Sunday, 21-07-2024
Peristiwa

Bunuh Diri Marak, Cegah dengan Komunikasi Terbuka

Sosialisasi dan penanganan masalah sosial di masyarakat termasuk maraknya fenomena bunuh diri berlangsung di ruang rapat Camat Denpasar Utara, Selasa (31/1/2023). Foto: polsek denut/resta dps/skd

Denpasar | barometerbali – Tripika Kecamatan Denpasar Utara bersama Dinas Kesehatan Kota Denpasar, menggelar kegiatan sosialisasi dan penanganan masalah sosial di masyarakat yang akhir-akhir ini kerap terjadi salah satunya peristiwa bunuh diri berlangsung di ruang rapat Camat Denpasar Utara, Selasa (31/1/2023).

Kapolsek Denpasar Utara Iptu I Putu Carlos Dolesgit, di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa banyaknya peristiwa bunuh diri yang terjadi di wilayah Denpasar Utara seperti fenomena gunung es yang dalam dua bulan terakhir ini saja ada tiga kejadian dan itupun belum termasuk yang terjadi selama tahun 2022.

“Cepat atau lambat masalah fenomena bunuh diri ini merupakan permasalahan besar. Memang bukan perkara tindak pidana karena dalam hukum pidana positif, bunuh diri dan percobaannya bukan merupakan tindak pidana karena tidak diancam pidana. Akan tetapi, keterlibatan orang lain pada perbuatan bunuh diri, diancam dengan pidana” jelas Kapolsek Denpasar Utara.

Kegiatan yang turut di hadiri oleh Camat I Wayan Yusswara, Danramil 1611-01/ Dentim Kapten Inf Cipto Sujoko, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, Ketua LPM , perbekel, lurah serta Kepala UPT Puskesmas se-Kecamatan Denpasar Utara.

Sedangkan selaku narasumber utama dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ yang merupakan Tenaga Kesehatan Medis Dinas Kesehatan Kota Denpasar, yang sekaligus Founder Of Rumah Berdaya Denpasar, Founder Of Komunitas Teman Baik, Supervisor Psychiatrist for Sivana Drug Rehab Centre dan Volunteering Psychiatrist for Soleman Bali Foundation.

Kapolsek menambahkan bahwa permasalahan ini menjadi pemicu timbulnya konflik dan permasalahan lainnya, untuk itu Polri dalam hal ini Polsek Denpasar Utara meminta kepada semua pihak, apabila terjadi peristiwa menonjol dan gangguan kamtibmas agar masyarakat wajib melaporkan pertama kalinya kepada Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di desa/ kelurahan.

“Masyarakat harus aktif melaporkan peristiwa apapun, potensi kerawanan, dan apa yang terjadi ke Polri melalui Polsek terdekat, agar cepat diantisipasi dan ditindak lanjuti oleh Polri,” imbuh Iptu Carlos.

Sementara itu Camat Denpasar Utara, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif Kapolsek Denut dimana peristiwa ini dapat berpotensi konflik dan apabila tidak ditangani dengan baik serta diantisipasi sejak dini, akan menjadi permasalahan besar di kemudian hari.

“Kami menerima laporan dari Kapolsek, adanya peristiwa-peristiwa bunuh diri yang diterjadi di wilayah kami, yang menurut Kapolsek perlu diadakan pencegahan dini. Untuk itu kami dan Tripika Kecamatan Denpasar Utara mengajak perwakilan seluruh elemen di masyarakat, mengadakan sosialisasi pencegahan serta penanganan permasalahan bunuh diri, yang tentunya dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya,” jelas Camat Yusswara.

Sementara itu Narasumber dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ menjelaskan bahwa bunuh diri bukan diakibatkan oleh masalah tunggal, namun lebih kepada permasalahan yang kompleks seperti faktor biologis, genetik, psikologis traumatik, budaya, perundungan, kesehatan mental, serta lingkungan dimana orang yang mengalami gangguan pada kesehatan mental dan traumatik sangat berbahaya pada kejiwaannya.

“Karena faktor kejiwaannya tidak dapat berfungsi dengan baik dalam bersosialisasi serta berkomunikasi di masyarakat, sudah barang tentu apabila hal ini dibiarkan tanpa ada pencegahan serta solusi, maka bunuh diri menjadi jalan terakhir yang diambil,” tegasnya.

Menurutnya fenomena ini dapat dicegah, dengan tiga cara yakni Look, Listen, and Link yaitu peka atau lihat (Look) untuk melihat dan peka terhadap permasalahan atau masalah yang dialami seseorang, dengarkan (Listen) permasalahannya dan bantu untuk mencarikan jalan keluar atau solusi jangan masalah dijadikan perundungan atau masalah baru.
Jalin komunikasi (Link) dengan banyak berkomunikasi dan bersosialisasi dengan siapapun untuk membuka wawasan serta pengetahuan guna menghindari traumatik masalah dipendam sendiri.

“Bunuh diri itu sama dengan permasalahan harus kita selesaikan bersama dan komunikasikan bersama, jangan apatis dan tidak peka, serta jangan pula memendam permasalahan sendiri. Terima kasih kepada Polsek Denpasar Utara, yang menjadi inisator penanganan permasalahan bunuh diri ini, sangat bagus dan sangat menginspirasi semuanya,” tutup dr. Gusti Rai. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button