Friday, 19-07-2024
Pendidikan

Kuatkan Jiwa Kewirausahaan, SMK TI Bali Global Badung Gelar Seminar Nasional Bersama ITB STIKOM Bali

Penandatanganan MoU dengan PT Tera Data Indonusa Axioo

Penandatanganan kerja sama (MoU) program vokasi bersama PT Tera Data Indonusa Tbk (Axioo) Axioo Class Program (ACP) untuk siswa-siswi di SMK TI Bali Global Badung berlangsung di aula ITB STIKOM Bali, Denpasar, Kamis (23/2/2023). (Foto: BB/db)

Denpasar | barometerbali – SMK TI Bali Global Badung menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Kewirausahaan Sekolah” menggandeng PT Tera Data Indonusa Tbk (Axioo) berlangsung di lantai IV Gedung Kampus ITB STIKOM Bali, Jalan Raya Puputan Renon No. 86, Denpasar, pada Kamis, (23/2/2023).

Serangkaian kegiatan tersebut SMK TI Bali Global Badung melaksanakan penandatanganan kerja sama (MoU) program vokasi bersama PT Tera Data Indonusa Tbk (Axioo). Kerja sama industri itu berkaitan dengan Axioo Class Program (ACP) untuk siswa-siswi di SMK TI Bali Global Badung.

Hadir dalam acara ini Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, Ak.,M.M., Ketua Yayasan Widya Dharma Santi, Drs. IB. Dharmadiaksa, Ak.,M.Si., Ketua BMPS Provinsi Bali I Gede Ngurah Ambara, S.H., Kepala SMK TI Bali Global Badung I Made Ambara, S.H., dan I Gede Agus Rai hadir mewakili Kadis Pendidikan Provinsi Bali, serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala SMK TI Bali Global Badung I Made Indra Ambara, SH., mengatakan, kerja sama tersebut memiliki banyak manfaat untuk pengembangan kemampuan siswanya. Kelas industri bersama salah satu perusahaan manufaktur IT terbesar di Indonesia itu, akan mendukung link and match antara sekolah kejuruan bersama dunia usaha dan industri.

“Manfaatnya tentunya, siswa memiliki kompetensi yang unggul di bidang IT. Dengan adanya kelas industri, tamatan dari SMK TI Bali Global Badung bisa terserap ke dunia kerja,” harap Indra.

Link and Match atau penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja, kata Ambara, akan memberikan hasil terhadap pengenalan perusahaan yang nantinya dapat dikembangkan di lingkungan sekolah. Ia mengatakan, teknis perekrutan nanti, pihaknya akan menjaring siswa melalui sistem peminatan.

“Kami akan rekrut melalui sistem peminatan. Jadi siswa yang terpilih 36 orang, akan mengikuti program Axioo kelas industri atau Axioo Class Program,” sebut Ambara.

Ditambahkan Rektor ITB STIKOM Bali Dadang Hermawan mengatakan, kerja sama industri yang dilakukan SMK TI Bali Global Badung menjadi pengejawantahan program Merdeka Belajar. Selain itu PT Tera Data Indonusa Tbk (Axioo) juga melakukan MoU bersama ITB STIKOM Bali sebagai lembaga pendidikan tinggi yang membina SMK TI Bali Global Badung.

“Kegiatan itu akan ditularkan ke sekolah kejuruan lain dibawah naungan Yayasan Widya Dharma Shanti. Sebenarnya kami dari dulu sudah melakukan hal itu antara pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kerja sama ini kita dukung, karena nanti Axioo juga akan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi. Tapi kita awali dari SMK TI Bali Global Badung,” tandas Dadang.

Dikatakan, kerja sama ini juga mencakup perekrutan siswa setelah tamat belajar. Melalui Axioo Class Program (ACP) siswa mendapatkan sertifikasi yang dikeluarkan oleh Axioo seperti sertifikasi mikrotik.

Menurut Dadang, sertifikasi itu memberikan peluang lebih banyak untuk bekerja di industri, dalam hal ini PT Tera Data Indonusa Tbk (Axioo). Atau, menurut Dadang, sertifikasi itu dapat disertakan untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi. Dalam hal ini, ITB STIKOM Bali menggunakan sistem recognize of prior learning (RPL) atau penilaian dan pengakuan pembelajaran sebelumnya.

“Rekognisi pembelajaran lampau ini akan meringankan tamatan, karena mereka tidak perlu mengulang lagi mata kuliah yang sama yang telah disertifikasi. Jadi di-recognized oleh ITB STIKOM Bali,” imbuh Dadang.

Sementara, Senior VP Social Impact PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) Timmy Theopelus mengungkapkan, saat ini perusahaan teknologi informasi telah mendominasi kebutuhan yang dibutuhkan dunia.

Menurut Timmy, dekade 1960-2000an, perusahaan besar di dunia selalu didominasi oleh migas.

“Artinya, saat ini teknologi memegang peranan sangat luar biasa. Saat ini, dari sisi kapital, perusahaan IT sudah melebihi kapital perusahaan Migas,” jelasnya.

Melalui Axioo Class Program, Timmy berharap, siswa akan terbiasa dengan perubahan teknologi informasi dan selalu mendapatkan update terkait teknologi-teknologi terbaru.

“Harapannya dengan menguasai teknologi yang terbaru dan terkini, siswa bisa paham dan akhirnya bisa memanfaatkan teknologi dan tentunya juga memiliki kompetensi yang unggul dan siap masuk dunia kerja,” cetus Timmy Theopelus.

Sebelumnya dalam sambutannya Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali Gde Ngurah Ambara mengatakan sejatinya BMPS Bali terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja kewirausahaan sebagai salah satu upaya memberi bekal kepada peserta didik.

“Agar mereka memahami konsep kewirausahaan, memiliki karakter wirausaha, mampu memanfaatkan peluang, dan mendapatkan pengalaman langsung berwirausaha, serta terbentuknya lingkungan sekolah yang berwawasan kewirausahaan,” ungkap Ambara.

Sekolah menurutnya sebagai entitas pendidikan kedua setelah keluarga, harus berperan aktif mempersiapkan mentalitas siswa agar mereka dapat selamat mengarungi gelombang samudera kehidupan, yang semakin lama tampaknya akan menjadi semakin rumit dan kompleks. Penguasaan iptek, dengan berbagai keterampilan pendukungnya, memang sangat diperlukan.

“Akan tetapi, kesiapan mental, kekuatan karakter sebagai wirausaha tangguh, rasanya lebih penting. Tanpa mentalitas tangguh, siswa pintar dan terampil hanya akan bengong melihat dinamika kehidupan yang penuh tantangan,” tutup Ambara. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button