Wednesday, 12-06-2024
Hukum

Somya Tegaskan Kelalaian Hotel Perbuatan Melawan Hukum

I Made Somya Putra (kiri) selaku Kuasa Hukum Robin Sterling Kelly bersama Cameron (kanan), ibunda dari Robin Kelly saat menyampaikan keterangan pers di Denpasar, Senin (20/3/2023). (Foto: BB/ds)

Denpasar | barometerbali – Beberapa pernyataan janggal dan tidak sinkron terungkap dari kesaksian kepala keamanan Hotel Holiday Inn Baruna Kuta, Ngurah Petra Dwipayana disampaikan dalam persidangan gugatan WNA Robin Sterling Kelly (Robin Kelly) terhadap hotel Holiday Inn Resort Baruna Kuta atas kelalaian sehingga kedua balitanya hilang saat dititipkan di Kids Club hotel tersebut, berlangsung di PN Denpasar Bali, Senin (20/3/2023).

Kuasa Hukum Robin Sterling Kelly, I Made Sonya Putra yakin dan menegaskan kelalaian dari pihak hotel yang gagal menjaga keselamatan 2 balita kliennya hingga diberikan diambil orang adalah perbuatan melawan hukum.

“Hari ini saya justru semakin yakin memang Holiday Inn itu lalai dia. Namun sekali lagi kami tegaskan bahwa kami hanya fokus dalam menggugat kelalaian hotel, cuma itu. Terkait sidang kali ini, kita akan tanggapi nanti di kesimpulan. Ini lebih ke perbuatan melawan hukum,” tandas Somya.

Hal ini memperkuat dugaan Somya betapa lemahnya pengawasan dan sistem pengamanan dalam kewajiban menjaga keamanan dan keselamatan tamu pelanggannya, di mana dengan mudah meloloskan seseorang untuk mengambil kedua balita buah hati dari perempuan asal Amerika tersebut yang dititipkan di Kids Club hotel itu, Rabu, (14/8/2019) lalu.

“Saya tidak percaya jika ada anggapan bila kliennya arogan, sakit dan mengidap bipolar seperti yang disebut, sebab bagaimana mungkin pengadilan di negara Australia memutuskan hak perwalian dan hak asuh kedua balita mutlak diberikan kepada Robin Kelly yang memang seorang ibu yang betul-betul sehat jasmani dan rohani.

Dalam persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan sejumlah saksi yang diajukan pihak hotel dan menghadirkan kepala security hotel serta Anthony George Pelham, warga Australia yang memboyong kedua balita keluar dari hotel tanpa sepengetahuan dan izin dari sang ibu (Robin Sterling Kelly).

“Kepala keamanan tersebutlah yang justru terbukti memberitahukan kepada saya bahwa seseorang telah ‘menculik’ balitanya dan bukan saya yang bilang bahwa itu penculikan, jadi jelas head security tersebut yang mengungkapkan kepada saya berdasarkan kesaksiannya di persidangan tadi, “your baby was stollen, somebody kidnaping your baby,” beber Robin.

Ia mempertanyakan tidak adanya inisiatif untuk menelpon aparat kepolisian bahwa seseorang telah mengambil 2 balita tanpa izin ibunya seperti yang seharusnya dilakukan sebagaimana mestinya prosedur pengamanan. Bukan berarti mahir menjawab kronologis sesudah peristiwa terjadi akan tetapi harus cekatan dalam melakukan tindakan preventif sebelum peristiwa terjadi,” terang Robin.

Juga terdapat pengakuan yang tidak sinkron antara pihak keamanan dengan Anthony George Pelham terkait prosedur ketika dimintainya identitas pengenal seorang yang membawa kedua balita saat keluar hotel juga menjadi janggal. Sebab bagaimana mungkin bisa memberikan dokumen yang menggendong kedua balita dengan waktu yang sangat singkat dan terburu-buru.

Sidang selanjutnya akan berlangsung pada tanggal 27 Maret dengan agenda pihak hotel melalui kuasa hukumnya menghadirkan saksi ahli. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button