Sunday, 23-06-2024
Peristiwa

Bupati Suwirta Minta Vaksinasi Massal Rabies Dipercepat

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Direktur P2PM Kemenkes, IAKMI Bali dan OPD lainnya membahas berbagai masalah dan tantangan dalam upaya pengendalian rabies di ruang rapat Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Senin (20/2/2023). (Hms Pemkab Klungkung/IAKMI/Unud/Rht)

Klungkung | barometerbali – Pemerintah Kabupaten Klungkung berinisiatif melakukan percepatan pengendalian rabies dengan vaksinasi anjing secara maksimal dan massal. Dalam mendukung upaya percepatan pengendalian penyakit rabies di Bali, pemerintah Kabupaten Klungkung berinisiatif mengambil langkah strategis bersama pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait melaksanakan rapat kordinasi lintas sektor serta melibatkan berbagai pihak terkait.

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, membahas berbagai masalah dan tantangan dalam upaya pengendalian rabies di ruang rapat Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Desa Takmung Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Senin (20/2/2023).

Bupati Suwirta dalam penjelasannya menyatakan Pemerintah Kabupaten Klungkung akan melakukan berbagai langkah salah satunya percepatan upaya vaksinasi pada hewan penular rabies khususnya anjing dengan capaian yang maksimal dan massal.

“Dengan estimasi 21.000 ekor anjing akan ditarget dapat tervaksin segera.
Selain itu upaya edukasi di masyarakat harus digalakkan serta perlunya dukungan kebijakan yg efektif baik di tingkat kab sampai di tingkat desa,” ungkapnya

Suwirta juga meminta penanganan rabies dimasukkan dalam Awig Awig atau peraturan desa adat.

Menurutnya, vaksinasi massal rabies harus segera dilakukan untuk menekan sirkulasi virus rabies, khususnya pada anjing di desa-desa tertular rabies pada tahun 2022.

“Mudah-mudahan di Klungkung tidak ada lagi kasus rabies,” harap Suwirta.

Pihaknya meminta keseriusan dan komitmen dari semua pihak harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dalam menangani kasus rabies ini.

Kasus rabies ini harus serius kita tangani bersama baik itu dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Anggaran rabies harus masuk total di tahun 2024,” pungkas Bupati Suwirta.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI dan dilanjutkan dengan paparan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dan Kab. Klungkung juga hadir dalam rapat tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida menyampaikan data hasil cakupan vaksinasi rabies di Kabupaten Klungkung dari tahun 2019 – 2022 diantaranya tahun 2019 dengan total vaksin sebanyak 13.525, tahun 2020 dengan total vaksin sebanyak 10.706.

“Kemudian pada tahun 2021 dengan total vaksin sebanyak 8.006 dan di tahun 2022 dengan total vaksin sebanyak 4.785,” rinci Juanida.

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Provinsi Bali, Dian Kurnia Sari yang hadir pada kesempatan itu sangat mengapresiasi langkah cepat dari Pemkab Klungkung dan komitmennya terhadap masalah rabies dengan langkah-langkah konkrit yang telah dirumuskan. Di sisi lain Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) juga sangat berharap pemerintah bisa mendorong peran serta masyarakat melalui pemerintah desa, adat dan rumah tangga dalam hal pengendalian rabies.

Dian menegaskan rabies (penyakit anjing gila) merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat pada manusia dan hewan berdarah panas.

Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies, ditularkan melalui saliva (anjing, kucing, kera) yang kena rabies dengan jalan gigitan atau melalui luka terbuka.

IAKMI mengapresiasi penanganan kasus rabies di Kabupaten Klungkung.

“Jadi tetap semangat melakukan langkah-langkah antisipasi, sehingga nantinya tidak lagi ada kasus rabies,” harap Dian Kurnia Sari. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button