Sunday, 23-06-2024
Peristiwa

Warga Binaan Arak Ogoh Ogoh dalam Lapas Kerobokan

Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945/2023 Warga Binaan Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (WBP LPP) Kerobokan mengarak ogoh-ogoh dalam Lapas, pada saat Hari Pangrupukan, Selasa (21/3/2023). (Foto: Hms Kemenkumham Bali/Sdn)

Badung | barometerbali – Nyepi adalah hari suci umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta). Meskipun berada di balik jeruji, Warga Binaan Hindu pada Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan tetap dapat merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945.

Salah satu hal yang identik dengan Hari Raya Nyepi adalah ogoh-ogoh yang merupakan penggambaran hal-hal buruk yang ada di dalam diri manusia yang diarak saat Hari Pangrupukan, sehari sebelum Hari Suci Nyepi. Setelah diarak maka ogoh-ogoh akan dibakar sebagai simbol upaya manusia dalam melenyapkan sifat buruk yang ada di dalam diri.

Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani menyebutkan bahwa persiapan menyambut Hari Raya Nyepi sudah dilaksanakan dari jauh-jauh hari.

“Semua persiapan hingga kegiatan hari ini dilaksanakan oleh Warga Binaan dan petugas. Walaupun mereka tidak bisa merayakan dengan keluarga, kami harap kegiatan ini tidak mengurangi filosofi perayaan Nyepi itu sendiri. Semoga dapat menghibur mereka sekaligus memberikan motivasi untuk tekun dalam proses pembinaan dan pelaksanaan Catur Brata Penyepian esok hari bagi Warga Binaan Hindu,” tuturnya.

Sebelum mengarak ogoh-ogoh, Warga Binaan Hindu melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan dengan khidmat. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pengarakan ogoh-ogoh dalam lapas yang diawasi petugas. Tidak hanya Warga Binaan Hindu saja, Warga Binaan lain juga terlihat antusias dan dalam kegiatan ini. Toleransi antarumat beragama telah terjaga dengan baik. Semoga momentum ini dapat dimanfaatkan bagi Warga Binaan untuk memperbaiki kualitas diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Kakanwil Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu mengapresiasi kegiatan ini. Meskipun sedang berada di balik jeruji besi, WBP Lapas Perempuan Kerobokan tetap menjalankan tradisi adat dan budaya pada Hari Raya Nyepi tahun ini. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button