Thursday, 22-02-2024
Budaya

Ratusan Krama dan Semeton Puri Ageng Mengwi Padati Upakara Ngenteg Linggih di Pura Ratu Mas Sakti

Foto : Karya Ngenteg Linggih oleh Puri Ageng Mengwi pasca rampungnya proyek pemugaran Pura Ratu Mas Sakti. (BB/Atmaja)

Badung | barometerbali – Karya puncak Ngenteg Linggih yang dilaksanakan oleh Puri Ageng Mengwi pasca rampungnya proyek pemugaran Pura Ratu Mas Sakti, Seseh, Mengwi, Badung, pada Rabu (24/5/2023) yang dihadiri oleh ratusan masyarakat serta keluarga besar Puri Ageng Mengwi berlangsung sakral dan sarat makna.

Dalam kesempatannya, Pelingsir Puri Ageng Mengwi Anak Agung Gde Agung kepada Jurnalis mengatakan, Puncak Karya yang berlangsung pada hari ini (24/5/2023), Buda Kliwon Sinta dipuput langsung oleh Ida Pedanda Putra Sidemen dari Griya Sidemen Gulingan Mengwi dan Ida Pedanda Gede Jelantik Santacita dari Griya Jadi Tabanan.

“Pura Luhur Ratu Mas Sakti sangat erat kaitannya dengan pemereman Ratu Mas. Dulu sempat di pugar (renovasi, red) pada 1980an tapi sebatas parsial lah. Jadi saya liat bersama dengan tenaga arsitek akhirnya mengambil suatu keputusan, bahwa yang paling penting bagaimana kita bisa memugar. Karena bagaimanapun juga, ini tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Karya Agung Ngeteg Linggih digelar oleh Pasemetonan Puri Ageng Mengwi atau Asta Puri yakni, Puri Ageng Mengwi, Puri Gede Abiansemal, Puri Anyar Sedang, Puri Selat, Puri Kamasan Sibang, Sading, Sempidi, Puri Mayun, Puri Kapal Muncan, Puri Kapal Kaleran, Puri Banyuning, bersama Desa Adat Seseh.

“Kepercayaan kami, Ida Betara yang berstana Pura ini merupakan keturunan dari Raja Mengwi yang ditempatkan di Blambangan. Keberadaanya diyakini akan membawa berkah bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Seseh I Wayan Bawa, SH., menambahkan, Proyek renovasi dan pemugaran berlangsung sejak 18 Juli 2022 yang seluruh biayanya ditanggung keluarga besar Puri Ageng Mengwi. Ada sebanyak tujuh pelinggih terdiri dari satu buah meru tumpang 11, dua gedong alit, dua paruman, satu pepelik, serta satu bale gong yang direnovasi sejak Juli 2022.

“Kami rasa bakti kepada beliau, dan atas wara nugraha beliau masyarkat adat bisa diberikan rejeki yang melimpah. Untuk itu kami di Desa Adat berkolaborasi untuk menggelar Karya Agung ini agar dapat berjalan dengan lancar,” tambahnya. (BB/212)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button