Saturday, 22-06-2024
Peristiwa

Paus Terdampar di Tegal Besar, Warga Dorong ke Tengah Laut

Petugas BPBD Klungkung, Balawista, Polair, dibantu warga mendorong kembali mamalia laut diduga jenis paus sperma ke tengah laut saat ditemukan terdampar di Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, dekat perairan Lepang, Rabu, (5/4/2023) sekitar pukul 05.30 Wita. (Foto: BB/Psk)

Klungkung | Barometerbali – Warga pesisir menemukan paus berukuran besar terdampar di Pantai Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, berbatasan dengan perairan Lepang, Rabu, (5/4/2023) sekitar pukul 05.30 Wita

Menurut keterangan warga bernama Wayan Pasek dan I Nyoman Ranten menuturkan bahwa mereka bersama dengan warga dan Personel Polres Klungkung yang melihat hal itu berusaha mendorong hewan mamalia laut raksasa dengan beberapa bagian tubuhnya luka-luka untuk bisa kembali ke tengah lautan sekitar pukul 08.00 Wita.

“Masih hidup, tapi seperti dipresi. Ada suara fus fus dari mulutnya. Warga beramai-ramai mendorongnya kembali ke habitat. Tadi sudah terlihat sampai di selatan perairan Watu Klotok,” terang Wayan Pasek anggota Pokdarwis Tegalsari Negari sembari menyebutkan pihak Polair dan BKSDA juga ada di lokasi.

Pasek memperkirakan paus tersebut memiliki panjang sekitar 15 meter, diameter lebih dari 6 meter dan diduga beratnya sekitar 3 ton

Kapolsek Banjarangkan AKP I Wayan Sujana, mengatakan, saat ditemukan oleh warga, paus tersebut dalam keadaan terdampar di pinggir pantai dalam masih hidup namun dalam kondisi lemas.

“Pertama kali ditemukan oleh salah satu warga setempat lalu diinformasikan ke Polsek Banjarangkan dan selanjutnya personel dan masyarakat bersama-sama mendorong paus untuk bisa kembali ke tengah laut,” pungkas Kapolsek Sujana.

Beberapa sumber menjelaskan penyebab yang paling dipercaya ketika paus dan lumba-lumba terdampar adalah kesalahan navigasi dari kedua hewan mamalia laut yang lemah ini saat berburu makanan. Walaupun masih belum dipastikan juga jika itu penyebabnya. Kemungkinan juga karena hanyut terbawa arus hingga terdampar di pantai. Banyak spesies paus memiliki tingkah laku sosial dengan berkelompok untuk melakukan migrasi.

Selain di Pantai Tegal Besar, beberapa ekor paus juga dilaporkan terdampar di Pantai Yeh Malet, Antiga Karangasem dan pantai di wilayah NTT.

Diduga Paus Sperma

Dikutip dari Wikipedia, diduga paus yang terdampar jenis koteklema, paus sperma (bahasa Inggris: sperm whale) atau paus kepala kotak (Physeter macrocephalus) adalah hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia. Status konservasi rentan terancam punah.

Paus ini dinamakan ‘paus sperma’ karena pada awalnya bahan putih susu spermaceti yang terdapat pada kepalanya dikira sebagai sperma. Kepala paus sperma yang besar dan bentuk keseluruhannya yang berbeda, ditambah lagi kemunculannya dalam novel Moby-Dick yang ditulis oleh Herman Mellville, membuatnya juga dikenal sebagai paus arketipe (archetype). Sebagian karena Melville, Paus Sperma sering dihubungkan dengan Leviathan semi mistis dari cerita-cerita Alkitab. Paus Sperma juga dulu dikenal sebagai Common Cachalot.

Muntahan Bernilai Miliaran

Ikan paus, khususnya Paus Sperma, termasuk mamalia yang memiliki muntahan bernilai miliaran. Bentuk dan tekstur muntahan paus atau ambergris seperti bongkahan lilin, yang keluar dari saluran pembuangan kotoran paus yang terdapat pada kepala kotak ikan paus tersebut (Physeter macrocephalus). Saat muntahan ini keluar, akan muncul bau busuk dan warna hitam. Tepi, setelah didiamkan lama, bau busuk itu akan berubah menjadi bau harum seperti kesturi. (BB/501)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button