkatan masif CHSE Certified Destination, dan rasio tingkat vaksinasi per populasi yang relatif tinggi besar. Sehingga diyakini Indonesia dapat menyambut wisman Tiongkok dengan baik,” urai Sandiaga. 

Indonesia menurutnya sudah memiliki standardisasi yang telah diterapkan selama menangani pandemi dan telah dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19.

“Semua ketentuan yang akan diterapkan mengacu kepada kebijakan yang berlaku sehingga diharapkan dapat memperkuat hadirnya pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” tambah Sandiaga. 

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan, tahun ini Kemenparekraf menargetkan jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok antara 120.700 hingga 255.300. Karenanya ia berharap penyambutan kembali wisman Tiongkok ini dapat menjadi sarana promosi yang efektif bagi wisatawan Tiongkok. 

“Hal ini sekaligus menunjukkan kesiapan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali dalam menyambut wisatawan,” kata Made Ayu.

Kemenparekraf telah menyiapkan berbagai program dalam upaya menarik minat lebih banyak wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Mulai dari kegiatan promosi baik secara online dan offline, promosi bersama dengan mitra di Indonesia dan Tiongkok, familiarazation trip, dan lainnya. 

“Termasuk penjajakan pembukaan direct flight dari tiga kota tier 1 Tiongkok, seperti Beijing, Shanghai dan Guangzhou ke Indonesia,” pungkas Made Ayu. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button