Sunday, 23-06-2024
Peristiwa

Jelang Pawai Ogoh Ogoh, Ditintelkam Polda Bali Temui Pasikian Yowana

Kasubdit III Ditintelkam Polda Bali AKBP Gede Dartiyasa, menggelar Simakrama untuk meningkatkan Kamtibmas Pasikian Yowana jelang pawai ogoh-ogoh di Denpasar, Kamis (2/3/2023) kemarin. (Hms Polda Bali/Dy)

Denpasar | barometerbali – Polda Bali menggelar simakrama (silaturahmi) bersama Pasikian Yowana (persatuan muda-mudi desa adat) dengan tema ‘Semangat Ajeg Bali Pasikian Yowana Berkomitmen Mendukung Keamanan Bali saat Pawai Ogoh-ogoh Nyepi Saka 1945 Tahun 2023’ di Denpasar, Kamis (2/3/2023).

Simakrama tersebut dilaksanakan mendekati momentum Hari Raya Nyepi Saka 1945, sekaligus dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dirintelkam Polda Bali diwakili oleh Kasubdit III Ditintelkam Polda Bali AKBP Gede Dartiyasa, mengatakan pawai ogoh-ogoh (boneka raksasa) yang akan diselenggarakan masyarakat merupakan bagian dari budaya dan tradisi dalam mengajeg-kan (melestarikan seni budaya-red) Bali.

Oleh karena itu, setiap individu masyarakat diharapkan memiliki semangat dan komitmen bersama dalam menjaga keamanan di Bali.

“Simakrama ini bertujuan menyamakan persepsi terkait pawai ogoh-ogoh. Situasi aman dan nyaman di Bali sangat menentukan wisatawan yang datang ke Bali, maka kami mengajak masyarakat untuk memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga situasi Kamtibmas,” ujar AKBP Dartiyasa.

Ditambahkan Manggala Pasikian Yowana MDA Provinsi Bali Dewa Agung Laksmana, melalui simakrama muncul persamaan persepsi dan mendukung aspirasi antaryowana.

“Kami mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Polda Bali yang sangat peduli dengan aktifitas yowana Bali. Kita flashback ogoh-ogoh dari perjalanannya Polda Bali, mendukung aspirasi yowana, karena ogoh-ogoh bukan hanya kesenian, namun tradisi yang terus membudaya,” ucapnya.

Patajuh Bendesa Agung MDA Prov. Bali Bidang Agama, Tradisi dan Kearifan lokal Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si., menerangkan pawai ogoh-ogoh pada awalnya sebagai kreatifitas seni budaya untuk menunjukkan kesemarakan menyambut Tahun Baru Saka.

“Pawai ogoh-ogoh bisa diatur oleh pemerintah, lembaga adat dan aparat keamanan sesuai dengan perkembangan situasi, seperti dengan adanya tahun politik dan pandemi Covid-19. Pawai ogoh-ogoh pada Nyepi Saka 1945/2023 sangat memungkinkan dilakukan secara normal mengingat pandemi landai dan tidak ada event kenegaraan. Melalui pawai ogoh-ogoh mohon ikuti aturan-aturan terkait dan melakukan pengendalian diri dalam pawai ogoh-ogoh,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Hukum Dinas PMA Provinsi Bali Ida Bagus Rai berharap yowana dari aparat desa adar mampu saling mendukung tokoh adat.

“Program Sipandu Beradat Provinsi Bali sangat diapreasiasi oleh Kapolri, sehingga yowana harus bersinergi dengan Sipandu Beradat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di desa adat masing-masing dalam pawai ogoh-ogoh. Pasikian Yowana harus mampu memberikan arahan hingga ke tingkat desa adat terkait keamanan saat pawai ogoh-ogoh,” tandasnya.

Komponen lainnya hadir di antaranya: Manggala Pasikian Yowana MDA Kota Denpasar Anak Agung Made Angga Hartayana, Manggala Pasikian Yowana MDA Kab. Gianyar Pande Made Widia, Manggala Pasikian Yowana MDA Kab. Badung Prayoga Mahardika Putra, Manggala Pasikian Yowana MDA Kab. Tabanan I Gede Arum Gunawan, S.Ag., M.Ag., dan lainnya beserta anggota. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button