Saturday, 22-06-2024
Hukrim

Kota Akui Sportivitas Pemohon Buktikan Dalilnya

Sidang praperadilan penetapan tersangka AA Ngurah Oka memasuki hari keempat dengan agenda penyerahan kesimpulan di ruang sidang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (24/2/2023). (Foto: BB/DS)

Denpasar | barometerbali – Kuasa hukum termohon dari Polda Bali Wayan Kota SH, MH mengakui sportivitas pemohon yang diwakili ketua tim pengacaranya Kadek Duarsa SH, MH dan kawan-kawan, menurutnya sangat bagus dalam membuktikan dalil-dalil hukumnya pada persidangan praperadilan penetapan tersangka Anak Agung Ngurah Oka (AA Ngurah Oka) dari Jero Kepisah dengan agenda menyerahkan kesimpulan. Demikian dilontarkan Kota usai sidang praperadilan dengan agenda penyerahan kesimpulan memasuki hari keempat di ruang sidang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (24/2/2023).

“Saya lihat dari persidangan kemarin tidak ada pembatasan dari hakim untuk membuktikan para pihak membuktikan dalilnya jadi saya sangat senang sekali, apalagi pemohon juga sangat bagus dan sportif banget dalam persidangan,” puji Kota didampingi Ketut Soma Adnyana, SH.

Dia menilai persidangan berlangsung sangat fair apalagi terbuka untuk umum. Semua pihak baik pemohon dan termohon diberikan ruang yang bebas oleh hakim untuk menggali tanpa dibatasi satu sama lain.

“Banyaknya saksi ahli yang dihadirkan bagus sekali untuk obyektivitas para pihak membuktikan dalilnya. Jadi saya sangat senang sekali, apalagi proses ini memang bagus sekali sehingga masyarakat juga menguji apakah penyelidikan yang dilakukan Polda Bali sudah sesuai prosedural apa tidak,” ungkap Kota.

Lebih lanjut Kota memaparkan dari kesimpulan 30 halaman yang diserahkannya, yakni inti proses penyelidikan dan penyidikan termasuk di dalamnya penangkapan, penahanan, penetapan tersangka, termasuk juga penyitaan sudah prosedural. Pihaknya memiliki alat bukti untuk mendukung semua itu secara formal semua sudah melalui proses sebagaimana diatur oleh KUHP. 

“Apapun keputusan pengadilan akan kami hormati. Pasti kami hormati sebagai warga negara, apalagi kami dari aparat wajib menghormati apapun keputusan praperadilan ini. Apalagi praperadilan ini sifatnya final tidak ada upaya hukum jadi harus kita laksanakan. Kayak dulu kita kalah iya kita sportif itu konsekuensi,” terang Kota lagi.

Ditemui usai sidang, kuasa hukum termohon Kadek Duarsa menjelaskan pihaknya menyampaikan rasa hormat kepada Hakim Putu Suyoga, SH, MH dalam memimpin persidangan yang digelar secara marathon ini.

“Kami memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan majelis hakim dalam menyidangkan perkara ini. Kami telah memberikan semua bukti-bukti penguat gugatan termasuk keterangan saksi dan beberapa ahli yang kompeten di bidangnya. Kami berharap apabila permohonan praperadilan ini dikabulkan maka pasal-pasal dalam KUHAP yang diuji dalam permohonan ini tidak dapat diterapkan lagi terhadap AA. Ngurah Oka sehingga hak konstitusinya tidak lagi dirugikan,” beber Duarsa.

Dia memaparkan poin dari kesimpulan itu adalah fakta-fakta persidangan, pertama tentang dalil. Kedua, dari dalil itu apa yang terjadi dalam fakta persidangan itu yang di buktikan. Hal-hal yang telah dibuktikan dalam persidangan itulah ia pakai kesimpulan yang terangkum dalam 45 lembar.

“Kami menganggap fakta persidangan sudah jelas sekali berdasarkan ahli-ahli, pendapat ahli termasuk ada beberapa bukti juga sehingga kami berpendapat bahwa Anak Agung Ngurah Oka dari Jero Kepisah tidak bersalah dalam hal ini dan perkara ini sewajarnya atau wajib diperkarakan dulu bukan ke ranah pidana. Bisa perdata atau Tata Usaha Negara (TUN),” tegas Duarsa.

Dia berharap kepada majelis hakim mempertimbangkan segala sesuatu yang ada di fakta persidangan menjadikan keyakinan hakim untuk memutuskan secara adil.

“Kita lihat fakta persidangan dan sampai hari ini kita menyerahkan kesimpulan, optimisme memenangi praperadilan itu sangat besar. Kami tidak ingin mendahului keputusan hakim tetapi perjuangan kami saya rasa sudah maksimal dan kami berharap hakim dengan penuh pertimbangan-pertimbangan sesuai dengan fakta hukum di persidangan bisa membuat keputusan yang terang dan baik menurut semua pihak,” tandas Duarsa.

Diberitakan sebelumnya, penetapan tersangka kepada AA Ngurah Oka yang mengaku sebagai ahli waris almarhum I Gusti Gede Raka Ampug alias Gusti Raka Ampug asal Jero Kepisah, Pedungan, Denpasar atas lahan sekitar 7 hektare lebih berlokasi di Subak Kredung tak jauh dari tempat tinggal mereka selama ratusan tahun, merasa dikriminalisasi dan dizalimi oleh pihak penyidik Polda Bali. Bahkan AA Ngurah Oka menduga ada keterlibatan mafia tanah dalam kasus ini sehingga menjadi perhatian publik dan media massa.

Dugaan pasal 263 KUHP terkait pemalsuan surat yang dilaporkan warga inisial AANEW ke Ditreskrimsus Polda Bali menyeret AA Ngurah Oka menjadi tersangka. Dia sudah ditahan sejak 27 Januari 2023 lalu hingga saat ini di rutan Polda Bali.

Pihak kuasa hukumnya sempat mengajukan pembantaran dan penangguhan penahanan karena kondisi kesehatan tersangka AA Ngurah Oka dikatakan memburuk oleh pihak keluarganya, namun ditolak pihak Polda Bali.

Hakim Putu Suyoga di akhir persidangan mengatakan keputusan majelis hakim direncanakan digelar antara Senin 27 Pebruari atau Selasa, 28 Februari 2023 mendatang.

“Baik, keputusan saya agendakan Senin depan, kalau tidak bisa iya Selasa depan, tapi saya usahakan Senin ya. Demikian sidang kali ini,” tutup Suyoga sembari mengetuk palu. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button