Saturday, 22-06-2024
Hukrim

Kejagung Periksa 5 Saksi Perkara BAKTI Kemenkominfo

Infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kemenkominfo. (Kolase: BB/net)

Jakarta | barometerbali – Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) memeriksa 5 orang saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Tahun 2020 hingga 2022.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menyebutkan saksi-saksi yang diperiksa yaitu AT selaku karyawan PT Wesolve Solusi Indonesia, J selaku Sekretaris Direktur Utama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika. WS selaku Tim Invoice Admin PT Huawei Tech Investment, TW selaku Marketing PT Dua Putra Ramadhan dan GAP selaku pihak swasta.

“Adapun kelima orang saksi diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada kasus itu atas nama Tersangka AAL, Tersangka GMS, Tersangka YS, Tersangka MA, dan Tersangka IH,” rinci Sumedana.

Pemeriksaan saksi menurutnya dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kasus tersebut.

Mengutip dari bisnis.com edisi Kamis (3/9/2020), Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi atau BAKTI Kominfo memikul tanggung jawab memperluas akses internet dan memperkuat infrastruktur digital bagi seluruh wilayah Indonesia.

Salah satu bukti nyata kinerja Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI Kominfo) yang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informasi. BAKTI Kominfo menjalankan beberapa strategi yaitu realisasi proyek strategis nasional (PSN) Palapa Ring, perluasan pembangunan BTS, penyediaan akses internet di wilayah 3T, dan pembangunan ekosistem digital. 

Sebagai rincian, saat ini proyek Palapa Ring telah menghubungkan 90 Kab/Kota di Indonesia dengan jaringan tulang punggung serat optik sepanjang lebih dari 12.148 km yang telah berhasil dibangun BAKTI. 

“Keberhasilan proyek ini menunjukan bahwa inovasi dari pemerintah berhasil untuk melibatkan pihak swasta berinvestasi dalam sektor infrastruktur. Melalui pembangunan proyek ini, seluruh ibu Kota/Kab di Indonesia terhubung dengan internet kecepatan tinggi,” ungkap Anang Latief, Direktur Utama BAKTI Kominfo. 

Selain itu, keberhasilan perluasan pembangunan BTS yang secara khusus menyasar daerah 3T pun ikut mengikis kesenjangan digital.  Untuk program pembangunan BTS ini, BAKTI Kominfo hingga saat ini telah mengaktifkan (on air) BTS sebanyak 1.632 lokasi, dimana 1.630 di antaranya sudah 4G dan 2 lokasi masih 2G yang akan ditingkatkan pada Desember ini.

Berdasarkan data per November tahun ini (2020), program akses internet BAKTI kini telah melayani 11.063 titik lokasi. Jumlah itu termasuk diantaranya 3.126 titik fasilitas layanan kesehatan yang akan terhubung akses internet di bulan Desember ini, sehingga menggenapkan seluruh puskesmas yg berjumlah 10.134 puskesmas terhubung dengan jaringan internet.

BAKTI juga dipercaya merealisasikan kehadiran satelit multifungsi (SATRIA) yang pengadaannya dijalin melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Satelit ini direncanakan menggunakan teknologi very-High Throughput Satellite (v-HTS) dengan kapasitas bandwidth 150 Gbps. Saat ini, satelit ini masih dalam proses konstruksi dan rencananya akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2023. (BB/501/Bisnis.com/K331)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button